Wamena, nirmeke.com — Sidang lanjutan kasus kematian Alm. Thobias Silak kembali digelar di Pengadilan Negeri Wamena, Kamis (17/7/2025). Sidang keempat ini mengagendakan pemeriksaan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), namun dari sepuluh saksi yang dijadwalkan, hanya satu orang yang hadir memberikan keterangan.
Sidang dimulai pukul 11.05 WIT dan berakhir pukul 12.29 WIT, dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim bersama dua hakim anggota, dua panitera, serta dihadiri oleh dua orang JPU dan satu penasihat hukum (PH) dari pihak terdakwa. Dari pihak korban, hadir dua penasihat hukum, serta sekitar 50 orang pengunjung yang terdiri dari keluarga korban dan aktivis yang memenuhi ruang sidang utama.
Di awal persidangan, Majelis Hakim menyampaikan surat permintaan penundaan sidang dari tim PH terdakwa. Namun, karena hanya salah satu PH yang berhalangan dan tim lainnya hadir, majelis memutuskan sidang tetap dilanjutkan.
Satu-satunya saksi yang hadir dalam persidangan adalah saksi korban bernama Atita Sub, yang didampingi oleh lima anggota dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Salah satu anggota LPSK ikut mendampingi saksi selama di ruang sidang sesuai arahan majelis hakim.
Dalam pemeriksaan, Ketua Majelis Hakim mengajukan sekitar 70 pertanyaan terkait kronologi kejadian pada 20 Agustus 2024, dari pagi hingga malam saat korban bersama Alm. Thobias Silak. Saksi menyampaikan bahwa korban meninggal akibat tembakan di bagian belakang kepala. Namun, ia tidak dapat memastikan siapa pelaku karena saat kejadian berada dalam kondisi syok dan diperintahkan masuk ke rumah oleh aparat keamanan di Pos Sekla.
Pertanyaan tambahan diajukan oleh dua hakim anggota, sementara JPU memperlihatkan sketsa lokasi kejadian. PH terdakwa hanya menegaskan ulang beberapa pertanyaan sebelumnya. Beberapa terdakwa juga memberikan tanggapan atas kesaksian tersebut, antara lain menyatakan bahwa mereka berada di Polres, bukan di tempat kejadian perkara (TKP), yang disebutkan saksi berjarak 1 hingga 4 kilometer dari Polres.
Dalam persidangan, saksi juga mengajukan barang bukti berupa baju, topi, dan senjata korban. Namun, ponsel, noken, dan dompet milik korban tidak dihadirkan. JPU menyatakan barang tersebut tidak dibawa ke persidangan.
Majelis hakim kemudian meminta agar saksi berikutnya dihadirkan secara langsung, bukan melalui sidang daring (online). JPU sempat menyampaikan bahwa beberapa saksi berada di luar daerah seperti Gorontalo, namun majelis tetap menegaskan kehadiran fisik saksi untuk menjaga kualitas pembuktian.
Sidang akan dilanjutkan pada Senin, 21 Juli 2025 pukul 09.00 WIT dengan agenda mendengarkan keterangan saksi anak atas nama Naro, yang merupakan anak dari korban. Majelis menekankan bahwa sidang pemeriksaan saksi anak akan dilakukan secara tertutup dan hanya dapat diikuti oleh pihak tertentu, serta meminta PH korban menyampaikan hal ini kepada keluarga dan para pengunjung.
Kuasa hukum korban yang hadir dalam persidangan antara lain Henius Asso, Mersi F. Waromi, dan Lasarus Kossay. Mereka bersama keluarga korban serta solidaritas Front Justice For Thobias Silak terus mengawal proses persidangan secara aktif di Wamena.(*)
Pewarta: Aguz Pabika
