Dekai, nirmeke.com – Pemerintah Kabupaten Yahukimo bersama pimpinan Gereja Injili di Indonesia (GIDI) meresmikan Gedung Gereja GIDI Wilayah Yahukimo, Klasis Dekai Kota, Jemaat Siloam Dekai, Kamis (16/10/2025).
Ibadah peresmian berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Bupati Yahukimo Didimus Yahuli, SH., MH., Wakil Bupati Esau Miram, Sekda, Ketua DPRK Yahukimo, Presiden GIDI Pdt. Usman Kobak, Ketua PGGY, Ketua TP-PKK, Ketua GOW, Dandim 1715/Yahukimo, Kapolres Yahukimo, serta para gembala dan jemaat dari berbagai denominasi.
Bupati Yahuli menandatangani prasasti peresmian, sementara Wakil Bupati Esau Miram menggunting pita sebagai tanda dibukanya gedung gereja. Prosesi dilanjutkan dengan pembukaan pintu gereja oleh Ketua Wilayah GIDI Yahukimo, Pdt. Demas Wale, S.Th, dan doa pentahbisan oleh Presiden GIDI, Pdt. Usman Kobak, S.Th., M.A.
Dalam sambutannya, Bupati Didimus Yahuli menyebut tahun ini sebagai tahun pelayanan dan pembangunan di Yahukimo. Pemerintah berkomitmen menyelesaikan pembangunan fasilitas publik seperti sekolah, puskesmas, dan rumah ibadah di berbagai distrik.
“Hari ini kita meresmikan rumah Tuhan ini agar menjadi tempat pelayanan yang hidup. Di sinilah hamba-hamba Tuhan dan jemaat dapat bersekutu dan memuliakan nama Tuhan,” ujar Yahuli.
Ia menegaskan bahwa masa ini bukan waktu untuk politik, melainkan untuk pelayanan dan memperkuat persaudaraan di antara warga.
“Tidak ada bicara politik, iri hati, atau hal-hal yang menimbulkan kecemburuan sosial. Kita harus menjaga tanah yang Tuhan beri ini dengan saling mengasihi dan menghargai,” tegasnya.
Bupati juga mengajak seluruh jemaat untuk menjaga gedung gereja dan menyalakan api penginjilan, sesuai tema besar gereja tahun ini: “Belum Selesai.”
Sementara itu, Presiden GIDI Pdt. Usman Kobak menjelaskan bahwa Siloam berarti “tempat kesembuhan.” Ia berharap gereja tersebut menjadi tempat pemulihan rohani bagi masyarakat Yahukimo.
“Siloam adalah tempat di mana orang-orang disembuhkan secara rohani. Hamba-hamba Tuhan yang melayani di sini dipanggil untuk menolong mereka yang buta secara rohani atau hancur jiwanya agar dipulihkan,” ungkap Kobak.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran laki-laki dalam pelayanan, agar tidak hanya kaum perempuan yang aktif di gereja.
Peresmian Gereja Siloam Dekai menandai awal kegiatan Pertemuan Pekerja Lengkap (BPL) dan Program Pembinaan Pelayanan (PPL) Wilayah Pelayanan GIDI Yahukimo. Gedung ini diharapkan menjadi pusat pertumbuhan iman dan penginjilan di daerah tersebut.
“Gereja ini hendaknya diisi oleh orang-orang yang tekun berdoa, mencintai Tuhan, dan menjadi saksi dalam pelayanan penginjilan,” tutup Pdt. Kobak.(*)
Pewarta: Vakson Aliknoe
