Wamena, nirmeke.com — Kasus penganiayaan terhadap dua karyawan PT Pilamo Bakery Wamena, Ari dan Leon, oleh dua oknum anggota TNI non organik berinisial Sertu JS dan Sertu HO kembali memicu keresahan warga. Peristiwa ini terjadi pada Kamis (11/9/2025) malam di dalam toko roti tersebut.
Rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi pemukulan itu viral di media sosial dan menyulut kemarahan warga Flobamora serta masyarakat Wamena. Mereka langsung melaporkan kasus ini ke Subdenpom Wamena.
Komandan Subdenpom Wamena, Lettu CPM Raka Yudhistira Amri, membenarkan adanya laporan tersebut.
“Sejak semalam kita sudah menerima pengaduan dan telah mengajukan surat permohonan visum ke RSUD Wamena. Kami menunggu hasil visum dan korban akan membuat laporan resmi agar diproses sesuai hukum yang berlaku di lingkungan TNI,” jelasnya di Kantor Subdenpom Wamena, Jumat (12/9/2025).
Raka mengungkapkan, peristiwa itu dipicu persoalan parkir. Dua oknum anggota TNI yang baru selesai berolahraga di Baliem Pilamo mendapati motor mereka bergeser dan kunci cakram rusak. Selain itu, lokasi parkir ditempati sebuah truk air.
“Melihat itu, kedua oknum anggota terpancing emosi dan mencari sopir truk. Namun mereka justru bertemu korban Yohanes Arifin Rolin, lalu terjadilah penganiayaan yang terekam CCTV,” ujarnya.
Saat ini, Sertu JS dan Sertu HO telah ditahan sementara oleh kesatuannya.
“Kami memiliki prosedur penahanan sementara di TNI. Penahanan dilakukan untuk mencegah pelaku melarikan diri atau mengulangi perbuatannya,” tambah Raka.
Namun, insiden ini memperpanjang daftar kasus keterlibatan TNI non organik yang dikeluhkan masyarakat Wamena. Warga menilai kehadiran pasukan non organik selama ini kerap menimbulkan rasa takut dan ketidaknyamanan. Sebelumnya, warga di Distrik Ibele dan Mugi juga melaporkan tindakan intimidasi dan teror yang diduga dilakukan aparat non organik terhadap warga sipil.
Masyarakat sipil dan tokoh lokal meminta agar aparat penegak hukum tidak hanya menghukum pelaku, tetapi juga mengevaluasi kehadiran TNI non organik di Wamena. Mereka berharap keamanan di kota Wamena dikembalikan ke situasi yang damai dan menghormati hak-hak warga sipil.(*)
Pewarta: Grace Amelia
