Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • Kabupaten Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Kunjungan Paus Fransiskus Sangat Bersejarah Bagi Orang Papua
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • Kabupaten Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Pena Papua > Siaran Pers > Kunjungan Paus Fransiskus Sangat Bersejarah Bagi Orang Papua
EditorialSiaran Pers

Kunjungan Paus Fransiskus Sangat Bersejarah Bagi Orang Papua

admin
Last updated: September 23, 2025 11:56
By
admin
Byadmin
Follow:
1 year ago
Share
6 Min Read
SHARE

Oleh: Tim Kerja Dapur Harapan 

Iklan Nirmeke

Kunjungan Paus Fransiskus ke Vanimo, PNG ini amat bersejarah bagi orang Melanesia, termasuk dalam perkembangan dinamika pastoral bagi masyarakat lokal di West Papua [istilah yang terkenal di dunia luar].

Sri Paus akan hadir pada 8 September 2024 setelah 180 tahun yang lalu Tahta Suci Vatikan mengeluarkan dokumen penting untuk menentukan nasib dan masa depan gereja lokal di kawasan Melanesia dan Mikronesia. Hal ini dapat dilihat dari dokumen “Ex debbito Pastoralis” pada 19 Juli 1844. Dokumen ini dikeluarkan oleh Paus Gregorius XVI dari Roma untuk membentuk Vikariat Mikronesia dan Vikariat Melanesia.

Kedua vikariat itu memiliki wilayah dari 125 derajat Bujur Timur sampai 160 derajat Bujur Barat, meliputi Nova Guinea (Papua), Tobbia, William, Shouten Eilanden, Vesset, Timollant, Ariou, dan sejumlah wilayah lainnya.

West Papua secara historis bagian integral dari Melanesia. Tetapi dalam administrasi pemerintahan, 60 tahun terakhir menjadi bagian dari Indonesia. Wilayah ini sekarang meliputi enam Daerah Otonomi Baru (DOB), yakni Provinsi Papua, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Barat Daya.

Kehadiran Sri Paus ini mengikuti kebijakan pendahulunya. Salah satu tokoh misionaris sentral adalahCornelis Le Cocq d’Armandville. Ia masuk di Kampung Sekru, Fakfak, Papua Barat pada 22 Mei 1894. Setahun kemudian, tepat 1 Mei 1895 membuka pos misi pertama di pulau Bonyom, Kampung Bronkendik, Fakfak, Papua Barat.

Misi ini kemudian dilanjutkan oleh Kongregasi Hati Kudus Yesus (MSC) setelah pastor Le Cocq meninggal dunia pada 27 Mei 1896 di Kampung Kipia dan Mapar, Mimika Barat, Papua Tengah. Misionaris MSC mulai masuk di Merauke pada 14 Agustus 1905. Sekarang telah mencapai usia 119 tahun.

Baca Juga:  Cycloop Bukan untuk Digali: Menolak Tambang demi Masa Depan Papua

MSC tidak hanya berkarya di Selatan Papua. Tetapi juga di wilayah Asmat, Mimika, Babo, Kaimana, Fakfak, Manokwari dan Jayapura pernah menjadi bagian dari wilayah karya perintisan mereka pada masa-masa yang sulit.

Mengingat kebun sagu dan patatas Tuhan ini sangat luas, maka mereka mengundang saudara mereka dari komunitas Fransiskan (OFM) di Belanda untuk melayani di bagian Utara Nueva Guinea. Pada 1937Fransiskan mulai masuk di tanah misi.

Kemudian Ordo Santo Agustinus (OSA) sebelum mengambil fokus di wilayah Kepala Burung, Sorong dan sekitarnya, bekerja di Keerom pada 1950-an. Terakhir dari Ordo Salib Suci (OSA). MSC di Merauke mengundang mereka untuk fokus melayni umat di wilayah Asmat dan sekitarnya. Daerah lumpur menjadi lahan bagi komunitas ini. Sejak 1950-an, mereka berkarya hingga berakhir pada tahun 2000-an.

Mereka semua ini ibarat kaka beradik. Beraasal dari satu ibu. Tinnggal pada satu rumah. Berekbun di ladang yang sama. Tidur bangun, dan makan minum, bahkan jatuh bangun dan rasakan suka duka sama-sama.

Satu sama lain saling melengkapi, mendukung, menolong dan menghormati. Dalam kerendahan hati Allah, mereka menyebarkan kasih dan karya keselamatan Allah. Harus diakui secara jujur, bahwasannya wajahgereja hari ini merupakan buah dari perjuangan dan pengorbanan dari orang-orang di masa lalu, termasuk anak-anak perintis.

Tidak ada yang kebetulan. Semua terjadi menurut kehendak Allah. Allah menghendaki Paus Gregorius XVI membuka lahan kebun sagu dan petatas. Allah pula menghendaki pastor Cornelis Le Cocq d’Armandville dan henri Nollens dkk masuk di Tanah misi. Allah yang sama setelah mengutus banyak orang, kini menghendaki Paus Fransiskus untuk bersentuhan dengan tanah leluhur orang Melanesia.

