Jayapura, nirmeke.com — Asrama Mahasiswa Wilayah Wadangku di Kota Studi Jayapura resmi diresmikan oleh Pemerintah Provinsi Papua, ditandai dengan pengguntingan papan nama dan pembukaan pintu asrama pada Sabtu (22/11/2025), berlokasi di Buper Gunung, Kelurahan Heram-Jabansai, Kota Jayapura.
Peresmian tersebut dihadiri para tokoh masyarakat, pemerintah kampung dan distrik, perwakilan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dan Yalimo, serta sejumlah intelektual dan orang tua mahasiswa. Momentum itu turut dirayakan dengan bakar batu sebagai simbol rasa syukur dan penghormatan terhadap budaya Balim dan Hubula.
Ketua Panitia Pembangunan Asrama Wadangku, Kornelis Logo, S.Si, menyampaikan bahwa pembangunan asrama tersebut merupakan kerja swadaya masyarakat dari 10 kampung — lima kampung dari Jayawijaya dan lima kampung dari Yalimo. Proses pembangunan dimulai sejak 2017 dan rampung pada 2024.
“Ini adalah wujud nyata dukungan kampung terhadap mahasiswa untuk mewujudkan SDM yang berkualitas dan unggul. Kami berterima kasih kepada pemerintah kampung, pemerintah daerah, dan seluruh tokoh yang telah mendukung hingga asrama ini dapat selesai,” ujarnya.
Kornelis menambahkan, panitia berharap pemerintah dapat menindaklanjuti aspirasi pembangunan asrama permanen ke depan. “Kami terus berdoa dan bekerja sama. Semoga asrama permanen dapat terbangun dalam beberapa tahun mendatang,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kampung Abenaho, Obet Mabel, yang hadir mewakili pemerintah Kabupaten Yalimo dan Jayawijaya, turut menyampaikan apresiasi atas selesainya pembangunan asrama tersebut.
“Akhirnya harapan kita bersama terwujud. Ini bukti bahwa dukungan orang tua dan pemerintah kampung berjalan baik dan sukses,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Sem Logo, Kepala Kampung Luku-Luku. Ia menegaskan bahwa keberadaan asrama ini menjadi harapan baru bagi mahasiswa Wadangku dalam menempuh pendidikan tinggi di Jayapura.
“Kami bangga dengan berdirinya asrama ini. Ke depan, koordinasi dari kampung, distrik, kabupaten hingga provinsi akan terus dilakukan demi rencana pembangunan gedung asrama permanen,” katanya.
Warga dari kampung asal mahasiswa juga turut datang menyaksikan peresmian, bahkan menempuh perjalanan darat dan udara sebagai bentuk dukungan moral bagi para pelajar.
Asrama Mahasiswa Wadangku ini diharapkan dapat menjadi pusat pembinaan generasi muda yang berdaya saing, sekaligus tetap berpegang pada identitas budaya dan nilai luhur daerahnya. (*)
Pewarta: Agus Wilil
