Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • Kabupaten Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Kekerasan Seksual di Yahukimo Dampak Dari Krisis Pangan di Tempat Pengungsian
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • Kabupaten Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Berita Papua > Perempuan & Anak > Kekerasan Seksual di Yahukimo Dampak Dari Krisis Pangan di Tempat Pengungsian
Perempuan & AnakTanah Papua

Kekerasan Seksual di Yahukimo Dampak Dari Krisis Pangan di Tempat Pengungsian

admin
Last updated: October 26, 2023 22:51
By
admin
Byadmin
Follow:
2 years ago
Share
5 Min Read
Polisi mengevakuasi jasad wanita korban penganiayaan di yahukimo - dokumen Istimewa
SHARE

Jayapura, nirmeke.com — Kondisi Keamanan di Kabupaten Yahukimo tidak hanya menyebabkan Pengungsian warga sipil namun menimbulkan tindakan kekerasan seksual terhadap Perempuan  sebagaimana yang dialami oleh 2 (dua) orang Ibu Rumah Tangga yang sedang mencari ubi di kebun.

Iklan Nirmeke

Kedua korban kekerasan seksual ini disiksa dengan cara diikat lalu kemaluan mereka dirobek dan juga ada dugaan di perkosa terlebih dahulu.

Berdasarkan fakta tindakan kekerasan suksual yang dialami oleh kedua Ibu Rumah Tangga di Yahokimo sangat menyayat rasa kemanusiaan sebab sejak kejadian memilukan itu terjadi sampai saat ini belum ada rekasi apapun dari penegakan hukum untuk memenuhi hak atas keadilan bagi keluarga Perempuan korban kekerasan.

Pemerintah kabupaten Yahukimo sejauh ini belum melakukan reaksi apapun untuk menangani pengungsi warga sipil. Pemenuhan hak atas kebutuhan pokok makan minum, medis, obat-obatan belum disalurkan ke para pengungsi.

Penyebab kekurangan pangan, warga sipil di tempat pengungsian harus mencari makan sendiri di kebun seperti halnya yang di lakukan kedua ibu rumah tangga ini sehingga terjadi kekerasan seksual kepada mereka.

Emanuel Gobai, Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua menyayangkan sikap Pemerintah Kabupaten Yahukimo yang tak acuh dengan keberadaan pengungsi warga sipil yang masih bertahan di camp pengungsian.

“Kami minta agar pemerintah turun tangan dalam kasus ini. Berdasarkan data bahwa kedua ibu ini kekurangan pangan di pengungsian sehingga mereka kembali ke kebun untuk mengambil bahan makanan dan alami peristiwa memiluhkan ini,” kata Gobai.

Baca Juga:  Masyarakat Adat Tiga Aliansi Tolak Pengukuran Sepihak Tanah Kantor Gubernur Papua Pegunungan

Kejadian ini membuktikan bahwa Pemerintah tidak memenuhi hak atas pangan para pengungsi maka ibu-ibu ini kembali ke kebun untuk mengabil bahan makanan mereka menjadi korban kekerasan seksual.

“Kami menyayangkan Peristiwa ini dan menyentuh rasa kemanusiaan kita, maka kami minta Pemerintah Yahukimo dan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan  uuntuk melihat kasus secara serius.

Sejauh ini  Pemerintah kabupaten Yahukimo dan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan  belum memenuhi hak atas pangan, hak atas kesehatan bagi pengungsi, hak atas tempat tinggal (rumah) yang harusnya menjadi tugas dan tanggung jawab Pemerintah tidak dilakukan.

Tidak hanya masalah pemenuhan pangan, sebelumnya dua balita dikabarkan meninggal dua di camp pengungsian. Koordinator pengungsi di Yahukimo mengatakan dua balita yang meninggal akibat sakit.

“Para pengungsi di camp pengungsian yang datang dari dari beberapa kampung, mereka tinggal berdesakan di satu camp. Perempuan, anak dan orang tua paling rentan terserang penyakit,” ujarnya.

Sementara itu di tempat terpisah, Wahyu Heluka Koordinator umum pengungsi di kota Dekai Yahukimo dalam keterangannya menjelaskan akibat konflik kontak senjata Militer Indonesia dan TPNPB-OPM, ribuan warga mengungsi ke dalam kota mencari perlindungan.

“Akibat konflik ini ribuan warga cerai berai keluar menyebar seluruh kota Dekai Yahukimo,” ujarnya.

Baca Juga:  Berganti-ganti Presiden di Indonesia, Papua Barat Tetap Jadi Bangsa Terjajah

Sebagai Koordinator pada tanggal 5 September 2023 timnya sudah melaporkan kondisi terkini pengungsi ke Pemerintah Yahukimo namun tidak ada tindakan atau penanganan serius sampai saat ini.

