Tiom, nirmeke.com – Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya bersama DPR Provinsi Papua Pegunungan meninjau langsung lokasi rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kampung Kimonikime, Distrik Balingga, Kamis (26/6/2025). Proyek strategis ini ditargetkan menjadi PLTA terbesar di wilayah Papua Pegunungan.
Wakil Bupati Lanny Jaya, Fredi Ginia Tabuni, didampingi Wakil Ketua II DPR Papua Pegunungan, Terius Yigibalom, memimpin kunjungan lapangan yang juga dihadiri perwakilan dinas teknis, anggota DPRD Lanny Jaya Desman Wenda, kepala distrik, kepala kampung, dan masyarakat pemilik hak ulayat.
Dalam keterangannya, Fredi Tabuni mengatakan pembangunan PLTA di Sungai Balim akan menjadi tonggak penting kemandirian energi di wilayah tersebut. Menurutnya, potensi energi air yang dimiliki sangat besar dan mampu melayani kebutuhan listrik hingga 100.000 rumah.
“Potensi PLTA di sini sangat besar. Jika terwujud, pembangkit ini bisa melayani listrik untuk 100.000 rumah. Ini sejalan dengan komitmen kami bersama Pak Bupati untuk membangun dari kampung ke kota,” ujarnya.
Wakil Bupati juga mengungkapkan bahwa proyek ini mendapat dukungan penuh dari Universitas Gadjah Mada (UGM), yang telah mengirimkan tim untuk melakukan survei dan studi kelayakan di lokasi.
Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya, lanjutnya, berkomitmen mengawal pembangunan PLTA hingga tahap konstruksi dengan melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta instansi terkait lainnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dari dua distrik, Balingga dan Balingga Barat, yang telah menyerahkan lahan seluas sekitar 5 hektare untuk pembangunan PLTA tersebut.
“Masyarakat melepaskan tanah adat yang selama ini menjadi lokasi berkebun, demi kemajuan daerah. Ini bentuk dukungan luar biasa dari rakyat kami terhadap visi pembangunan jangka panjang,” ujar Fredi.
PLTA Sungai Balim ditargetkan menjadi pemasok utama listrik di kawasan Papua Pegunungan, dengan potensi ekspansi pasokan hingga ke wilayah Jayawijaya, Puncak, Tolikara, dan kota-kota lainnya.
Sementara itu, Wakil Ketua II DPR Papua Pegunungan, Terius Yigibalom, menyebut proyek ini sebagai “proyek multiyears yang strategis” dan menekankan perlunya sinergi lintas pemerintahan, data, dan pembiayaan yang solid.
“Kami sudah sampaikan saat Musrenbang kepada Gubernur dan Kepala Bappeda. Ini bukan proyek kecil. Ini besar dan membutuhkan pembiayaan yang serius, maka data dan survei teknis harus lengkap,” tegasnya.
Terius juga menekankan bahwa dampak pembangunan PLTA tidak hanya menghasilkan listrik, tetapi akan memicu pembangunan infrastruktur pendukung seperti jalan, perumahan, sekolah, dan fasilitas kesehatan.
“Kalau ini jalan, otomatis jalan dibangun, perumahan muncul, layanan pendidikan dan kesehatan pun ikut berkembang. Ini dampak yang harus kita pikirkan bersama,” katanya.
Ia menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah mendukung pembangunan ini dengan menyerahkan lahan, dan berharap seluruh pihak dapat terus bersinergi agar proyek ini dapat segera terwujud dan memberi manfaat luas bagi masyarakat Papua Pegunungan.(*)
Pewarta: Aguz Pabika
