Jayapura, nirmeke.com — Himpunan Mahasiswa Pelajar Jayawijaya (HMPJ) kota studi Jayapura menggelar kegiatan pembentukan Panitia Kongres VIII dan jumpa pers yang menyoroti belum terealisasinya bantuan studi akhir dari Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Dinas Pendidikan.
Kegiatan tersebut berlangsung di Asrama Pemda Jayawijaya, Nayak II, Kota Jayapura, pada Jumat (18/07/2025). Dalam agenda tersebut, HMPJ menegaskan pentingnya komitmen pemerintah dalam menjawab kebutuhan mahasiswa Jayawijaya, terutama mereka yang tengah menyelesaikan studi di Kota Jayapura.
Ketua Umum HMPJ, Naila Siep, mengatakan bahwa hingga saat ini bantuan studi akhir yang telah dianggarkan dari dana APBD belum juga disalurkan. Padahal, pihak HMPJ telah mengumpulkan sekitar 200 data mahasiswa sejak April 2025.
“Kami menyikapi persoalan bantuan studi akhir yang belum terealisasi dan validasinya belum jelas. Karena itu, kami mengambil langkah untuk memantau kinerja Pemda Jayawijaya, khususnya Dinas Pendidikan, agar segera menyalurkan dana tersebut kepada mahasiswa studi akhir,” ujar Siep.
Siep juga menekankan agar penyaluran bantuan dilakukan secara transparan dan merata, berdasarkan data valid yang telah dikirimkan oleh mahasiswa. Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada informasi detail terkait tindak lanjut dari pihak Dinas Pendidikan, selain jawaban bahwa proses masih berjalan.
Tuntutan HMPJ kepada Pemerintah Daerah, dalam konferensi pers tersebut, HMPJ menyampaikan empat tuntutan utama:
- Mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya untuk segera merealisasikan bantuan studi akhir sesuai dengan data mahasiswa yang telah dikumpulkan, yakni sekitar 200 orang.
- Meminta pencairan dana operasional HMPJ guna mendukung kelancaran penyelenggaraan Kongres VIII HMPJ.
- Memberikan tenggat waktu satu minggu kepada Dinas Pendidikan untuk memberikan jawaban resmi kepada mahasiswa di Kota Studi Jayapura.
- Melakukan aksi demonstrasi apabila dalam waktu satu minggu tidak ada respons atau realisasi dari pihak terkait.
Menurut Siep, pembentukan panitia Kongres VIII juga menjadi langkah penting dalam menyongsong akhir masa kepengurusan lama. Kongres ini diharapkan menjadi momentum evaluasi organisasi serta menyusun strategi perjuangan mahasiswa Jayawijaya ke depan, baik di level lokal maupun nasional.
“Kongres ini tidak hanya agenda internal organisasi, tapi juga bagian dari perjuangan bersama. Kami berharap pemerintah, khususnya Dinas Pendidikan, turut mendukung agar kegiatan ini berjalan lancar,” kata Siep menutup pernyataannya.(*)
Pewarta: (CR/AW)
