Jayapura, nirmeke.com — Himpunan Mahasiswa Pelajar Jayawijaya (HMPJ) Kota Studi Jayapura resmi melantik Badan Pengurus Baru periode 2025–2027 dalam sebuah prosesi yang digelar di Asrama Nayak II, Kawasan Tanah Hitam, Kota Jayapura, Provinsi Papua, Sabtu (6/12/2025).
Kegiatan pelantikan berlangsung dengan penuh antusias dan dihadiri oleh tokoh pemuda, intelektual, mahasiswa, serta tamu undangan dari berbagai unsur. Momentum ini menjadi penanda dimulainya kepemimpinan baru HMPJ dalam melanjutkan perjuangan organisasi mahasiswa asal Jayawijaya di tanah studi.
Ketua Umum HMPJ periode 2023–2025, Naila Siep, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada badan pengurus baru yang telah dilantik. Ia berharap pengurus baru dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta menjaga kekompakan dalam membangun nilai moral mahasiswa.
“Semoga kepengurusan baru ini berjalan dengan baik, amanah, serta mampu membangun sinergi dengan pemerintah dan masyarakat demi kepentingan bersama,” ujarnya.
Ketua Umum HMPJ terpilih periode 2025–2027, Alexander Hisage, dalam pernyataannya menyampaikan apresiasi kepada sejumlah pihak Pemerintah Kabupaten Jayawijaya yang telah memberikan dukungan moril dan materil bagi terselenggaranya kegiatan pelantikan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, Kepala Bappeda Liberius Mabel, serta Ibu Titiana Mabel dari MRP Pokja Perempuan Provinsi Papua Pegunungan atas bantuan dan dukungannya,” kata Alexander.
Namun di balik apresiasi tersebut, Alexander juga menyampaikan kekecewaan mendalam atas ketidakhadiran langsung Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dalam acara pelantikan. Menurutnya, kehadiran pemerintah sangat penting sebagai bentuk pengakuan dan dukungan moral terhadap mahasiswa.
“Kami sangat kecewa karena dalam agenda resmi mahasiswa seperti pelantikan ini, seharusnya ada perwakilan pemerintah yang hadir secara langsung. Pemerintah adalah orang tua bagi mahasiswa, dan ketidakhadiran ini menimbulkan keresahan di kalangan mahasiswa Jayawijaya di Kota Studi Jayapura,” tegasnya.
Hal senada juga disampaikan Titiana Mabel, anggota MRP Pokja Perempuan Provinsi Papua Pegunungan. Ia menilai ketidakhadiran pemerintah daerah dalam agenda resmi mahasiswa merupakan bentuk kurangnya perhatian terhadap generasi muda.
“Agenda mahasiswa seperti ini wajib dihadiri pemerintah dalam kondisi apa pun. Jika berhalangan, seharusnya ada utusan resmi. Ini sangat disayangkan,” ujarnya dengan tegas.
Ia menambahkan bahwa mahasiswa merupakan agen perubahan dan sumber daya manusia masa depan Jayawijaya yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah melalui dukungan nyata dan berkelanjutan.
Sementara itu, Leo Himan, senior HMPJ, juga menyampaikan kekecewaannya terhadap sikap Pemerintah Kabupaten Jayawijaya.
“Kami sebagai senior dan mahasiswa sangat kecewa karena tidak ada satu pun perwakilan resmi pemerintah yang hadir untuk melantik pengurus baru. Ini seharusnya menjadi bentuk dukungan nyata,” katanya.
Ia berharap ke depan pemerintah daerah dapat lebih aktif hadir dan mendukung setiap agenda mahasiswa, agar roda organisasi berjalan dengan baik dan aspirasi mahasiswa dapat diperjuangkan bersama.
Pelantikan Badan Pengurus Baru HMPJ ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan solidaritas mahasiswa Jayawijaya di Kota Studi Jayapura, sekaligus menjadi pengingat bagi pemerintah daerah akan pentingnya peran generasi muda dalam pembangunan daerah ke depan.(*)
Pewarta: Agus Wilil
