Wamena, nirmeke.com — Dalam aksi mengenang satu tahun penembakan Tobias Silak, ratusan warga melakukan orasi, membacakan puisi, hingga menyalakan lilin sebagai simbol duka dan protes di depan tugu salib kota Wamena.
Mengusung tema “Satu Tahun Menunggu Keadilan”, massa mendesak negara serius mengusut kasus penembakan yang melibatkan aparat negara dan meminta semua pihak yang terlibat dimintai pertanggungjawaban hukum.
Di tengah aksi tersebut, Isak Silak, ayah almarhum, menyampaikan jeritan hatinya di hadapan publik. Dengan suara bergetar, ia mengatakan proses hukum yang berjalan lamban telah menambah luka keluarga.
“Sudah hampir satu tahun kasus Tobias terus berlanjut tanpa putusan yang pasti, seakan sengaja dibiarkan tanpa ada keadilan,” ujarnya, Kamis (22/8/2025).
Isak mengenang anaknya sebagai pribadi yang baik, jauh dari kriminalitas, dan selalu murah senyum. “Anak kami orang baik. Apakah hanya karena senyumnya ia harus dibunuh? Mereka (pelaku) harus dihukum berat sesuai perbuatannya,” tegasnya.
Keluarga korban menilai penembakan yang dilakukan aparat negara tak boleh dibiarkan begitu saja. Bukan hanya dua terdakwa, tetapi semua pihak yang terlibat wajib diproses hukum dan diberi hukuman setimpal.
“Kami tidak menuntut banyak, hanya minta pelaku dihukum seberat-beratnya. Jangan mereka tinggal makan enak sementara kami menderita kehilangan anak kami,” tambah Isak.
Ia juga menegaskan keluarga menolak penyelesaian adat, namun keadilan lewat hukum negara tetap yang utama agar ada efek jera bagi pelaku. “Mereka sudah melanggar hukum firman Tuhan dan hukum di republik ini. Kami hanya minta keadilan,” ujarnya.
Selain itu, keluarga menolak persidangan daring dan menuntut saksi dihadirkan langsung di pengadilan agar proses hukum berjalan transparan dan adil.(*)
Pewarta: Grace Amelia
