Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Memanfaatkan pekarangan dan pangan lokal ditengah pandemi Covid-19
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Memanfaatkan pekarangan dan pangan lokal ditengah pandemi Covid-19

Memanfaatkan pekarangan dan pangan lokal ditengah pandemi Covid-19

admin
Last updated: May 30, 2020 11:55
By
admin
Byadmin
Follow:
451 Views
6 years ago
Share
SHARE

Jayapura, nirmeke.com – Ketersediaan pangan lokal Papua di masa pandemi virus corona (Covid-19) menjadi kebutuhan yang banyak dicari warga asli Papua. Beraneka pangan lokal yang dimiliki mempunyai kekayaan kandungan gizi. Sagu, ubi jalar/petatas, keladi, pokem (sejenis gandum) serta berbagai jenis sayur mayur merupakan kebutuhan pokok sehari-hari yang mulai diandalkan warga asli Papua di masa pandemi.

Iklan Nirmeke

Dinas Pertanian dan Ketahanan Provinsi Papua selama masa pandemi Covid-19 gencar membeli berbagai hasil pangan lokal dari masyarakat asli Papua untuk dibagikan lagi kepada masyarakat terdampak virus corona di berbagai kampung dan distrik.

Program bantuan sosial sembako bagi warga terdampak Covid-19 disalurkan Pemerintah Provinsi Papua di berbagai kampung dan distrik telah memberikan pangan lokal sebagai makanan wajib.

Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal menganjurkan, warga asli orang Papua di berbagai kampung dan distrik harus mulai menanam makanan lokal seperti keladi, sagu dan ubi jalar/petatas hingga berbagai jenis sayur mayur.

Di masa pandemi Covid-19 ini, menurut Klemen, program menanam pangan lokal warga asli Papua sangat didukung pemerintah daerah karena menghasilkan kebutuhan makanan bagi penduduk Papua.

Wagub Klemen mengakui, alam tanah Papua sangat kaya dan luas harus dimanfaatkan sebagai tempat menghasilkan kebutuhan pangan kebutuhan lokal masyarakat asli Papua. “Dengan menanam pangan lokal maka masyarakat Papua bisa menghasilkan beragam jenis kebutuhan makan keluarga. Ini secara tidak langsung mengurangi ketergantungan bahan pokok beras,” kata Klemen.

Dia berharap, masyarakat Papua di berbagai kampung dan distrik untuk mulai menggalakkan pemanfaatan halaman lingkungan rumah dengan menanam. Melalui pemanfaatan halaman dengan menanam, menurut Klemen, diharapkan ke depan keluarga orang asli Papua menghasilkan beragam pangan lokal untuk pemenuhan kebutuhan setiap rumah tangga orang asli Papua.

“Pemprov Papua melalui dinas terkait dan tim penggerak PKK kampung mendorong dan memberikan pendampingan bagi keluarga orang asli Papua yang melakukan kegiatan menanam halaman rumah,”katanya.

Dia mengharapkan kepala kampung atau tokoh adat di setiap kampung mendukung pemerintah serta mendorong setiap rumah tangga warga asli Papua untuk menanam di halaman rumahnya. Hal ini sangat penting karena secara langsung bisa mendorong semangat warga untuk mengelola lingkungan bernilai ekonomis.

Potensi
Sementara itu, Tim Majelis Rakyat Papua (MRP) mengimbau kepada masyarakat Papua di Kabupaten Jayapura agar selama masa pandemi Covid-19 ini dapat berkebun dengan memanfaatkan lahan perkarangan di setiap rumah.

“Ajakan untuk berkebun di kalangan warga sejalan dengan imbauan yang dikeluarkan Pemerintah Kabupaten Jayapura untuk memanfaatkan potensi alam Papua,” ujar Ketua Tim MRP Berthus Kasipmabin.

Selama pandemi, masyarakat diminta kembali ke alam dengan mengelola potensi sumber daya alam (SDA) di setiap kampung dan distrik. Sejak wabah virus corona merebak, menurut Berthus, telah banyak mengubah semua situasi dan aktivitas sosial masyarakat secara global tetapi juga orang asli Papua di daerah ini.

