Wamena, nirmeke.com – Ibadah syukur memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Perempuan Gereja Injili di Indonesia (GIDI) yang ke-22 berlangsung khidmat dan penuh sukacita di Gereja GIDI Yerusalem, Wamena, Selasa (16/9/2025). Ratusan ibu-ibu GIDI dari Klasis Lembah Balim dan sejumlah tokoh masyarakat hadir dalam momen penting tersebut.
Acara ini menjadi ajang refleksi peran perempuan dalam kehidupan keluarga, gereja, dan masyarakat. Dalam khotbahnya, Pdt. Minus Wanimbo, S.Th, menegaskan bahwa penyebab kejatuhan manusia dalam dosa adalah Iblis, bukan Hawa. Ia mengingatkan perempuan GIDI untuk tetap menjadi pilar keluarga dan agen perubahan di tengah masyarakat.
Usai ibadah, dilanjutkan dengan seminar sehari yang menghadirkan dua pemateri. Bpk. Yason Kenelak, M.Th, menyampaikan pentingnya kehidupan kekal.
“Kita boleh melakukan banyak hal di dunia ini, tetapi yang terpenting adalah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi agar mendapat tempat di kehidupan yang kekal,” ujar Yason.
Materi kedua disampaikan Ibu Idawati yang membahas pemberdayaan perempuan melalui pendekatan holistik di bidang kesehatan. Menurutnya, kesehatan perempuan harus mencakup aspek fisik, mental, sosial, dan spiritual.
“Pemberdayaan perempuan di bidang kesehatan adalah investasi penting untuk menciptakan keluarga dan masyarakat yang sehat. Perempuan yang sehat dan berdaya mampu memberi kontribusi optimal bagi pembangunan,” tegas Idawati.
Ia juga mengajak perempuan GIDI untuk aktif mencari informasi kesehatan, mengambil keputusan yang tepat bagi diri dan keluarga, serta terus mengembangkan diri agar dapat berperan dalam memajukan masyarakat.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pemberian bantuan berkat untuk mendukung penyelenggaraan HUT Perempuan GIDI ke-22.
Dengan semangat perayaan tahun ini, diharapkan perempuan GIDI semakin termotivasi untuk berkarya, berinovasi, dan memberi kontribusi nyata bagi gereja, keluarga, dan masyarakat. (*)
