Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • Kabupaten Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Kasus Kekerasan Terhadap Warga Sipil Meningkat, Papua Butuh Intervensi Pengiat HAM PBB
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • Kabupaten Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Tanah Papua > Kasus Kekerasan Terhadap Warga Sipil Meningkat, Papua Butuh Intervensi Pengiat HAM PBB
Tanah Papua

Kasus Kekerasan Terhadap Warga Sipil Meningkat, Papua Butuh Intervensi Pengiat HAM PBB

admin
Last updated: September 23, 2025 11:01
By
admin
Byadmin
Follow:
3 years ago
Share
3 Min Read
11 orang warga Sipil Papua tewas di terkena timah panas aparat keamanan TNI-Polri di Wamena beberapa waktu lalu - Dok
SHARE

Jayapura, nirmeke.com – Komite Nasional Papua Barat (KNPB) mendesak Dewan HAM PBB, Paling Merah Internasional dan masyarakat Internasional secara independen melakukan penyelidikan kasus mutilasi di Puncak dan 13 kasus kekerasan berbasis rasis serta sejumlah kasus lainnya di Papua.

Iklan Nirmeke

Desakan tersebut disampaikan Ones Suhuniap, Juru Bicara Nasional KNPB di Jayapura, Jumat (10/3/2023).

“Segera Penyelidikan dan investigasi seluruh kekerasan terhadap rakyat sipil di Papua dua tahun terakhir ini di Papua. Semua kasus kekerasan di Papua melibatkan institusi negara TNI dan Polri,” ujarnya.

Ones menjelaskan, KNPB mencatat sekitar 14 kasus kekerasan di luar prosedur hukum yang dilakukan negara melalui aparat keamanan terhadap warga sipil di Papua sejak tahun 2021 – 2023.

Sejumlah kasus kekerasan negara melalui aparat keamana, telah kami catat sekitar 14 kasus diantaranya:

  1. Penembakan furius Asso di Yahukimo 15 Maret 2021 kini satu tahun pelakunya tidak diadili
  2. Penyiksaan 3 orang warga sipil di Mappi oleh anggota TNI satu orang meninggal pelaku tidak diadili pada tanggal 29-31 Agustus tahun 2022
  3. Kasus mutilasi tidak manusiawi di Timika oleh Anggota TNI
  4. Penembakan salah satu anak sekolah di Mapia kabupaten Dogiyai pada Agustus 2022
  5. Penembakan 6 warga sipil di Dogiyai 1 November 2022, berawal dari kasus tabrak lari
  6. Kasus penembakan 11 orang ditembak kepolisian Yahukimo 10 April 2022 dalam aksi demonstrasi tolak DOB 2 orang meninggal 8 orang pelaku tidak diadili
  7. Mappi 14 Desember 2022; TNI menembak 9 Warga Sipil, 6 di antaranya pelajar. 1 tewas.
  8. Tolikara 19 Desember 2022; TNI/Polri tembak 9 warga sipil, 1 tewas. Pelaku tak teradili.
  9. Sentani 10 Januari 2023; TNI/Polri tembak 4 Warga Sipil, 1 tewas
  10. Mapia 21 Januari 2023; Anggota Polisi menembak 5 Warga sipil 1 tewas ditempat.
  11. Wamena 23 Februari 2023; TNI/Polri tembak 26 warga sipil, 9 tewas di tempat.
  12. Sinak, 03 Maret 2023; TNI Mutilasi 1 warga sipil tewas, pelaku tidak ditemukan.
  13. Pada 7 Maret 2023 ada penembak 2 warga sipil di Yahukimo polisi sebut pelakunya adalah OTK.
  14. Kasus penyiksaan tiga anak di Keerom diduga diduga sebagai anggota TNI.
Baca Juga:  Yefta Lengka Ajak Pemuda Papua Perangi Miras dan Napza

Dengan melihat peristiwa kekejaman aparat keamanan indonesia di Papua, KNPB menedesak tim independen melakukan investigasi sejumlah kasus di Papua serta membuka akses bagi wartawan asing, nasional dan lokal untuk melakukan peliputan. (*)

Baca Juga:  Janji Penempatan CPNS Belum Terpenuhi, Pencari Kerja Papua Pegunungan Desak Gubernur Delesaikan Masalah

Related

You Might Also Like

Warga Yahukimo Letakkan Jenazah Vicktor Deyal di Depan Polres, Tuntut Keadilan atas Penganiayaan Polisi

Perang Tanah Merauke! Masyarakat Adat Deklarasikan Perlawanan Total Terhadap PSN

Enam Pimpinan MRP se-Tanah Papua Ingin Semua Kepala Daerah Diduduki Orang Asli Papua

Pemuda Katolik Papua Tengah Salurkan Bantuan Kemanusiaan bagi Pengungsi di Sinak

Breaking News : Pelajar di Wamena Demo Damai Tolak Makanan Gratis

TAGGED:Jubir KNPB Ones SuhuniapKasus Mutilasi di MimikaKasus Mutilasi di PuncakKekerasan di PapuaPenembakan Warga Sipil Papua

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link
Previous Article Soal Upaya Pembebasan Pilot Susi Air, TPNPB – OPM: Harus Bertemu di Meja Perundingan, Bukan di Lapangan
Next Article Pj Gubernur Kondomo Lantik Pengurus Himpunan Pengusaha OAP Papua Pegunungan 
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Iklan dari Nirmeke.com
Ad image

Berita Hangat

Pemkab Yahukimo Gelar Natal Bersama dan Syukuran HUT ke-23, Uskup Minta Hentikan Kekerasan di Papua
Tanah Papua
3 days ago
Anggota DPR RI Arianto Kogoya Hadiri Seminar Nasional BEM Uncen, Tekankan Pentingnya Pendidikan Inklusif di Papua
Pendidikan Tanah Papua
3 days ago
KNPB Wilayah Nabire Soroti Rentetan Pelanggaran HAM di Papua pada Peringatan Hari HAM Sedunia
Polhukam Tanah Papua
3 days ago
Pemuda Baptis West Papua Gelar Hening Cipta dan Seminar HAM pada Peringatan HUT ke-20
Tanah Papua
4 days ago
Baca juga
Tanah Papua

Pemerintah Kabupaten Yahukimo Terima Penghargaan Nasional pada Peringatan Hari Aksara Internasional ke-59

3 months ago
PolhukamTanah Papua

Warga Sipil di Yahukimo Diduga Disiksa dengan Aliran Listrik Sebelum Dibebaskan

6 months ago
Tanah Papua

MRP Desak Kemendagri Ambil Alih Penetapan Anggota DPRP/DPRK Papua Pegunungan

6 months ago
PendidikanTanah Papua

Festival Sekolah Adat Hugulama Angkat Tema “Membangun Pagar Kehidupan Orang Hugula”

3 weeks ago
Tanah Papua

Asosiasi MRP Dorong Penggantian PP 54/2004 dan PP 64/2008 demi Penguatan Peran Orang Asli Papua

4 weeks ago
Tanah Papua

MRP Minta Penegak Hukum Selidiki Pernyataan Bupati Merauke Terkait Dugaan Suap

3 years ago
Tanah Papua

KNPB Balim Barat Minta Victor Yeimo DibebaskanTanpa Syarat

3 years ago
Tanah Papua

Perkuat Basis Gerakan Perlawanan, Sekretariat KNPB Wilayah Yalimo Diresmikan

2 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?