“Pandemi Covid-19 menjadikan masyarakat orang asli Papua ikut terdampak, larangan tidak keluar rumah memberikan waktu banyak untuk masyarakat Papua berkebun,”katanya.

Potensi sumber daya alam Papua yang luas, lanjutnya, seperti beragam hasil kebun, perikanan atau ke danau Sentani dimiliki Papua harus kita kelola sebagai karunia Tuhan berikan.
“Yang punya pekarangan luas dapat dimanfaatkan untuk berkebun yang dapat menjadi sumber penghasilan kebutuhan makanan warga lokal Papua di tengah situasi pandemi Covid-19,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Jayapura Mathius Awoitauw mengatakan, selama masa pembatasan sosial (social distancing) maka warga diharapkan memanfaatkan waktu mengelola lahan untuk berkebun.
“Lebih baik kembali ke alam dengan mengelola apa yang sudah Tuhan berikan, ya salah satunya berkebun. Bisa jadi sumber pendapatan dari berkebun untuk memenuhi keberlangsungan hidup,” tambah Bupati.

Bupati Mathius juga mengatakan, pemerintah melalui instansi teknis sangat merespon semua usaha positif yang dilakukan warga, seperti di bidang pertanian keladi, petatas, kakao, beragam jenis sayuran serta budidaya ikan keramba.
“Manfaatkan perkarangan halaman rumah dengan menanam pangan lokal, ya dengan situasi Covid-19 saat ini warga asli Papua harus mengurangi ketergantungan bahan pokok dari luar Papua,” harapnya.

Ajakan membudidayakan pangan lokal sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2017 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua dengan pendekatan kultural. Inpres ini menekankan strategi pembangunan berbasis budaya, wilayah adat dan fokus pada Orang Asli Papua khususnya yang berada di wilayah terisolir dan pegunungan serta kepulauan yang sulit dijangkau.

Pendekatan berbasis wilayah adat merupakan terobosan penting yang dilakukan oleh Kementerian PPN/Bappenas dengan mengakomodasi pendekatan berbasis wilayah adat di dalam RPJMN tahun 2015-2019. Dengan pendekatan berbasis adat ini, Pemerintah sangat menghargai kearifan lokal, potensi sumber daya alam lokal dan karakteristik sosial budaya di setiap wilayah adat.

Beberapa kebutuhan pangan lokal di tengah situasi pandemi Covid-19 seperti keladi, petatas dan sagu, ubi singkong menjadi cemilan makanan yang telah populer karena sudah diminati berbagai kelompok masyarakat yang dijual di pasar tradisional maupun pasar modern Kota Jayapura.

Harga pangan lokal berupa keladi dijual bervariasi di pasar dijual Rp 30.000 hingga Rp 50.000/tumpuk, ubi jalar/ petatas dijual Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu per tumpuk sedangkan sagu dijual Rp 25 ribu-Rp 30 ribu/plastik dan satyur mayur Rp 10 ribu/ikat.

Related

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Apa kesanmu pada owasi-owasika yang akan gugur bulan Juni besok?
Next Article Sampah dan Owasi-owasika
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Mahasiswa Papua di Makassar Aksi 63 Tahun Aneksasi, Dihadang Aparat dan Ormas di Monumen Mandala
Polhukam Tanah Papua
2 days ago
Komisi C DPRK Jayawijaya Soroti Krisis Layanan Kesehatan, Pendidikan, hingga Masalah Sosial dalam Rekomendasi LKPJ
Papua Pegunungan Tanah Papua
2 days ago
Pegiat Literasi Salurkan Buku Bacaan untuk Pemuda Gereja Baptis Onggeme, Dorong Generasi Muda Cintai Pendidikan
Pendidikan Sastra
2 days ago
Komisi B DPRK Jayawijaya Soroti Sektor Pertanian, Koperasi, dan Pasar dalam Rekomendasi LKPJ 2026
Papua Pegunungan Tanah Papua
2 days ago
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?