Dekai, nirmeke.com — Dalam rangka memperingati tujuh tahun peristiwa rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya pada 2019, Aliansi Pelajar Se-Yahukimo (APY) menggelar diskusi di Kedung Kor Abyu, Sabtu (16/8/2025).
Kegiatan berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 12.30 WIT dan diikuti oleh pelajar dari tingkat SD, SMP, SMA/SMK hingga pemuda Yahukimo.
Materi utama diskusi dibawakan oleh Nifal Yelli Enggalim dengan sorotan: “Rasisme Masih Berakar di Papua.” Para peserta terlihat antusias mengikuti jalannya kegiatan, meski sempat mendapat pembatasan dari aparat Polres Yahukimo.
Ketua Panitia, Menas Helembo, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelajar yang hadir. Ia menegaskan bahwa rasisme merupakan musuh bersama umat manusia dan harus terus dilawan.
“Protes orang Papua terhadap stigma rasisme tidak boleh dilupakan. Karena itu, bulan Agustus kami tetapkan sebagai bulan peringatan rasisme yang akan diperingati setiap tahun,” ujar Helembo.
Sementara itu, Ketua APY, Nias Yual, menutup kegiatan dengan menyampaikan terima kasih kepada peserta serta membacakan pernyataan sikap resmi organisasi.
Pernyataan Sikap APY:
- Menolak lupa peristiwa rasisme tujuh tahun lalu yang merendahkan martabat dan kehormatan bangsa Papua.
- Menetapkan bulan Agustus sebagai Bulan Rasisme yang akan diperingati setiap tahun oleh setiap generasi.
- Mendesak Pemerintah Daerah dan Polres Yahukimo segera membebaskan Feron Kabak, korban salah tangkap, tanpa syarat.
Pewarta: Vekson Aliknoe
