Wamena, nirmeke.com — Musyawarah Besar (Mubes) pertama Suku Wio yang digelar pada Jumat, 26 September 2025, di Aula Bethesda Silimo Siloam, menjadi momentum penting untuk menguatkan keamanan sosial dan pengelolaan wilayah yang berkelanjutan di Kota Wamena.
Acara ini dihadiri oleh berbagai perwakilan keluarga besar Suku Wio serta tokoh masyarakat adat yang berkomitmen untuk menyatukan aspirasi dan merumuskan langkah strategis menghadapi berbagai tantangan sosial yang tengah melanda wilayah tersebut. Salah satu fokus utama dalam musyawarah ini adalah meningkatnya masalah keamanan, khususnya kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat.
Dalam diskusi, peserta menekankan perlunya peningkatan pengawasan dan penegakan hukum yang lebih efektif agar tercipta rasa aman bagi seluruh warga, khususnya masyarakat adat yang selama ini menjadi salah satu pihak paling terdampak.
Selain itu, Mubes juga membahas pentingnya pengelolaan wilayah secara berkelanjutan, dengan melakukan pemetaan tata ruang yang adil dan transparan. Pemetaan ini mencakup pengalokasian lahan untuk perkantoran, perumahan, industri, serta pertanian, yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan potensi wilayah. Langkah ini diharapkan dapat mendorong pembangunan yang inklusif dan menjaga kelestarian lingkungan.
Bupati Jayawijaya, Atenius Murib, hadir memberikan dukungan penuh atas upaya yang dilakukan oleh Suku Wio. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat adat dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang menghormati hak-hak masyarakat lokal dan memperhatikan keberlanjutan wilayah.
Musyawarah Besar Suku Wio ini diharapkan menjadi awal yang kuat dalam memperkuat peran masyarakat adat dalam pengambilan keputusan, sehingga keamanan sosial dan tata kelola wilayah di Wamena dapat berjalan seiring demi kemajuan bersama.(*)
