Wamena, nirmeke.com – Laga grand final perebutan juara 3-4 Liga 4 Zona Papua Pegunungan antara Bumi Baliem dan Persilanny berlangsung di Stadion Pendidikan Wamena pada Rabu (2/4/2025) sore.
Dalam pertandingan tersebut, Bumi Baliem yang merupakan tim tuan rumah berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 atas Persilanny.
Pertandingan dimulai dengan tempo yang relatif tenang. Kedua tim saling melancarkan serangan, namun Bumi Baliem tampil solid berkat kokohnya lini belakang mereka. Pada babak pertama, Persilanny memperoleh dua peluang emas, namun gagal memanfaatkannya dengan baik.
Gol yang memecah kebuntuan tercipta pada menit ke-21. Very Kenelak dari Bumi Baliem berhasil mencetak gol melalui kerja sama umpan satu-dua di dalam kotak penalti, mengubah kedudukan menjadi 1-0 yang bertahan hingga babak pertama usai.
Memasuki babak kedua, Persilanny tampil lebih dominan dengan permainan cepat yang dipimpin oleh kapten tim, Alex Yogibalom. Tim ini berhasil menciptakan sejumlah peluang, namun tidak ada yang membuahkan gol hingga akhir pertandingan. Skor 1-0 bertahan untuk keunggulan Bumi Baliem, yang memastikan mereka meraih posisi ketiga di Liga 4 Zona Papua Pegunungan.
Pelatih Bumi Baliem, Oktovianus Maniani, menyatakan kepuasannya atas hasil yang diraih oleh anak asuhnya.
“Semua strategi yang diterapkan, baik dalam bermain tenang maupun menyerang, berjalan dengan baik sehingga kami berhasil meraih juara tiga hari ini,” ujarnya.
Oktovianus juga menambahkan, timnya akan terus berbenah dan mempersiapkan diri untuk kompetisi selanjutnya.
“Tentu kami akan mengevaluasi sektor-sektor yang masih perlu perbaikan agar lebih siap menghadapi tantangan berikutnya,” katanya.
Di sisi lain, Pelatih Persilanny, Anis Kogoya, mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Tuhan atas kesempatan yang diberikan kepada timnya. Meskipun gagal meraih kemenangan, Kogoya menganggap kekalahan ini sebagai pengalaman berharga.
“Pertama-tama, saya mengucapkan terima kasih kepada Tuhan yang telah memberikan kesempatan bagi kami untuk sampai sejauh ini. Kekalahan ini adalah bagian dari sepak bola,” ujar Kogoya.
Kogoya juga merasa puas meski timnya tidak keluar sebagai pemenang. “Sebagai pelatih, saya merasa puas karena meskipun baru pertama kali bergabung, tim kami mampu mencapai empat besar. Kami tidak pernah kalah tiga kali, bahkan dua kali menang dan satu kali kalah. Hari ini kami kalah 1-0, namun saya tetap merasa puas dengan perjuangan tim,” tutupnya. (*)
Pewarta: aguz Pabika
