Wamena, nirmeke.com — Pemerintah Distrik Libarek, Kabupaten Jayawijaya, melalui Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD), menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kampung (Musrembang Kampung) untuk penyusunan rencana pembangunan tahun anggaran 2026.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (11/11/2025), ini diikuti oleh lima kampung, yakni Mulima, Punakul, Wenabubaga, Musalfak, dan Kilubaga. Musrembang Kampung dihadiri oleh kepala kampung, aparat kampung, tokoh gereja, tokoh adat, serta tokoh pemuda dari masing-masing kampung.
Kepala Distrik Libarek, Yohanes Alua, dalam arahannya menyampaikan bahwa hasil musyawarah harus menjadi pedoman kerja pemerintah kampung selama satu tahun ke depan.
“Apa yang disepakati bersama dalam Musrembang harus dilaksanakan oleh masing-masing kepala kampung. Program yang dibahas tahun ini dijalankan pada 2026, sedangkan usulan baru bisa dimasukkan untuk tahun 2027,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa setiap keputusan harus berorientasi pada kebutuhan nyata masyarakat di tingkat kampung dan bukan berdasarkan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Kepala Distrik juga mengucapkan terima kasih kepada para pendamping dan semua pihak yang telah memfasilitasi pelaksanaan Musrembang Kampung di wilayahnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa realisasi program di tiap kampung harus dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. “Ada empat bidang pokok yang menjadi perhatian utama dalam penyusunan program kerja, yaitu: Bidang Pemerintahan, Bidang Pembangunan, Bidang Pembinaan Kemasyarakatan dan Bidang Pemberdayaan Masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Distrik Libarek juga menetapkan beberapa program prioritas, di antaranya penanganan stunting, pembangunan infrastruktur dasar di Kampung melalui Bungkam, serta penguatan ekonomi masyarakat melalui Koperasi Merah Putih.
Dalam penutupan kegiatan, Yohanes Alua mengajak seluruh kepala kampung, tokoh adat, tokoh gereja, dan pemuda untuk bekerja sama menjaga komitmen hasil Musrembang agar rencana pembangunan tidak berhenti di atas kertas.
“Pembangunan tidak bisa jalan tanpa kebersamaan. Pemerintah distrik hanya memfasilitasi, tetapi keberhasilan tergantung dari kerja sama masyarakat di kampung. Karena itu, mari kita jaga semangat gotong royong dan saling mengingatkan agar hasil musyawarah ini benar-benar diwujudkan,” pungkasnya.(*)
