Wamena, nirmeke.com – Seminar sehari bagi para pemuda Baptis dari wilayah Danime, Karu, dan Yuga resmi dibuka di Gereja Baptis Yigimbua, Wilayah Karu, Kamis (7/8/2025). Kegiatan yang akan berlangsung selama empat hari hingga Minggu (10/8/2025) ini mengusung tema “Pemuda Baptis Beriman, Berkarakter dan Berpengetahuan”.
Seminar tersebut diinisiasi oleh Departemen Pemuda Baptis West Papua dan dibuka secara resmi oleh Penasehat Badan Pelayan Pusat Persatuan Gereja Baptis West Papua (BPP-PGBWP), Daud Wenda. Dalam sambutannya, Daud menekankan pentingnya peran strategis pemuda sebagai aset gereja dan bangsa.
“Semua berawal dari guru. Guru pertama adalah orang tua di rumah, lalu guru di sekolah, dan selanjutnya lingkungan. Seminar ini adalah langkah awal untuk membentuk generasi yang sadar akan tanggung jawabnya,” ujar Daud Wenda.
Ketua Departemen Pemuda Baptis West Papua, Akia Wenda, turut memberikan motivasi kepada para peserta agar tidak hanya bergantung pada orang lain dalam membangun masa depan.
“Ketika tempat ini menerima seminar dengan hati terbuka, itu pertanda ada kerinduan akan perubahan. Jangan berharap banyak kepada orang lain. Berdirilah di atas kaki sendiri, minumlah dari sumur pemuda sendiri, berdoalah dan bekerjalah,” tegas Akia.
Kegiatan ini dirancang sebagai ruang refleksi dan pembelajaran bagi pemuda gereja, dengan lima isu strategis yang menjadi fokus utama pembahasan: Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi Kreatif, Pengembangan Iman dan Hak Asasi Manusia (HAM).
Seminar juga akan menghadirkan Forum Group Discussion (FGD) untuk menggali situasi dan tantangan pelayanan yang dihadapi pemuda di setiap wilayah dan gereja.
Sementara itu, Ketua Panitia Seminar, Kamius Wakur, S.Th, menyampaikan bahwa persiapan acara dilakukan dengan semangat syukur.
“Hari ini kami telah mempersembahkan hasil bumi sebagai ucapan syukur atas berkat Tuhan. Kami percaya seminar ini akan membawa dampak besar bagi generasi muda gereja,” ujarnya kepada media, Rabu (6/8).
Menurut Kamius, dukungan penuh dari kader dan intelektual Baptis di wilayah Danime, Karu, dan Yuga sangat dibutuhkan untuk menyukseskan acara. Beberapa wilayah tetangga seperti Yudipo, Yigipalu, Gupura, serta Gereja Otonom Wunume dan Pirambor juga turut berpartisipasi.
Acara seminar juga akan dirangkaikan dengan pelantikan pengurus baru Koordinator DAKAYU sebagai bagian dari proses regenerasi dan pembaruan pelayanan.
Dalam semangat kesederhanaan, peserta seminar diimbau membawa bekal makanan seperti ubi, sayur, dan buah-buahan untuk menunjang kebutuhan konsumsi selama kegiatan berlangsung.
Selain diskusi dan pembelajaran, seminar juga dimeriahkan dengan penampilan tarian dari pemuda Wilayah Karu, sebagai bentuk apresiasi terhadap budaya dan ekspresi iman generasi muda Baptis di West Papua.(*)
