Jayapura, nirmeke.com – Sekretaris Eksekutif United Liberation Movement West Papua (ULMWP) Markus Haluk menegaskan ke para pejuang Papua Merdeka agar tidak menjual isu Jeda Kemanusiaan dan Dialog untuk menprovokasi rakyat Papua untuk menggoncangkan dan menjatuhkan kepemimpinan ULMWP dan Hasil KTT 2 ULMWP.
“Para pihak yang saat ini sedang memprovokasi rakyat Papua adalah mereka yang punya pikiran licik, tidak berbudaya dan bermoral. Cara macam ini tidak jamannya lagi diabad ini dalam generasi milenial ini,” tegas Haluk.
Markus juga menyinggung tulisan Sofyan Yoman tentang Jedah Kemanusiaan adalah Jebakan Jakarta kepada MRP, WPCC dan ULMWP.
“Kenapa mereka yang bicara dan tulis berkoar-koar tentang Jeda Kemanusiaan, selama ini kami pertemuan, duduk makan minum sama-sama, di DGP? Bukankah para pihak ini juga hadir dalam KTT 2 ULMWP 22, 26 Agustus-3 September 2023? Mengapa mereka tidak pernah bertanya tentang mengapa dan kenapa ditandatangani Jeda Kemanusiaan Papua? Apa yang terjadi dan bagaimana ke depannya?,” tanya Haluk.
Haluk menilai dari fakta yang terjadi mereka ini hanya bisa memproduksi tulisan hoax, gosip di belakang-belakang, saling menuduh, orasi di depan pendukungnya. Pejuang dan pemimpin model ini sesungguhnya menelanjangi diri kuakitas mereka. Mereka sedang perlihatkan siapa diri mereka,” terangnya.
Menurut Haluk, Orang tua kita sebagai orang Melanesia, apabila ada sesuatu masalah secara turun temurun kalau ada masalah bicara di Kunume, Honai, Jamewa, Itongoi, Para-para Adat bukan bicara berkoar-koar di luar rumah. Dalam konteks ULMWP, sebagai rumah bersama forumnya telah tercipta dan terjadi tanggal, 22, 26 Agustus -3 September 2023 di Vanuatu.
“Dalam LPJ kami angkat tentang fakta “Jeda Kemanusiaan Papua” namun anda diam dan tepukau mendengarkannya. Tetapi sebaliknya, setelah keluar ruangan, pasca KTT 2 angkat lagi hal yang sama, isu, gosip tentang Jeda Kemanusiaan Papua. Beginikah watak dan budaya orang Papua? Bukankah ini yang kita selalu lawan karena berbudaya dan waktak kolonial sesungguh: pura-pura alim di depab tetapi hati dan perilakunya busuk, bengis dan tidak tahu adat?,” sindir Haluk.
Sekjen ULMWP meminta para pejuang Papua Merdeka untuk buka topeng. Bicara jujur. Mendidik rakyat dengar benar atas fakta dan dasar kebenaran bukan atas hasim asumsi, provokasi dan janji-janji palsu.
“Saya minta apabila masih ada orang Papua siapapun anda yang hendak ingin dengar tentang Jeda Kemanusiaan Papua datang temui saya Markus Haluk. Bukan memprovokasi di ruang media sosial,” tegas Markus Haluk. (*)
