Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • Kabupaten Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Saatnya Kaum Sarjana Berdiri Bersama Rakyat
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • Kabupaten Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Pena Papua > Catatan Aktivis Papua > Saatnya Kaum Sarjana Berdiri Bersama Rakyat
Catatan Aktivis PapuaPendidikan

Saatnya Kaum Sarjana Berdiri Bersama Rakyat

Redaksi
Last updated: October 30, 2023 20:48
By
Redaksi
ByRedaksi
Follow:
2 years ago
Share
5 Min Read
SHARE

 Oleh: Imanus Komba, S.H

Iklan Nirmeke

Pengantar

Menurut para ahli “Nelson Mandela pernah mengungkapkan bahwa pendidikan merupakan senjata yang paling ampuh untuk mengubah dunia. Melalui pendidikan, seseorang akan menjadi manusia yang seutuhnya, sehingga memiliki kecenderungan untuk memanusiakan manusia lainnya.”

Bahwa Korban hak atas pendidikan dan kesehatan terutama di wilayah konflik bersenjata, terhitung dari tahun 2019-2023. Di mana terjadi kontak tembak antara TNI Polri vs TPN-PB. Terutama di Kabupaten Ndungama, Yahukimo, Puncak Jaya, Intan Jaya, dan Maibrat dan lainnya di wilayah teritorial Papua.

Bahwa untuk pemenuhan hat atas pendidikan. Hal ini sebagaimana tertuang dalam UUD 1945. Hak mendapatkan pendidikan tercantum dalam Pasal 28C Ayat 1 dan Pasal 28E Ayat 1 dan secara khusus pada Pasal 31. Pasal 28 telah dijelaskan bahwa hak asasi manusia ialah hak untuk hidup, hak untuk berkeluarga, hak untuk berkomunikasi hingga hak untuk mendapatkan pendidikan. Kewajiban negara terhadap warga negara dalam bidang pendidikan memiliki dasar lebih esensial karena juga menjadi tujuan dari adanya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Bahwa beberapa dekade terakhir ini Pemerintah tidak mampu memberikan pemenuhan hak atas pendidikan dan kesehatan bagi generasi Papua lebih khusus di wilayah konflik bersenjata serta hak lainnya telah terabaikan.

Bahwa diatas fakta itu Populasi Penduduk Papua yang yang jumlahnya sedikit, bisa dikatakan “Generasi Sisa, dari yang Tersisa,” sudah berupaya meraih kemenangan dalam dunia pendidikan nasional maupun internasional sebagai lulusan program doktor, program magister, program sarjana, dan program diploma. Hal ini menjadi inspirasi bagi Rakyat Papua.

Baca Juga:  166 Anggota Baru HMPJ Ikut Seminar Sehari. Ini Pesan Pj Sekda Jayawijaya

Bahwa sebagian generasi yang mampu beradaptasi dan serta berjuang sebagai pemenang dalam kehidupan dan meraih cita-cita di dunia akademik dan lainnya. Yang tentunya melewati tantangan yang juga cukup berat. Diantara lain faktor dilingkungan hidup, faktor keterbatasan ekonomi orang tua serta faktor komunitas atau organisasi.

Bahwa generasi Papua bisa dikatakan sudah siap mengurus diri sendiri, rumah tangga, serta berbagai aspek sosial Kemudian mampu mengatasi tantangan sosial zaman ini.

Bahwa dengan kondisi tadi nya rakyat berfikir anak muda Papua sudah sekolah tinggi sehingga di akan menjadi pejuang garda terdepan, kemudian memperjuangkan dan mempertahankan hak eksistensi masyarakat adat, dengan berasumsi itu kemudian bersujud sembah kepada seorang sarjana tersebut.

Bahwa dari fakta yang ada generasi Papua justru melanggengkan, serta berafiliasi dengan oligarki, dan oportunisme yang berorientasi pada kepentingan diri serta partai politik.

Bahwa penyebab apa? oknum oportunisme serta komplotannya! Nah yang semestinya Generasi Papua, melibatkan diri bersama oligarki itu ada baiknya. Namun jangan jadi petugas partai, petugas tambal ban tanpa melihat kondisi urgensi yang menjadi kepentingan keperpihakan kepada rakyat jelata.

Bahwa dengan kondisi ini tentu akan meningkatkan rakyat Marjinal, kaum papa melarat kemana-mana? Serta angka kemiskinan paling unggul di bumi Papua.

Bahwa Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM) pasal 25 yang menyebutkan bahwa setiap orang berhak atas taraf kehidupan yang memadai untuk kesehatan, kesejahteraan dirinya sendiri dan keluarganya. Selanjutnya Pasal 28 H dan Pasal 34 ayat (3) UUD 1945 yang menyatakan bahwa setiap warga negara berhak untuk mendapatkan layanan kesehatan dan negara wajib untuk menyediakannya.

