Brunei Darussalam, nirmeke.com — Atlet muda asal Jayawijaya, Papua Pegunungan, Lina Hisage, kembali mengukir sejarah pada ajang 14th ASEAN Schools Games (ASG) di Brunei Darussalam. Binaan Papua Athletics Center tersebut sukses mencatatkan rekor nasional baru untuk nomor Tolak Peluru U18 Putri.
Lina mencatatkan tolakan sejauh 14,72 meter, melewati rekor nasional sebelumnya yang juga ia pegang, yakni 14,03 meter, yang ditorehkannya pada Juli 2025. Capaian ini menegaskan konsistensi sekaligus perkembangan pesat Lina selama satu tahun terakhir.
Papua Athletics Center menyampaikan apresiasi atas keberhasilan tersebut dan menyebut Lina sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan dari Tanah Papua.
“Ini merupakan progres luar biasa. Lina terus menunjukkan peningkatan yang stabil dan menjadi kebanggaan bagi Papua dan Indonesia,” demikian pernyataan resmi yang dibagikan tim Papua Athletics Center.
Prestasi ini juga memperkuat posisi Lina sebagai salah satu atlet muda terbaik di kawasan Asia Tenggara untuk nomor tolak peluru.
Menurut laporan resmi dari PB PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia), Lina menorehkan lemparan sejauh 14,72 meter, melewati rekor nasional sebelumnya yang ia pegang sendiri sebesar 14,03 meter, yang diraih pada kejuaraan nasional 2025.
Rekor, Prestasi, dan Signifikansi
Dengan hasil 14,72 meter, Lina tidak hanya memenangkan nomor tolak peluru di ASG 2025, tetapi juga menetapkan tolakan terjauh untuk kategori U-18 putri di Indonesia saat ini.
Media nasional menyoroti bahwa selain Lina, ada dua atlet muda lain dari Indonesia yang juga memecahkan Rekor Nasional (Rekornas) U-18 pada ajang yang sama.
Menurut PB PASI, prestasi tiga atlet muda tersebut — termasuk Lina — menjadi bukti bahwa program pembinaan atlet muda Indonesia semakin membuahkan hasil nyata.
Jejak Awal dan Konsistensi: Dari Jakarta ke ASEAN
Kesuksesan di ASG 2025 bukan kali pertama bagi Lina Hisage. Sebelumnya, di ajang Jakarta Open 2025 yang digelar pada Juli 2025, dia telah mencatat rekornas U-18 tolak peluru dengan lemparan 14,03 meter — memecahkan rekor nasional lama atas nama atlet lain yang telah bertahan sejak 2015.
Prestasi tersebut juga membantu tim dari Papua Athletics Center (PAC) meraih posisi kedua umum di kejuaraan tersebut dengan koleksi 13 medali.
Pencapaian ini menunjukkan bahwa perkembangan atletik dari daerah — khususnya Papua — makin nyata, seiring dengan dukungan program pembinaan dari PAC bekerja sama dengan PB PASI serta dukungan dari berbagai pihak.
Dalam pernyataannya seusai keberhasilan, PB PASI menyebut bahwa hasil prestasi atlet muda ini membuka harapan besar bagi masa depan atletik Indonesia di tingkat regional dan internasional.
Sementara itu, bagi Papua — melalui PAC — Lina Hisage dan beberapa atlet lain menjadi simbol kebangkitan potensi olahraga dari Tanah Papua, menunjukkan bahwa dengan pembinaan dan kesempatan yang tepat, atlet dari daerah pun mampu bersaing dan bahkan memecahkan rekor nasional.(*)
