Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • Kabupaten Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Hutan Ditebang, Suara Adat Dibungkam: Ironi Pembangunan di Tanah Merauke
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • Kabupaten Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Berita Papua > Lingkungan > Hutan Ditebang, Suara Adat Dibungkam: Ironi Pembangunan di Tanah Merauke
Lingkungan

Hutan Ditebang, Suara Adat Dibungkam: Ironi Pembangunan di Tanah Merauke

admin
Last updated: October 31, 2025 03:16
By
admin
Byadmin
Follow:
3 months ago
Share
2 Min Read
Ancaman Perampasan Hak dan Penghancuran Hutan Adat di Merauke - Dok
SHARE

Editorial |

Iklan Nirmeke

Di atas tanah luas yang dahulu hijau dan subur, kini alat berat bekerja tanpa henti. Hutan dibuka, rawa dan sungai dirusak, sementara masyarakat adat hanya bisa menyaksikan dari pinggir, tanpa kuasa atas tanah warisan leluhur mereka. Inilah potret kelam pembangunan di Tanah Papua yang kembali terulang di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, melalui operasi PT Murni Nusantara Mandiri, perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan tebu dan bioetanol.

Kehadiran perusahaan ini disebut-sebut mendapat pengawalan aparat bersenjata, seolah pembangunan harus dijaga dengan kekerasan, bukan dengan keadilan. Ketika Bapak Vincen Kwipalo, pemilik hak ulayat di Jagebob, bersuara mempertahankan tanahnya, ia justru dilaporkan ke Polres Merauke. Ini bukan sekadar kriminalisasi individu—ini bentuk nyata pembungkaman terhadap masyarakat adat yang menolak menyerahkan tanah mereka.

Baca Juga:  Sidang Pembuktian Perdana Pimpinan Marga Woro Mengugat Pemerintah Provinsi Papua di PTUN Jayapura

Editorial ini menilai bahwa praktik seperti ini mencerminkan wajah gelap investasi dan pembangunan di Papua: proyek-proyek yang dijalankan atas nama kemajuan, namun menafikan hak dasar masyarakat adat atas tanah, hutan, dan air—yang sejatinya adalah sumber kehidupan mereka.

Jika pemerintah pusat dan daerah terus menutup mata terhadap praktik perampasan tanah dan penghancuran ekosistem ini, maka yang akan tersisa hanyalah luka sosial dan ekologis yang sulit disembuhkan. Pembangunan tanpa keadilan hanya akan melahirkan penderitaan baru.

Baca Juga:  Maikel Peuki: Masyarakat Adat Tak Sadar Tanah Mereka Sudah Masuk Konsesi

Peringatan keras harus disampaikan kepada semua pemangku kepentingan:
Tanah adat bukanlah ruang kosong untuk dieksploitasi. Ia adalah identitas, sejarah, dan masa depan masyarakat Papua. Ketika tanah adat dirampas, berarti kehidupan dirampas.

Suara-suara dari Okaba, Ngguti, Tubang, dan Jagebob bukan sekadar jeritan perlawanan—itu adalah seruan moral agar negara menghentikan kejahatan lingkungan dan pelanggaran HAM yang berulang di Tanah Papua.

Kini saatnya publik, akademisi, dan lembaga keagamaan berdiri bersama masyarakat adat Merauke. Sebab diam dalam ketidakadilan adalah bentuk keterlibatan dalam penindasan.(*)

Sumber: Walhi Papua

Related

You Might Also Like

Krisis Pangan Akibat Banjir Wamena: WALHI Papua Soroti Dampak pada Kelompok Rentan

Walhi Papua Ingatkan Pemerintah Pertimbangkan  Penempatan Lokasi Kantor Gubernur di Lahan Pangan Masyarakat Adat

Cycloop Bukan untuk Digali: Menolak Tambang demi Masa Depan Papua

Walhi Papua Ajak Masyarakat Papua Pilih Pemimpin yang Pro Lingkungan Demi Kelestarian Tanah Papua

Walhi Papua Kritik Pernyataan Bahlil Soal “Masih Banyak Nikel di Papua”

TAGGED:Ancaman Perampasan Hak dan Penghancuran Hutan Adat di Merauke

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link
Previous Article Wujud Kebersamaan Iman, Bupati Didimus Yahuli dan Wakil Bupati Yahukimo Resmikan Gereja GIDI Jemaat Motulen
Next Article Senator Agustinus R. Kambuaya Soroti Ketimpangan Solidaritas: ‘Bantu Palestina, Tapi Lupakan Pengungsi Papua’
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Iklan dari Nirmeke.com
Ad image

Berita Hangat

GPMR-I Tuntut Bupati Intan Jaya Temui Massa Aksi, Soroti Krisis Kemanusiaan dan Darurat Militer
Polhukam Siaran Pers Tanah Papua
6 hours ago
Relawan Rampai Nusantara Papua Minta Wapres Gibran Buka Kembali Penerbangan Internasional Bandara Biak
Infrastruktur Tanah Papua
6 hours ago
Uskup Timika Tolak PSN Sawit: “Masyarakat Butuh Hutan, Bukan Kebun Kelapa Sawit”
Lingkungan Polhukam Tanah Papua
3 days ago
Tenaga Kerja Jembatan Palang Jalan Trans Wamena–Jayapura di KM 39
Infrastruktur Tanah Papua
3 days ago
Baca juga
LingkunganSiaran PersTanah Papua

PT MNM Serobot Tanah Ulayat Yei, Warga Jagebob Lawan PSN Merauke

4 months ago
Lingkungan

Walhi Papua Ajak Pemuda Bersolidaritas Berjuang Bersama Suku Awyu Dalam Melindungi Tanah Adat Mereka

2 years ago
LingkunganTanah Papua

Benny Mawel Ajak Mahasiswa Jayawijaya Jaga Tanah Adat

1 year ago
LingkunganTanah Papua

Direktur WALHI Papua Soroti Pernyataan Gubernur Papua Pegunungan Soal Tambang di Intan Jaya

6 months ago
LingkunganPendidikan

Mahasiswa Jayawijaya Kritik Proyek Cetak Sawah 2.000 Hektare di Tanah Adat Hubula

2 months ago
LingkunganTanah Papua

Jelang Sinode 2026, Umat Katolik Tanam Pohon dan Kebun Sinode di Wesaput

5 months ago
Lingkungan

LSM dan Aktivis Lingkungan di Kota Jayapura Gelar Festival Angkat Sampah Di Kawasan Resapan Air Sungai Konya Abepura

2 years ago
LingkunganTravel

Habema: Benteng Hijau Papua yang Kian Memudar

5 months ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?