Baca Juga:  Ratusan Orang Jalan Santai Jelang Pesta Emas SMP YPPK St. Thomas Wamena

Bahwa belum adanya sarana dan prasarana alat kesehatan yang kurang memadai di Papua. Kemudian berdampak pada masyarakat sipil, terutama di wilayah konflik belum mendapatkan pelayanan medis yang baik.

Bahwa fakta lain rakyat kita menjadi pasien terbanyak di semua RSUD dan mati banyak setiap hari. Dan angka kelahiran berkurang. Atas dasar fakta itu saya berpendapat dan mengusulkan generasi sudah membidangi dunia kesehatan harus memberantas penderitaan dan kematian di daerah terpencil di wilayah pedalaman yang rawan konflik.

Bahwa dari fakta penyakit sosial, diatas upaya memperjuangkan hak kembali kepada mahasiswa dan kaum intelektual tentu berfikir rasional dan mampu mengatasi menjadi barometer atau corong untuk menyaring aspirasi masyarakat. Kemudian menyuarakan dari berbagai sarana prasarana yang ada.

Saatnya kaum sarjana berdiri bersama rakyat, membongkar sistem yang buruh merugikan masyarakat adat di era reformasi ini.

Ketika saat kita bersatu padu, bergandengan tangan majukan bangsa kita dari cengkraman oligarki, yang watak primordialisme, dan oportunisme yang selalu membangun kebencian, serta menghancurkan antar sesama suku dengan cara bangun politik oposisi menjatuhkan harkat dan martabat sesama anak negeri di tanah Papua.(*)

Sekian dan Terima kasih

 Port Numbay, 30 Oktober 2023

Related

You Might Also Like

KMK USTJ Santo Kristoforus Rayakan Ulang Tahun yang ke-27

Bundha Literasi Ajak Pelajar Yahukimo Bangkitkan Semangat Membaca

60 Tahun Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Papua Barat (1963-2023)

Mewaspadai Sindrom Politik ” Tiba-Tiba Baik” Jelang Pemilu 2024 di Wamena

Hilangnya Nilai Budaya Orang Papua

TAGGED:Generasi PapuaKonflik Bersenjata di PapuaPendidikan dan Kesehatab di Daerah KonflikTPNPB-OPM versus TNI/Polri

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link
Previous Article Ini Agenda Umat Katolik di Kampung Yogonima Sambut Tahun Baru 2024
Next Article Masyarakat Adat Agimuga Tolak Rencana Eksploitasi Migas
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Iklan dari Nirmeke.com
Ad image

Berita Hangat

Wapres Gibran Kunjungi Pasar Potikelek Wamena, Mama-Mama Papua Sampaikan Aspirasi Modal hingga Keamanan
Ekonomi & Bisnis Infrastruktur
3 days ago
Simbol Sakral Bukan Kostum Politik
Artikel Catatan Aktivis Papua
4 days ago
GPMR-I Tuntut Bupati Intan Jaya Temui Massa Aksi, Soroti Krisis Kemanusiaan dan Darurat Militer
Polhukam Siaran Pers Tanah Papua
4 days ago
Relawan Rampai Nusantara Papua Minta Wapres Gibran Buka Kembali Penerbangan Internasional Bandara Biak
Infrastruktur Tanah Papua
4 days ago
Baca juga
Pendidikan

Mahasiswa Kembu Se Indonesia Tolak Usulan Pemekaran Kembu  

3 years ago
LingkunganPendidikan

BEM FMIPA Uncen dan Aktivis Lingkungan Desak Perlindungan Biodiversitas Papua

4 months ago
Catatan Aktivis PapuaEditorial

Orang Papua Terjebak Dalam Skenario Kolonial Dan Kapitalis Untuk Kepentingan Investasi

2 years ago
Catatan Aktivis PapuaEditorial

Agama Katolik dan Adat di Huwulrama-Jayawijaya

2 years ago
Catatan Aktivis Papua

Mengupas Pro-Kontra Penempatan Lokasi Kantor Gubernur Papua Pegunungan

3 years ago
Catatan Aktivis Papua

Kedunguan Ismail Asso Dkk Dalam Penempatan Sepihak Kantor Pusat Pemerintahan PPP Di Wamena

2 years ago
Ekonomi & BisnisPendidikanPerempuan & Anak

Agar Bisa Kuliah, Hana Sobolim Jualan Ayam Keliling Dekai

3 years ago
Catatan Aktivis PapuaSiaran Pers

Hendaknya Uskup Agung Merauke Berpihak Pada Masyarakat Adat Wogikel dan Wanam

1 year ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?