Wamena, nirmeke.com – Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, menegaskan pemerintah daerah siap menampung dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat, termasuk yang disuarakan dalam aksi unjuk rasa Asosiasi Kepala Desa Jayawijaya di kantor bupati. Pernyataan itu disampaikan Bupati usai aksi sempat diwarnai kericuhan.
“Di depan saya, Bupati dan Wakil Bupati, kami sampaikan terima kasih kepada para kepala desa yang sudah menyuarakan aspirasi. Aspirasi itu sudah diterima langsung oleh Ketua Komisi DPRD Jayawijaya, Bapak Wenda, dan akan dibahas bersama anggota DPRD lainnya yang saat ini sedang berada di Jakarta untuk membawa aspirasi rakyat,” ujar Atenius, beberapa waktu lalu.
Ia menegaskan pemerintah memiliki mandat dari masyarakat untuk bekerja selama lima tahun dan telah menunjukkan hasil kerja nyata dalam 100 hari pertama kepemimpinan.
“Jangan ada yang mengganggu dengan aksi-aksi yang tidak konstruktif. Kami sudah bekerja keras. Jika ada yang menilai kami gagal, silakan sampaikan dengan cara yang benar, bukan dengan mengganggu jalannya pemerintahan,” tegasnya.
Bupati juga menyoroti tudingan terhadap aparat kepolisian yang dianggap tidak bekerja dengan hati. Ia menyatakan Kapolres Jayawijaya saat ini sudah bekerja dengan baik dan meminta semua pihak menghentikan aksi-aksi yang diduga bermuatan sponsor.
“Kami ingin kota ini aman. Jangan ada yang memprovokasi. Kalau ada aparat yang tidak bekerja sesuai aturan, saya siap melaporkannya ke Kapolda dan Presiden,” tambahnya.
Terkait tata kelola pemerintahan desa, Atenius mengingatkan agar semua pihak menjalankan aturan pemilihan kepala kampung sesuai undang-undang, bukan hanya mengutip regulasi tanpa melaksanakannya dengan benar.
“Selama 15 tahun terakhir, apakah pemilihan kepala kampung sudah dilakukan secara sah? Itu yang harus kita evaluasi bersama. Pemerintah daerah punya kewenangan memperbaiki tata kelola agar pelayanan ke masyarakat lebih baik,” pungkasnya.(*)
Pewarta: Grace Amelia
