Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • Kabupaten Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Bentrok di Abepura, Aktivis AMPPTAP Terluka dan Ditangkap Saat Aksi Tolak Perampasan Tanah Adat Papua
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • Kabupaten Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Berita Papua > Lingkungan > Bentrok di Abepura, Aktivis AMPPTAP Terluka dan Ditangkap Saat Aksi Tolak Perampasan Tanah Adat Papua
LingkunganPolhukamTanah Papua

Bentrok di Abepura, Aktivis AMPPTAP Terluka dan Ditangkap Saat Aksi Tolak Perampasan Tanah Adat Papua

Agus Wilil
Last updated: October 16, 2025 00:16
By
Agus Wilil
ByAgus Wilil
Follow:
3 months ago
Share
3 Min Read
Bentrok di Abepura, Aktivis AMPPTAP Terluka dan Ditangkap Saat Aksi Tolak Perampasan Tanah Adat - (Agus Wilil/Nirmeke)
SHARE

Jayapura, nirmeke.com  — Aksi damai yang digelar Aliansi Mahasiswa Pemuda Peduli Tanah Adat Papua (AMPPTAP) di kawasan Lingkaran Abepura, Kota Jayapura, berujung bentrok dengan aparat kepolisian. Insiden tersebut menyebabkan satu aktivis terluka akibat peluru karet dan beberapa lainnya ditangkap.

Iklan Nirmeke

Aksi dimulai sejak pukul 07.00 WIT, dengan ribuan mahasiswa dan pemuda Papua turun ke jalan menyuarakan penolakan terhadap perampasan tanah adat dan pendoropan militer organik serta non-organik di seluruh wilayah Papua. Massa membawa spanduk dan orasi menuntut penghentian investasi yang dinilai merugikan masyarakat adat.

Sekitar pukul 11.38 WIT, situasi memanas ketika aparat membubarkan massa di perempatan Lingkaran Abepura. Polisi menembakkan gas air mata dan peluru karet untuk memukul mundur demonstran yang hendak menuju Tugu Pendidikan. Aksi pun pecah menjadi bentrok terbuka.

Baca Juga:  PMKRI, Uskup Mandagi, dan PSN

Menurut AMPPTAP, seorang aktivis bernama Eben Tabuni tertembak peluru karet di bagian dada, sementara Yefri Tibul ditangkap aparat dan belum diketahui keberadaannya. Beberapa mahasiswa lainnya mengalami luka ringan akibat tembakan gas air mata.

Wakil Koordinator Aksi, Stenli Dambujai, menyebut tindakan kepolisian sebagai bentuk represif yang membungkam aspirasi rakyat Papua.

“Kami turun dengan damai untuk menolak perampasan tanah adat, tapi dibalas dengan kekerasan. Negara seharusnya melindungi, bukan mengancam,” tegas Stenli.

Setelah dibubarkan paksa, massa berpindah ke Jalan Biak, depan Asrama Ninim, dan melanjutkan orasi singkat sebelum akhirnya mundur. AMPPTAP menegaskan bahwa aksi mereka bertujuan menyampaikan empat tuntutan utama: penghentian perampasan tanah adat, penolakan investasi merugikan, penarikan pasukan militer, dan pencabutan izin proyek strategis nasional (PSN) yang merusak lingkungan.

Baca Juga:  MRP Pegunungan Desak Pemda Hentikan Galian C Penyebab Banjir di Jayawijaya

Versi kepolisian yang dikutip dari Tribratanews Papua menyebut bahwa aksi AMPPTAP berubah anarkis dengan perusakan kendaraan dinas dan fasilitas umum. Polisi juga mengklaim tiga orang menjadi korban dalam bentrokan tersebut, tanpa menyebut identitas secara rinci.

Namun AMPPTAP menolak tudingan itu dan menilai aparat bertindak di luar prosedur. “Kami punya hak konstitusional untuk menyampaikan pendapat. Kekerasan terhadap mahasiswa hanya memperburuk situasi dan mempersempit ruang demokrasi di Papua,” kata Stenli.

Hingga Rabu malam, AMPPTAP masih menuntut pembebasan rekan mereka yang ditangkap serta mendesak kepolisian bertanggung jawab atas tindakan kekerasan dalam aksi tersebut.

“Kami akan terus bersuara. Tanah adat adalah hidup kami, dan kami tidak akan diam saat hak itu dirampas,” tutup Stenli Dambujai. (*)

Reporter: Agus Wilil

Related

You Might Also Like

TACB Jayawijaya Dorong Penetapan 15 Objek Cagar Budaya Wilayah Hugulama

YKKMP Desak Kapolri dan Panglima TNI Usut Dugaan Pungli Aparat di Beoga

Relawan Rampai Nusantara Papua Minta Wapres Gibran Buka Kembali Penerbangan Internasional Bandara Biak

Walhi Papua Ajak Masyarakat Papua Pilih Pemimpin yang Pro Lingkungan Demi Kelestarian Tanah Papua

Beli Bensin, Dituduh TPNPB: Son Balingga Ditahan Tanpa Dasar Hukum di Koramil Yahukimo

TAGGED:Aksi Tolak Perampasan Tanah Adat PapuaAktivis AMPPTAP TerlukaBentrok di Abepura

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link
Previous Article AMPPTAP Desak Penarikan Militer dan Hentikan Perampasan Tanah Adat di Tanah Papua
Next Article Perempuan Lani dan Tali atau Cawat
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Iklan dari Nirmeke.com
Ad image

Berita Hangat

Wapres Gibran Kunjungi Pasar Potikelek Wamena, Mama-Mama Papua Sampaikan Aspirasi Modal hingga Keamanan
Ekonomi & Bisnis Infrastruktur
2 days ago
Simbol Sakral Bukan Kostum Politik
Artikel Catatan Aktivis Papua
2 days ago
GPMR-I Tuntut Bupati Intan Jaya Temui Massa Aksi, Soroti Krisis Kemanusiaan dan Darurat Militer
Polhukam Siaran Pers Tanah Papua
3 days ago
Uskup Timika Tolak PSN Sawit: “Masyarakat Butuh Hutan, Bukan Kebun Kelapa Sawit”
Lingkungan Polhukam Tanah Papua
6 days ago
Baca juga
EditorialTanah Papua

LEBIH BAIK MRP DI BUBARKAN

2 years ago
PolhukamTanah Papua

KNPB Tegaskan Disiplin Perjuangan, Klarifikasi Pernyataan Jubir TPNPB

2 months ago
PolhukamSiaran PersTanah Papua

TPNPB Kodap XXVII Sinak Bantah Klaim TNI: Empat Pemuda yang Disebut Menyerah adalah Pelajar SMP

6 months ago
PolhukamTanah Papua

Sidang Kasus Penembakan Thobias Silak: Dua Saksi Anak Ungkap Kronologi di Depan Majelis Hakim

6 months ago
HeadlineTanah Papua

Ketua Dewan Adat Papua Apresiasi Penyampaian Isu Papua di Sidang PBB

9 months ago
Tanah Papua

Putusan Praperadilan Johannes Rettob Gugur di PN Tipikor Jayapura

3 years ago
Tanah Papua

Pemda Jayawijaya Sudah Sediakan Lokasi Kantor Gubernur Tapi Bukan di Welesi

3 years ago
Tanah Papua

Pendukung 40 Distrik Jayawijaya Siap Menangkan Athenius Murib dan Ronny Elopere

1 year ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?