Jakarta, nirmeke.com — Pemerintah Kabupaten Yahukimo kembali mencatat prestasi di tingkat nasional. Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, S.H., M.H., menerima penghargaan dalam rangkaian Gebyar Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) serta Peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) ke-59 di Gedung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Jakarta Pusat.
Penghargaan tersebut diberikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI bersama UNESCO sebagai apresiasi atas komitmen Yahukimo dalam percepatan penurunan angka buta aksara. Melalui program Yahukimo Cerdas, pemerintah daerah menghadirkan inovasi pendidikan formal, nonformal, serta layanan literasi hingga pelosok distrik.
Dalam momentum ini, hanya empat daerah yang menerima penghargaan, yakni Kabupaten Yahukimo (Papua Pegunungan), Kabupaten Jeneponto (Sulawesi Selatan), Kabupaten Landak (Kalimantan Barat), dan Kabupaten Jember (Jawa Timur). Yahukimo tercatat sebagai satu-satunya kabupaten di Tanah Papua yang berhasil meraih penghargaan nasional pada HAI ke-59.
“Puji syukur kepada Tuhan, hari ini Yahukimo mendapat kepercayaan sebagai penerima penghargaan. Dari delapan kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan, hanya Yahukimo yang berdiri di sini. Ini buah kerja keras bersama melalui program Yahukimo Sehat, Cerdas, dan Mandiri,” ujar Bupati Didimus Yahuli.
Menurutnya, program literasi difokuskan pada masyarakat usia 15–50 tahun yang belum sempat mengenyam pendidikan formal. Pemda menggandeng yayasan pendidikan, PKK, UNICEF, PAUD, dan komunitas relawan untuk membuka akses belajar, membangun perpustakaan, serta menyediakan pendidikan kesetaraan paket A, B, dan C.
“Literasi adalah pintu menuju kesejahteraan. Melalui literasi, masyarakat bisa lebih siap menghadapi tantangan hidup. Karena itu, kami akan terus berkolaborasi demi menuntaskan buta aksara di Yahukimo,” tegasnya.
Meski sebagian wilayah Yahukimo masih sulit dijangkau, program belajar sudah berjalan di 36 dari 51 distrik, termasuk daerah kategori sangat tertinggal.
Dengan penghargaan ini, Bupati Yahuli berharap semakin banyak daerah terdorong memperkuat gerakan literasi.
“Penghargaan ini bukan akhir, tapi awal semangat baru. Mari bergandengan tangan mewujudkan visi besar Yahukimo: mencetak SDM yang cerdas, sehat, mandiri, dan berdaya saing. Selamat Hari Aksara Internasional ke-59, mari terus berjuang untuk generasi emas Indonesia,” tutupnya.
Pewarta: Vekson Aliknoe
