Tiyom, Nirmeke.com — Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya secara resmi meluncurkan Batik Noken Lanny Jaya, karya seni yang memadukan nilai budaya lokal dengan sentuhan kreatif modern. Peluncuran ini menjadi salah satu momen utama dalam rangkaian Festival Budaya Lanny Jaya ke-4 yang berlangsung di halaman Kantor DPRD, Senin (4/8/2025).
Bupati Lanny Jaya, Aletinus Yigibalom, didampingi Wakil Bupati Fredi Ginia Tabuni, Ketua DPRD, pimpinan OPD, serta unsur Muspida, hadir dalam peluncuran tersebut. Batik ini diperkenalkan sebagai simbol baru identitas budaya masyarakat Lanny Jaya.
“Selama 10 tahun kami merancang batik khas ini, dan desainnya terus berkembang. Hari ini menjadi momen bersejarah karena Batik Noken Lanny Jaya resmi kami luncurkan untuk publik,” ujar Bupati Aletinus.
Ia mengatakan, batik ini juga akan diserahkan langsung kepada Gubernur Papua Pegunungan sebagai bentuk apresiasi dan kenang-kenangan dari masyarakat Lanny Jaya.
“Gubernur sudah meminta agar batik ini diserahkan secara resmi, dan kami sudah siapkan. Batik ini akan ditandatangani sebagai simbol bahwa inilah identitas budaya kami,” tambahnya.
Mengangkat Motif dan Warna Asli Suku Lanny
Desainer utama batik, Yotran Yigibalom, menjelaskan bahwa semua unsur dalam batik ini berasal dari akar budaya Suku Lanny. Warna-warna yang digunakan seperti putih, kuning, cokelat, dan hijau, berasal dari sumber alam dan memiliki makna filosofis.
“Putih dari keladi hutan, kuning dari tanaman Tenombeni, Lawi-lawi, dan Yuwangen. Semua warna ini mencerminkan nilai kehidupan masyarakat Lanny,” ujar Yotran.
Ia menyebutkan bahwa desain batik ini telah dikembangkan sejak festival pertama dan terus disempurnakan berdasarkan masukan dari masyarakat.
“Kami kembangkan ide ini lebih dari empat tahun. Hari ini bisa terwujud di bawah kepemimpinan Bupati Aletinus dan Wakil Bupati Fredi,” katanya.
Sementara itu, Desainer Grafis Daniel R. Kogoya berharap batik ini dapat digunakan secara luas, khususnya oleh ASN di lingkungan pemerintah daerah.
“Batik ini harus dijaga agar tidak punah. ASN harus bangga memakainya sebagai pakaian resmi, karena ini adalah batik asli Lanny dengan motif noken khas,” ujarnya.
Peluncuran Batik Noken Lanny Jaya menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam mengangkat budaya lokal ke panggung nasional, sekaligus memperkuat identitas dan ekonomi kreatif masyarakat.
Makna Simbolik Motif Batik Lanny Jaya:
- Noken (Yumogg’i): Simbol ekonomi dan eksotisme, sebagai wadah pengisi.
- Gelang: Perhiasan khas laki-laki.
- Mata Uang: Alat tukar dalam sistem perdagangan tradisional Suku Lanny.
- Rumah: Simbol rumah tradisional suku.
- Kopi: Komoditas pertanian dan agro wisata.
- Kapak Batu dan Gepe: Alat pemotong dan penjepit makanan.
- Burung Nuri Jantan (ekor dua): Perhiasan mahkota kepala suku.
- Burung Nuri Betina: Simbol kekayaan wanita.
- Daun Ubi dan Bunga: Melambangkan pangan lokal dan keindahan alam.
Pewarta: Yance Wenda
Editor: Aguz Pabika
