Elelim, nirmeke.com — Suasana ibu kota Kabupaten Yalimo, Elelim, mendadak mencekam saat deretan kios milik pedagang non-Papua terbakar dalam kerusuhan pada Selasa (16/9/2025). Ketika api mulai melalap bangunan, warga dikejutkan oleh suara letusan peluru yang terdengar jelas dari dalam salah satu kios.
Menurut saksi mata di lokasi, letusan peluru terjadi berulang kali seiring kobaran api yang semakin membesar. “Kami semua kaget, karena suara seperti tembakan terdengar dari arah kios yang terbakar,” ujar seorang warga Elelim yang enggan disebut namanya.
Peluru Diduga Milik Aparat
Informasi yang beredar menyebutkan, di dalam kios tersebut tersimpan amunisi milik aparat yang dititipkan kepada pemilik kios. Saat kebakaran terjadi, panas yang ekstrem membuat peluru-peluru itu meledak secara beruntun.
Ledakan peluru ini memicu kepanikan massa yang sebelumnya sudah berkumpul di sekitar lokasi pembakaran. Banyak warga berlarian mencari perlindungan karena khawatir terjadi tembak-menembak antara aparat dan massa, padahal suara letusan berasal dari peluru yang terbakar.
Kios dan Rumah Dibakar
Kerusuhan di Elelim bermula dari dugaan ujaran rasis terhadap seorang siswa SMA asal Yalimo. Massa yang marah membakar rumah milik oknum yang diduga melontarkan ujaran tersebut. Api kemudian merembet ke deretan kios milik pedagang non-Papua dan membakar habis puluhan bangunan.
Selain kios, rumah dinas dan fasilitas Polres Yalimo juga dirusak massa. Hingga malam hari, api baru bisa dipadamkan setelah aparat gabungan TNI-Polri melakukan pengamanan ketat di sekitar kota.
Status Elelim Darurat
Kapolres Yalimo bersama satuan Brimob tambahan dari Wamena masih siaga di lokasi untuk mencegah kerusuhan lanjutan. Pemerintah daerah menetapkan situasi darurat dan mengimbau masyarakat tetap tenang.
Polda Papua menegaskan bahwa peristiwa meledaknya peluru akan diselidiki. “Kami akan periksa bagaimana peluru bisa tersimpan di kios milik warga sipil dan memastikan kejadian ini tidak terulang,” ujar seorang pejabat Polda Papua.(*)
Laporan Warga