Jika pada 300-an Masehi Yesus Kristus meletakkan dasar misi keselamatan Allah kepada Santo Petrus, yang menjadi Paus pertama di Roma, sedangkan Pastor Cornelis Le Cocq d’Armandville meletakkan misi Apostolik yang sama diatas pundak manusia Papua pada 130 tahun lalu.

Baca Juga:  Bunuh Sandera Pilot Philip Mark Marthens

Bagi orang Katolik di Papua, kunjungan ini bukan sekedar kunjungan Apostolik. Lebih daripada itu dapat menguatkan iman, harapan dan keselamatan kepada Yesus Kristus.

Umat Katolik di Tanah Papua cukup lama menantikan kehadiran Paus Fransiskus. Bahkan sangat berharap untuk melihat dan mendapat berkat dari jarak dekat. Jarak tempuhnya dari Kota Jayapura ke Vanimo dengan kendaraan hanya berkisar 97,0 km dan bisa menghabiskan waktu ± 2 jam saja.

Sayangnya, banyak umat yang kurang mendapatkan akses informasi. Bahkan ingin sekali ikut, tapi terkendala dengan biaya pembuatan paspor dan visa. Sehingga kehadiran dan kepergian Bapa Suci hanya akan menyisihkan kesedihan bagi umat yang tidak mampu dan sulit mendapatkan akses masuk.

Tidak terkecuali. Semua orang ingin mendapatkan berkat khusus dari kunjungan ini. Kita semua berharap agar pemeritah dapat mempertimbangkan doa, kerinduan, pergumulan dan harapan umat untuk melihat Paus dari dekat.

Semoga kehadiran Paus ini dapat memulihkan jejak kaki para leluhur dan nenek moyang di atas Tanah ini. Juga menyegarkan benih-benih iman yang lama layu dan tidak menghasilkan buah. Semoga kesejukkan dan kedamaian hati Yesus nampak di Tanah Melanesia ini di Tengah ancaman pemanasan global.

“Satu Papua Satu Katolik – Satu Katolik Satu Papua”

Demikian pers release kami, Tim Kerja Dapur Harapan, yang selama ini fokus meneliti dan menulis tentang Sejarah Perkembangan Misi Katolik di Tanah Papua. Atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terimkasih banyak. Tuhan Yesus memberkati.

)* Tim Kerja Dapur Harapan Yan Ukago (Ketua Tim Kerja Dapur Harapan)

Related

You Might Also Like

Senator Paul Finsen Mayor: Sosok Menonjol dalam Perjuangan Hak-Hak Masyarakat Papua

LBH Papua Merauke Resmi Didirikan untuk Berikan Bantuan Hukum Gratis di Selatan Papua

Mengenal Suku Hugula di Papua

Ada 9 Julukan Kota ‘Wamena’ Yang Belum Anda Ketahui Saat Ini

Menantikan Uskup Agung Merauke Yang Baru

TAGGED:Kunjungan Paus Fransiskus ke Papua New GuineaKunjungan Paus ke Vanimo PNGSatu Papua Satu KatolikTim Kerja Dapur Harapan

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link
Previous Article MRP DIPERSIMPANGAN JALAN (Kasus pada Pilkada 2024)
Next Article West Papua Darurat HAM dan Demokrasi, Sekjen PBB Kapan Kunjungi Papua?
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Iklan dari Nirmeke.com
Ad image

Berita Hangat

Wapres Gibran Kunjungi Pasar Potikelek Wamena, Mama-Mama Papua Sampaikan Aspirasi Modal hingga Keamanan
Ekonomi & Bisnis Infrastruktur
1 day ago
Simbol Sakral Bukan Kostum Politik
Artikel Catatan Aktivis Papua
1 day ago
GPMR-I Tuntut Bupati Intan Jaya Temui Massa Aksi, Soroti Krisis Kemanusiaan dan Darurat Militer
Polhukam Siaran Pers Tanah Papua
2 days ago
Relawan Rampai Nusantara Papua Minta Wapres Gibran Buka Kembali Penerbangan Internasional Bandara Biak
Infrastruktur Tanah Papua
2 days ago
Baca juga
Catatan Aktivis PapuaEditorialHeadline

Bunuh Sandera Pilot Philip Mark Marthens

3 years ago
EditorialPolhukam

Otonomi Khusus Papua, Mengapa Memiskinkan Papua?

3 years ago
EditorialPendidikan

Nasionalisme Indonesia Di Papua Dalam Ancaman Serius

2 years ago
Editorial

Pasifik Selatan: Kelemahan, Peluang dan Tantangan ke Depan

2 years ago
PolhukamSiaran Pers

LBH Papua Desak Kapolri Bebaskan Warga Sipil dan Usut Oknum Polisi Pelaku Kekerasan di Sorong

5 months ago
Siaran PersTanah Papua

Michelle Kurisi ”Dihabisi TPN PB Atau TNI-Polri?”

2 years ago
LingkunganSiaran Pers

Gereja Katolik Perlu Selidiki Ancaman Ekologis di Keuskupan Agung Merauke

1 year ago
Editorial

Kalau Otsus dan Pemekaran Dilanjutkan di West Papua

4 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?