“Di tempat pengungsian ada 12 orang mengalami sakit parah, salah satunya almarhum YM Balita umur satu tahun meninggal dunia pada tanggal 13 September 2023 pukul 17:30 WP di jalan komplek kali merah Dekai Yahukimo,” terangnya.

Ia menambahkan di tempat pengungsian tidak ada tenaga medis dari dinas kesehatan kabupaten Yahukimo melihat kondisi pengungsi.

“Pengungsi tidak pernah mendapatkan bantuan bama maupun pelayanan kesehatan dari pemerintah kabupaten Yahukimo, kami dari Tim peduli Kemanusiaan telah melaporkan kepada media lokal bahkan juga Bupati Yahukimo sendiri sudah melihat langsung kondisi pengungsi di lapangan terbuka namun sampai saat ini belum terealisasi,” tegasnya.

Sebagai kordinator umum pengungsi, Ia sangat menyesalkan ketika melihat pemerintah kabupaten Yahukimo (Bupati) tidak mempedulikan penderitaan rakyatnya.

Dia menjelaskan dari pengakuan panitia duka (orang tua) NM mengakui bahwa anak mereka meninggal dunia dalam kondisi pengungsi di camp pengungsian.

Hingga saat ini, ribuan pengungsi rakyat sipil terjadi akibat konflik kontak senjata TPNPB-OPM versus TNI/Polri di kabupaten Yahukimo, banyak masyarakat enggan pulang ke rumahnya takut jadi sasaran oleh aparat TNI/Polri maupun TPNPB-OPM. (*)

Related

You Might Also Like

Negara Abai, 23 Warga Tewas dan Hilang di Meborok Nduga Akibat Banjir Bandang

Markus Haluk Ingatkan Mahasiswa Jayawijaya Tentang Pentingnya Literasi

Aliansi Masyarakat Distrik Walaik Tolak Kehadiran TNI Non Organik di Tanah Adat

Masyarakat Lapago Jangan Jual Tanah Sembarangan Sambut DOB

MRP Papua Pegunungan Gelar Rapat Pleno dan Pemilihan Alat Kelengkapan Masa Sidang II Tahun 2025

TAGGED:Konflik Bersenjata di PapuaPelaku Kekerasan Seksual Terhadap Dua IRT di YahukimoTPNPB-OPM versus TNI/Polri

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link
Previous Article AMPPJ Nayak II Gelar Diskusi Publik Tentang Literasi, Jurnalisme Hingga Pengembangan Skill
Next Article Politik Ala Papua
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Iklan dari Nirmeke.com
Ad image

Berita Hangat

Wapres Gibran Kunjungi Pasar Potikelek Wamena, Mama-Mama Papua Sampaikan Aspirasi Modal hingga Keamanan
Ekonomi & Bisnis Infrastruktur
3 days ago
Simbol Sakral Bukan Kostum Politik
Artikel Catatan Aktivis Papua
4 days ago
GPMR-I Tuntut Bupati Intan Jaya Temui Massa Aksi, Soroti Krisis Kemanusiaan dan Darurat Militer
Polhukam Siaran Pers Tanah Papua
4 days ago
Relawan Rampai Nusantara Papua Minta Wapres Gibran Buka Kembali Penerbangan Internasional Bandara Biak
Infrastruktur Tanah Papua
4 days ago
Baca juga
Tanah Papua

PMKRI Fakfak Mendukung Susana Kandaimu

1 year ago
Tanah Papua

Pernyataan Bupati Merauke Bukti Revisi II UU Otsus Cacat Hukum

4 years ago
Tanah Papua

Gubernur Papua Tolak Rencana Pemerintah Bentuk 3 Provinsi Baru di Wilayah Timur Papua

4 years ago
EditorialTanah Papua

Tujuan Pemekaran Provinsi di Tanah Papua

3 years ago
Tanah Papua

Pemkab Jayawijaya Libatkan Satpol Baliem Kawal Penyaluran Dana Bansos di 40 Distrik

6 months ago
Tanah Papua

Danrem 172 PWY Gandeng Pemkab Lanny Jaya Resmikan Air Bersih dan Dorong Pembangunan Kampung

7 months ago
Tanah Papua

Bupati Jayawijaya Tegaskan Pemerintah Siap Kawal Aspirasi, Minta Aksi Demo Tidak Ganggu Kinerja

4 months ago
PendidikanTanah Papua

Departemen Pemuda Baptis Gelar Talk Show Pendidikan dan Lingkungan Hidup di Wamena

9 months ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?