SENTANI, NIRMEKE.COM — Festival Danau Sentani (FDS) XV Tahun 2026 mencatat perputaran uang sekitar Rp1,2 miliar selama rangkaian kegiatan berlangsung di kawasan Kalkhote, Sentani Timur, Kabupaten Jayapura. Jumlah pengunjung sejak pra-festival hingga penutupan mencapai 147 ribu orang.
Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, mengatakan angka tersebut merupakan peredaran uang yang tercatat di lokasi FDS selama rangkaian kegiatan, mulai dari pra-festival pada 25-29 Agustus hingga kegiatan puncak pada 3-5 September 2026.
“Kegiatan Festival Danau Sentani, pra festival pada tanggal 25 hingga dengan 29 dan puncak kegiatan pada tanggal 3 sampai tanggal 5/8/2026, jumlah pemasukan uang sampai dengan hari terakhirnya terhitung Rp1,2 miliar sekian. Itu peredaran uang di lokasi Kalkhote,” kata Wonda dalam sambutannya, Sabtu (5/9/2026).
Menurut Wonda, capaian tersebut menjadi sesuatu yang luar biasa, terlebih pelaksanaan FDS XV dilakukan dalam kondisi efisiensi.
“Bagi saya dan wakil bupati itu hal yang luar biasa, karena dengan kondisi efisiensi bisa ada sampai di titik itu,” jelasnya.
Wonda juga mengungkapkan jumlah wisatawan dan pengunjung yang datang ke kawasan FDS terus meningkat sejak pra-festival hingga berakhirnya kegiatan.
“Jumlah keseluruhan wisata dan pengunjung yang datang di event FDS ke XV, dari pra festival 25 sampai dengan akhir event sebanyak 147 ribu yang hadir di Kalkhote,” jelasnya.
Tingginya jumlah pengunjung tersebut turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat yang berada di sekitar lokasi festival, termasuk pelaku usaha dan warga yang menyediakan fasilitas pendukung selama kegiatan berlangsung.
Selain jumlah pengunjung dan perputaran uang, Wonda mengatakan Pemerintah Kabupaten Jayapura memberikan ruang kepada Orang Asli Papua (OAP) untuk berjualan di lokasi FDS XV.
Dari total 276 stan yang tersedia di kawasan Kalkhote, sebanyak 191 stan merupakan milik atau ditempati pelaku usaha Orang Asli Papua. Sementara 85 stan lainnya ditempati pelaku usaha dari Nusantara.
“Stand yang ada di lokasi Kalkhote ini, 191 itu stand-stand Orang Asli Papua, 85 stand itu teman-teman dari Nusantara. Jumlah keseluruhan stan 276,” ucap Wonda.
Di balik capaian tersebut, Wonda mengakui pelaksanaan FDS XV masih menghadapi berbagai kekurangan dan keterbatasan.
“Dalam kegiatan ini banyak kekurangan dan keterbatasan yang kami hadapi,” katanya.
Wonda bahkan meminta agar apabila terdapat kesalahan selama rangkaian kegiatan, hal tersebut tidak dibebankan kepada panitia.
“Jika dalam kegiatan ini berlangsung dari awal sampai akhir ini ada kesalahan, jangan salahkan panitia atau jangan salahkan siapa-siapa. Salahkan bupati dan wakil bupati, karena kami yang bertanggung jawab atas semua kegiatan ini,” ucap Wonda.
Ia menilai FDS XV bukan hanya menjadi agenda budaya dan pariwisata, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan manfaat ekonomi dari aktivitas festival.(*)
Pewarta: Yance Wenda

