Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • Kabupaten Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: GANG
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • Kabupaten Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Pena Papua > Sastra > GANG
Sastra

GANG

admin
Last updated: August 25, 2025 11:13
By
admin
Byadmin
Follow:
2 years ago
Share
3 Min Read
Sumber gambar: Instagram/Raffaele_Mariaetti
SHARE

Oleh: Tonny Tokan

Iklan Nirmeke

Ia berdiri di ujung gang dengan pandangan kosong ke arah dimana tak ada satupun kendaraan berseliweran di sana. Ini satu-satunya gang di kota ini yang tak pernah ingin ia lalui lagi. Terakhir kali ia melewati gang ini adalah dua tahun silam, hari dimana ia dan lelaki yang telah mengorbankan seluruh waktu mereka hanya untuk saling mencintai.

Pada masa-masa bahagia yang nyaris tak pernah luput sedikitpun dari dalam otak kecil itu, ia bahkan tak pernah menghitung kapan waktu benar-benar berlalu, atau kapan terakhir kali ia tidur tanpa pelukan. Ia selalu mendapatkan itu dari lelakinya, kekasih yang telah menunjukan minat serius untuk menikah dengannya. Bersama keyakinan yang tak dapat ia tolak, dengan gairah yang sama, mereka memutuskan berciuman, berpelukan, tidur bersama hingga mencoba berbagai gaya bercinta yang tak biasa: memagut alat kelamin satu sama lain hingga menirukan berbagai gaya ringan sampai ektrim yang mereka temukan dalam film-film porno.

Baca Juga:  Desember Kelabu 

Itu adalah pertama kalinya ia merasa dicintai sebagai seorang perempuan. Ia merasa seluruh dirinya telah menjadi bagian dari lelaki itu, dan telah menjadi satu-satunya alasan ia akan terus hidup tanpa menikah atau memiliki anak sebelum mereka benar-benar resmi menikah. Alasan dari cinta sembunyi-sembunyi dari restu orang tua membuat lelaki itu tak pernah begitu nekat membuahi perempuan itu sebelum mereka menyelesaikan masa sekolah. Meski kelihatan ia begitu berani untuk menidurinya, tetapi ia tahu betul bahwa ia begitu pengecut untuk menumpahkan setetes saja cairan ke liang tempat anak-anak mereka akan keluar dari sana dan mewarisi utang Negara. Lain kali mereka sama-sama memahami bahwa alasan paling logis dari hubungan mereka adalah mengisi ingatan satu sama lain.

Ia melangkah menyusuri gang yang tak ingin ia lalui tadi. Sebuah ingatan melompat keluar dari benaknya: “Masa bahagia tak pernah abadi, penderitaan akan segera datang.” Potongan kalimat itu ia dengar beberapa tahun silam dari seorang teman kampus jurusan psikologi. Meski pada awalnya ia anggap itu sepele, tapi itu adalah satu-satunya pesan yang paling menghantuinya setelah lelaki itu tak pernah benar-benar bersama dengannya.
Awal dari seluruh penderitaan itu tergambar jelas ketika lelaki itu mengatakan dengan jujur padanya: “Kau tak pernah benar-benar ada saat kita bercinta. Aku selalu melibatkan orang lain di sana.” Ungkap lelaki itu. “Inilah kejujuran yang tak pernah ingin aku katakan padamu.”

Baca Juga:  Lukisan Bergairah Pada Tembok Rumah Sakit Siriwini

Kejujuran itu membuat ia mengerti mengapa lelaki itu tak pernah mau membicarakan apapun sehabis bercinta. Kejujuran itu membuat ia memahami bahwa mereka tak pernah berdua. Mereka selalu bertiga. Dan orang ketika itu adalah seorang perempuan yang telah lama mati.

Yogyakarta, 2023
Sumber gambar: Instagram/Raffaele_Mariaetti

Related

You Might Also Like

Pentingnya Literasi Dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Pemuda Papua

Filsafat tentang Literasi: Membaca Buku dan Penemuan Diri

Musim Semi yang Diam

Literasi Dan Konflik Di Papua

Mahasiswa Ber-Literasi Melalui Demonstrasi

TAGGED:Cerpen RomantisTonny Tokan

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link
Previous Article Aliansi Masyarakat Adat Wouma-Welesi Beri Surat Kuasa ke PAHAM Papua
Next Article Konflik dan Kekerasan Terus Terjadi di Papua, Adakah Kepentingan Bisnis Aparat Keamanan?
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Iklan dari Nirmeke.com
Ad image

Berita Hangat

Pemerintah Kampung Usilimo Salurkan Bibit Babi dari Dana BUMKAM
Ekonomi & Bisnis
2 hours ago
Dari Tanah Kering Menjadi Kampung Harapan: Cerita Kampung Wisata Aitok di Pegunungan Jayawijaya
Ekonomi & Bisnis Pariwisata
3 hours ago
Interupsi Senator Papua Barat Daya di Paripurna DPD RI, Tolak Sawit dan Penambahan Markas TNI di Papua
Lingkungan Tanah Papua
3 hours ago
Wapres Gibran Kunjungi Pasar Potikelek Wamena, Mama-Mama Papua Sampaikan Aspirasi Modal hingga Keamanan
Ekonomi & Bisnis Infrastruktur
4 days ago
Baca juga
Sastra

Desember Kelabu 

2 years ago
Sastra

Kenangkansa

2 years ago
Sastra

Tulus Untuk Orang Yang Salah

2 years ago
PendidikanSastraTanah Papua

Mas Yewen Hadir di Dogiyai, Perkuat Literasi Humor Lewat Mop dan Stand Up Comedy

1 month ago
PendidikanSastra

Gerakan Literasi Laluguragan Dirikan Perpustakaan Buku di Gereja Baptis Walani

10 months ago
Sastra

Rindu Dikala Senja Menyapa

2 years ago
Cerpen PapuaSastra

Lukisan Bergairah Pada Tembok Rumah Sakit Siriwini

2 years ago
Sastra

Cinta Revolusi Negeri Tanah Adat

2 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?