Jayapura, nirmeke.com – Di bawah langit Sentani yang cerah pagi itu, sebanyak 16 atlet muda dari Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan, tampak bersiap-siap di Bandar Udara Sentani. Mereka bukan hendak melancong, melainkan membawa mimpi besar menuju Jakarta—berpartisipasi dalam ajang bergengsi Indonesia Challenge Taekwondo Championship 2025.
Rombongan ini terdiri dari siswa-siswi dari jenjang Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi. Ada lima siswa SD, tujuh siswa SMP, dua pelajar SMA, dan dua mahasiswa. Di bawah asuhan pelatih Eduar Habibu, mereka menjalani latihan intensif setiap hari selama berbulan-bulan, menyisakan hanya hari Minggu untuk istirahat. Disiplin dan semangat juang mereka telah dibuktikan sebelumnya dalam berbagai kompetisi.
Salah satu atlet cilik yang menjadi perhatian adalah Sibilina Lovely Uropmabin, gadis mungil kelahiran Jayapura, 23 Maret 2013. Dia bukan atlet biasa—di usianya yang masih sangat belia, Sibilina telah menorehkan prestasi mengesankan. Pada Bharaduta Championship 5 Piala Kemenpora RI di GOR Ciracas, Jakarta Timur (Juli 2024), ia tidak hanya meraih juara satu kategori pra-cadet, tapi juga dinobatkan sebagai atlet terfavorit dari 80-an peserta seluruh Indonesia.
Sibilina adalah simbol dari semangat muda Pegunungan Bintang. Seperti dikisahkan oleh orang tuanya, ia berlatih setiap hari tanpa keluhan. Kini, bersama rekan-rekannya, ia akan bertarung kembali, mengusung harapan masyarakat Pegubin, dan membawa nama baik Papua Pegunungan.
Langkah Besar Menuju Jakarta, Semarang, Hingga Malaysia
Ajang Indonesia Challenge Taekwondo Championship 2025 akan digelar pada 3–6 Juli di Jakarta. Agenda dimulai dengan timbang berat badan, kemudian dilanjutkan dengan pertandingan intensif. Para atlet Taekwondo Pegubin akan beradu teknik dan strategi melawan peserta dari berbagai provinsi lain.
Namun perjuangan mereka tidak berhenti di Jakarta. Turnamen ini juga menjadi gerbang menuju International Taekwondo Championship 2025 di Malaysia, yang akan diselenggarakan pada 15–17 Agustus mendatang. Dalam ajang tersebut, atlet-atlet dari 16 negara akan bersaing, dan tim dari Pegubin berpotensi menjadi wakil Indonesia di level internasional.
Prestasi yang Tak Terbantahkan
Perjalanan tim Taekwondo Pegubin bukanlah kebetulan. Pada Kejuaraan Papua Open 2025 – Piala Gubernur Papua, mereka memborong 35 medali: 17 emas, 9 perak, dan 9 perunggu. Tak hanya itu, mereka meraih peringkat ke-4 secara keseluruhan dan dinobatkan sebagai juara umum dalam tiga kategori senior.
Bupati Pegunungan Bintang dalam pernyataannya menyebut bahwa prestasi ini merupakan bukti bahwa anak-anak muda Pegubin memiliki potensi besar. “Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi bagi atlet-atlet lainnya untuk terus berlatih dan mengembangkan kemampuan mereka,” ujarnya.
Harapan dan Tantangan
Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang menanggung penuh akomodasi dan keberangkatan para atlet. Namun, harapan juga disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan untuk turut memberi dukungan—bukan hanya secara moral, tetapi juga material.
Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah kurangnya fasilitas latihan dan minimnya sponsor. “Kita punya bibit unggul, tapi mereka butuh sistem yang mendukung secara serius dan berkelanjutan,” ujar pelatih Eduar Habibu.
Semangat anak-anak Pegubin menyala, sebagaimana yang dikatakan legenda NBA Michael Jordan: “Every match is final.” Setiap pertandingan bagi mereka adalah langkah menuju mimpi yang lebih besar—bukan sekadar medali, tetapi membuktikan bahwa dari balik pegunungan yang tinggi dan jauh, lahir semangat dan prestasi yang bisa mengharumkan nama Indonesia. (*)
Laporan: Adolus Asemki
