Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Sepi Degei, Pemuda karikaturis yang berjuang mencari nafkah dengan bakatnya
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Sepi Degei, Pemuda karikaturis yang berjuang mencari nafkah dengan bakatnya

Sepi Degei, Pemuda karikaturis yang berjuang mencari nafkah dengan bakatnya

admin
Last updated: April 4, 2019 16:26
By
admin
Byadmin
Follow:
360 Views
7 years ago
Share
SHARE

Oleh:  Mr. Nomen

Iklan Nirmeke

 

Bertemu Sepi Degei di pantai Nabire Papua adalah satu kebanggaan yang saya dapat ketika Sepi bercerita semua tentang aktivitasnya di pantai Nabire. Sepi menjual hasil lukisan tanpa mewarnai yang siap diberi warna sesuai minat para pembeli. satu lukisan harganya Rp50 ribu.

Banyak hasil lukisan yang Sepi letakan diatas pengalas terpal warna cokelat disana. Lukisan berdiri melingkar segi empat sebagai pilihan bagi para penikmat seni melukis. Ada berbagai model gambar boleh dipilih sesuai minat.

Ditengah-tengah pedagang kaki lima, non Papua. Sepi dengan semangat giatnya, setiap hari bersantai duduk di badan semen yang melintang. Sekitar empat bulan, Sepi buka pameran di Pantai Nabire.

”sering ada ibu-ibu datang membawa anak mereka kesini lalu mereka mengajak anak mereka untuk mewarnai sesuai pilihan anak mereka. Malam minggu sering agak ramai,” (cerita sepi ke saya).

Pukul 16.00 sore, Sepi sudah di pantai Nabire. Banyak orang berlalu-lalang, mereka hanya melihat Sepi duduk dengan cara perjuangannya sendiri.

”kalau saya bosan duduk, tidak ada penggunjung lagi, saya biasa melukis sendiri,” kata Sepi.

Dari Rp50 ribu per satu lukisan, Sepi sering dapat Rp100 ribu sampai Rp400 ribu. Kadang kalau malam minggu, sampai Rp500 ribu Sepi bawah pulang dari hasil jual lukisannya.

“Kalau melukis itu hobby saya, tapi semenjak saya kuliah jarang saya melukis. Setelah saya pulang ke Nabire, selesai kuliah, saya belum punya pekerjaan, saya coba melukis ternyata saya masih bisa melukis dengan baik dan saya berkeinginan untuk mengisi hari kosong dengan bakat yang Tuhan berikan ini,”cerita Sepi.

“Satu hal lagi yang saya pikir itu, saya mencoba melawan gengsi anak-anak muda saat ini. Sebenarnya saya melihat banyak bakat-bakat yang luar biasa Tuhan berikan tapi kita tidak ingin kembangkan. Saya ingin memotivasi teman dengan gaya perjuangan saya, semoga aksi yang saya buat ini menjadi berkat bagi anak-anak hari ini, terutama anak-anak asli Papua,” kata Sepi.

Sepi Degei anak muda berbakat yang sabar dan konsisten. Pantai Nabire tempat anak muda show, tempat bertemu untuk bernostalgia, berbagi rasa cinta dan kasih. Sepi Degei terlihat berbagi satu kekuatan prima dalam berkarya membangun karakter dalam seni yang bernilai. Melawan gengsi adalah melawan satu penyakit psikogis yang berakar dan menguat dalam generasi milenial hari ini.

“Bertumbuh jangan menunggu jika hari ini ada ruang dan waktunya. Hari ini belum tentu besok. Setiap waktu adalah berkat yang dilimpah kan,”

 

Sumber: mrnomen.wordpress.com

 

Related

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Ricky Kayame, Mutiara Hitam yang Menjelma jadi Rising Star di Arema FC
Next Article Yanto Gombo mahasiswa ISBI Papua, melukis karena hobi
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Pemprov Papua Pegunungan Ajak Warga Lanny Jaya Kembali ke Kebun, Siapkan Skema Serap Hasil Petani
Ekonomi & Bisnis Papua Pegunungan Tanah Papua
20 hours ago
Keluarga Korban Bersama 9 Kepala Distrik Dan 2  DPRK Laporkan Kasus Penembakan Yemis Yohame ke Polres Yahukimo
Polhukam Tanah Papua
20 hours ago
Korban Terus Berjatuhan, DPD RI Kritik Ketiadaan Arah Penyelesaian Konflik Papua
Nasional Polhukam Tanah Papua
21 hours ago
Pemprov Papua Pegunungan Salurkan Bantuan Rp100 Juta untuk Pembangunan Kantor Jemaat Gereja Baptis Kondena
Papua Pegunungan Tanah Papua
21 hours ago
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?