Jayapura, nirmeke.com — Dewan Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar dan Mahasiswa/i Nduga se-Indonesia (DPC IPMNI) Kota Studi Jayapura menilai Pemerintah Kabupaten Nduga abai dalam menangani bencana banjir bandang yang melanda Distrik Dal dan Distrik Mebrok, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan.
Bencana yang terjadi sejak 1 November 2025 itu telah menelan 23 korban jiwa, namun hingga kini penanganan di Distrik Mebrok dinilai belum mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
Melalui Posko Umum Tim Kemanusiaan Mahasiswa Nduga di Jayapura, DPC IPMNI menyampaikan sikap tegas dan mendesak pemerintah agar segera membentuk tim evakuasi di lokasi terdampak.
“Sudah lebih dari sepekan sejak banjir bandang terjadi, tetapi tidak ada langkah nyata dari Pemerintah Kabupaten Nduga untuk menurunkan tim evakuasi. Situasi ini menunjukkan sikap abai terhadap warga yang menjadi korban,” tegas pernyataan resmi DPC IPMNI Jayapura, Senin (10/11/2025).
Mahasiswa juga meminta Kapolsek Nduga dan Dandim Nduga agar mengizinkan warga di Distrik Mebrok melakukan pencarian korban yang masih hilang. Selain itu, mereka mendesak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera menurunkan tim ke lokasi dan memberikan bantuan darurat bagi warga terdampak.
“Kami juga mendesak BNPB untuk segera turun tangan dan melakukan penanganan di lokasi bencana. Situasi di Mebrok sangat memprihatinkan, warga tidak bisa menunggu lebih lama,” lanjut pernyataan itu.
Dalam seruan kemanusiaannya, mahasiswa menilai pemerintah daerah seharusnya bertindak cepat dan adil tanpa membeda-bedakan wilayah terdampak.
“Pemerintah Kabupaten Nduga sebagai orang tua harus bersikap adil dan berada di tengah-tengah antara Distrik Dal dan Mebrok. Jangan biarkan masyarakat kehilangan harapan karena lambannya tindakan,” tulis DPC IPMNI dalam pernyataannya.
Siaran pers tersebut ditandatangani oleh Harnamin Gwijangge selaku Penanggung Jawab DPC IPMNI Kota Studi Jayapura, bersama IYale Gwijangge dan Meliut Gwijangge sebagai koordinator lapangan, serta Pingginut Kogoya dan Wobia Murib sebagai wakil koordinator lapangan.
Mahasiswa berharap pemerintah daerah, aparat keamanan, dan lembaga kemanusiaan segera turun ke lokasi untuk mengevakuasi korban dan membantu warga yang terdampak bencana.(*)
Pewarta: Henok Giban
