Jakarta, nirmeke.com – Kasus penembakan yang menewaskan Tobias Silak dan menyebabkan Naro Dapla mengalami kritis di Dekai, Yahukimo, pada 20 Agustus 2024, tengah mendapat perhatian luas dari masyarakat Papua. Kejadian tersebut melibatkan anggota Brimob Satuan Ops Damai Cartenz, yang hingga kini masih terus diselidiki.
Herlina Sobolim, Koordinator Umum Front, menjelaskan bahwa Polda Papua telah membentuk tim penyidik segera setelah laporan polisi diterima pada malam hari kejadian. Tim ini telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan dari lebih dari 30 saksi, dan menyita barang bukti baik dari pelaku maupun korban. Selanjutnya, tim penyidik juga menggelar perkara untuk mendalami bukti yang ada.
“Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Republik Indonesia juga turun tangan dengan melakukan investigasi di Kabupaten Yahukimo pada 23-26 Agustus 2024. Hasil investigasi tersebut, yang dikeluarkan pada 16 Desember 2024, menyebutkan ada empat oknum anggota Satuan Ops Damai Cartenz yang terlibat dalam peristiwa penembakan ini. Bahkan, dalam laporan tersebut, Komnas HAM menyebutkan inisial pelaku yang seharusnya sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Papua,” ujarnya.
Namun, meski ada bukti yang cukup kuat, Polda Papua baru menetapkan dua pelaku sebagai tersangka pada 13 Januari 2025 melalui Surat Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP). Padahal, hasil investigasi Komnas HAM mengungkapkan bahwa ada empat oknum yang terlibat dalam kejadian tersebut.
“Seiring dengan perkembangan ini, masyarakat Papua, terutama mereka yang terdampak langsung oleh pelanggaran HAM, mendesak agar pemerintah segera mengambil tindakan tegas. Rakyat Papua menuntut keadilan untuk Tobias Silak dan mengingatkan bahwa jika kasus ini dibiarkan begitu saja, tidak ada jaminan bahwa pelanggaran HAM lainnya di Papua akan diselesaikan dengan adil,” ujarnya.
Herlina mengatakan masyarakat Papua kini mulai bersatu, melakukan aksi damai, diskusi, dan mimbar bebas untuk menuntut keadilan. Mereka menegaskan bahwa hanya dengan tekad kuat dan perjuangan bersama, keadilan dan kepastian hukum dapat ditegakkan.
“Sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan ini, mahasiswa dan organisasi daerah mengajak masyarakat untuk bergabung dalam aksi damai di Mabes Polri, Kuningan Jakarta,” ujarnya.
Gerakan ini diharapkan dapat memberikan tekanan kepada aparat penegak hukum untuk segera menuntaskan kasus ini dan memberikan keadilan yang layak bagi Tobias Silak dan keluarganya.(*)
