Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • Kabupaten Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Masyarakat Wamena Adukan Perampasan Tanah Adat ke Komnas HAM RI
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • Kabupaten Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Tanah Papua > Masyarakat Wamena Adukan Perampasan Tanah Adat ke Komnas HAM RI
Tanah Papua

Masyarakat Wamena Adukan Perampasan Tanah Adat ke Komnas HAM RI

Redaksi
Last updated: June 10, 2023 22:02
By
Redaksi
ByRedaksi
Follow:
3 years ago
Share
3 Min Read
Bonny Lanni Perwakilan Masyarakat adat ketika melaporkan perampasan lahan ke Komnas HAM RI - for nirmeke
SHARE

Jayapura, nirmeke.com –  Merasa lahan perkebunan warga di rampas oleh pemerintah, perwakilan masyarakat adat tiga Aliansi Welesi, Wouma dan Assolokobal adukan ke Komnas HAM RI, pada Jumat, (9/6/2023) kemarin.

Iklan Nirmeke

Laporan pengaduan tersebut di terima langsung oleh Komisioner Pengaduan Komnas HAM RI Hari Wibowo di kantor Komnas HAM RI di Jakarta.

Bonny Lanni warga Welesi usai mendatangi Kantor Komnas HAM RI di Jakarta guna mengadukan perampasan tanah adat masyarakat milik masyarakat Welesi, Wouma dan Assolokobal di Wamena, Provinsi Papua Pegunungan.

“Saya dari Wamena datang ke Jakarta untuk mencari keadilan karena lahan atau kebun kami di rampas habis oleh Jhon Wempi Wetipo selaku Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri),” ujarnya.

Menurut Bonny, ada 4 masalah penting yang saat ini sedang terjadi di lapangan lokasi penempatan pembangunan kantor Gubernur Papua Pegunungan.

Pertama, kata Bonny, ada Tanah sengketa antar suku Mukoko dengan Welesi yang menjadi tempat perang suku diduga mau di ambil alih oleh Wamendagri untuk bangun kantor Gubernur.

Baca Juga:  Umat Katolik Pribumi Papua Layangkan Surat Terbuka Kepada Uskup Agung Merauke

“Dalam proses penempatan, Pak Wamen sendiri tidak pernah komunikasi baik dengan masyarakat asli di sekitar lokasi tersebut bahkan ke pemerintah daerah setempat sebagai pemerintah yang mengatur wilayah administratif di Jayawijaya namun dia serobot masuk,”

Bonny juga menegaskan pemerintah sampai saat ini belum punya master plan pembangunan kantor Provinsi Papua Pegunungan karena tidak ada anggaran dari Pusat namun di Wamena sepertinya di paksakan seperti mau di bangun rumah sendiri.

“Akibat banyaknya protes dari masyarakat di lapangan termasuk pencabutan patok di lokasi sehingga Wempi Wetipo selaku Wamendagri menurunkan aparat TNI dengan peralatan senjata lengkap untuk mengawasi pekerjaan pembongkaran lokasi tersebut,” kata Bonny.

Bonny juga menegaskan dari proses awal yang tidak berjalan demokratis oleh oknum-oknum kepala suku dan Pemerintah dalam pengalihfungsian lahan perkebunan warga ini berpotensi terciptanya konflik horizontal.

Masyarakat adat yang Kontra melithat pemerintah seakan sengaja ingin bangun konflik di tengah masyarakat, kita tahu sendiri lokasi lahan perkebunan selama ini dikelola baik oleh orang Welesi, Mukoko dan beberapa kabupaten lainnya termasuk warga pengungsi dari kabupaten tetangga seperti Nduga dan lainnya,” kata Bonny.

Baca Juga:  Mengupas Pro-Kontra Penempatan Lokasi Kantor Gubernur Papua Pegunungan

“Sehingga kami laporkan ke Komnas HAM untuk lakukan investigasi dan menyurati, memanggil Wamendagri  agar hentikan perampasan tanah adat masyarakat dengan kekuatan militer di Wamena,” ujar Bonny usai bertemu Komnas HAM RI.

Sekjen Asosiasi Mahasiswa Pengunungan Tengah Indonesia (AMPTPI) Ambrosius Mulait juga menambahkan pelepasan tanah adat di Welesi harusnya pemerintah melibatkan semua pihak yang berkepentingan.

“Pemerintah tidak boleh main seperti pencuri datang bawah alat berat bongkar lahan kebun suku Mukoko dan Welesi,” ujar Mulait.

AMPTPI juga menyayangkan adanya keterlibatan militer TNI apalagi Dandim 1702 Jayawijaya yang sangat aktif di lapangan untuk mengambil hak-hak masyarakat adat.

“Dandim itu tugasnya jaga kemanan negara bukan ambil ahli tanah masyarakat adat. Selain itu Dandim tidak boleh berpolitik dengan pemerintah untuk memuluskan niat buruk pemerintah,” tegas Mulait. (*)

Related

You Might Also Like

80 Anggota Polisi Baliem Selesaikan Pembinaan Fisik dan Karakter, Siap Diterjunkan ke Lapangan

Uskup Matopai Berkunjung ke Wamena, ini Doa dan Harapan Umat Hubula

Perkuat Perdamaian Di Papua, PLII Gelar Nobar Film Gandhi

Ini Hasil Rapim KNPB VI di Port Numbay Tahun 2024

TPNPB Kodap XXVII Sinak Bantah Klaim TNI: Empat Pemuda yang Disebut Menyerah adalah Pelajar SMP

TAGGED:AMPTPIKomnas HAM RITanah Masyarakat Adat WelesiWamendagri John Wempi Wetipo

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link
Previous Article Penetapan Calon Anggota MRP Pokja Adat di Jayawijaya Sarat Kepentingan Panpel
Next Article Jadikan Rumah Bersama Semua Suku, Pemerintah Segera Benahi Tapal Batas di Nabire
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Iklan dari Nirmeke.com
Ad image

Berita Hangat

Pemerintah Kampung Usilimo Salurkan Bibit Babi dari Dana BUMKAM
Ekonomi & Bisnis
2 hours ago
Dari Tanah Kering Menjadi Kampung Harapan: Cerita Kampung Wisata Aitok di Pegunungan Jayawijaya
Ekonomi & Bisnis Pariwisata
4 hours ago
Interupsi Senator Papua Barat Daya di Paripurna DPD RI, Tolak Sawit dan Penambahan Markas TNI di Papua
Lingkungan Tanah Papua
4 hours ago
Wapres Gibran Kunjungi Pasar Potikelek Wamena, Mama-Mama Papua Sampaikan Aspirasi Modal hingga Keamanan
Ekonomi & Bisnis Infrastruktur
4 days ago
Baca juga
Berita PapuaPolhukamTanah Papua

Senator Agustinus R. Kambuaya Soroti Ketimpangan Solidaritas: ‘Bantu Palestina, Tapi Lupakan Pengungsi Papua’

3 months ago
LingkunganTanah Papua

MAI-P Agamua Serukan Pengakuan Hak Penentuan Nasib Sendiri dan Hentikan Ekspansi Industri Ekstraktif di Papua

2 months ago
Tanah Papua

Wakil Gubernur dan Bupati Jayawijaya Hadiri Yubelium 50 Tahun GKII Hitigima: “Iman Jangan Pecah, Gereja Harus Bersatu

4 months ago
HeadlineTanah Papua

Benny Wenda Bicara di Forum MSG, Delegasi RI Walk Out!

2 years ago
PolhukamSiaran PersTanah Papua

GPMR-I Tuntut Bupati Intan Jaya Temui Massa Aksi, Soroti Krisis Kemanusiaan dan Darurat Militer

5 days ago
InfrastrukturTanah Papua

7 Tahun Tak Nikmati Dana Desa, Warga Wakunyama Desak Bupati Yahukimo Ganti Kepala Kampung

6 months ago
PendidikanTanah Papua

Eskalasi Kekerasan di Papua Terus Meningkat, Mahasiswa Jayawijaya Kritik Kinerja Ketua DPR Papua

3 years ago
HeadlineTanah Papua

Komnas HAM dan Komnas Perempuan RI Abaikan Pengungsi Maybrat

3 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?