Wamena, nirmeke.com – Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, S.H., M.H., didampingi Forkopimda, meresmikan pengoperasian Terminal Kargo Bandara Kelas I Wamena, Sabtu (6/9/2025). Peresmian ditandai dengan pemotongan pita serta uji coba fasilitas X-ray.
Peresmian terminal ini tidak hanya dimaknai sebagai fasilitas transportasi, tetapi juga bagian dari strategi Pemkab Jayawijaya dalam menekan persoalan kamtibmas, membuka lapangan kerja, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan mendukung sektor pertanian lokal.
Bupati Atenius menegaskan, terminal kargo akan menertibkan arus barang keluar-masuk Wamena melalui pemeriksaan X-ray.
“Semua minuman keras, narkoba, senjata tajam, dan barang terlarang lainnya akan tersaring. Dengan begitu, dampak konflik akibat miras dan benda berbahaya bisa ditekan,” ujarnya.
Selain fungsi pengawasan, terminal ini juga diharapkan menciptakan lapangan kerja baru bagi pemuda Jayawijaya.
“Ini baru terminal kargo, ke depan kami menargetkan anak-anak Lembah Baliem bisa bekerja di maskapai sebagai pilot, pramugari, mekanik, dan profesi penerbangan lainnya,” tambahnya.
Dari sisi fiskal, pengoperasian terminal kargo diproyeksikan mendongkrak PAD Jayawijaya. Hal ini penting mengingat posisi Wamena sebagai ibu kota Provinsi Papua Pegunungan akan menambah beban tanggung jawab pemerintah daerah.
Bupati juga menekankan dampak positif bagi sektor pertanian. Dengan kargo resmi, produk unggulan Jayawijaya – mulai dari hortikultura, persawahan, hingga buah-buahan – dapat dikirim keluar daerah melalui maskapai yang selama ini pulang dalam keadaan kosong.
“Komoditas kita yang organik punya nilai jual tinggi. Ini tantangan sekaligus peluang bagi petani untuk lebih tekun dan produktif,” jelas Atenius.
Peresmian terminal kargo ini melengkapi sejumlah kebijakan Pemkab Jayawijaya sebelumnya dalam menjaga stabilitas daerah, termasuk pembentukan Tim Gabungan pemberantasan miras dan narkoba, Polisi Baliem, hingga program Rekonsiliasi Kondisi Daerah.(*)
Sumber: Media Jayawijaya
