Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • Kabupaten Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Negara Ingin Orang Asli Papua Angkat Senjata
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • Kabupaten Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Editorial > Negara Ingin Orang Asli Papua Angkat Senjata
EditorialHeadline

Negara Ingin Orang Asli Papua Angkat Senjata

admin
Last updated: March 4, 2023 06:10
By
admin
Byadmin
Follow:
4 years ago
Share
3 Min Read
SHARE

*Oleh; Ones Suhuniap

Iklan Nirmeke

Wajar saja orang Papua angkat senjata karena memang semua ruang damai dan demokrasi telah dipasung senjata. Apa gunanya kehadiran negara, UU dan gedung DPRP kalau aspirasi ditolak dan dibungkam dengan senjata? Masih wajarkah orang Papua disebut berwarganegara Indonesia? Negara sendiri menolak rakyat Papua untuk bernegara Indonesia.

Jadi sebenarnya negara sedang melahirkan banyak pemberontak dan pejuang kemerdekaan. Dengan menutup ruang demokrasi, negara sangat inginkan orang Papua gunakan jalan kekerasan. Negara sedang memprovokasi dan menghasut rakyat ke dalam lingkaran kekerasan. Kenapa begitu? Karena hanya itu yang bisa buat TNI/Polri dapat proyek uang, pangkat, dan jabatan.

Kalau benar negara ingin rakyat Papua aman damai dalam NKRI, sudah pasti mereka menjamin hak konstitusi warganya orang Papua untuk menyampaikan aspirasi, apalagi dijamin tegas dalam Konstitusi Pasal 28 E UUD 1945, Pasal 19 Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik yang diratifikasi lewat Undang-Undang No. 12 Tahun 2005, Pasal 25 UU Nomor 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia maupun Undang-Undang Nomor 9 tahun 1998 tentang Penyampaian Pendapat di Muka Umum;

Baca Juga:  Konflik dan Kekerasan Terus Terjadi di Papua, Adakah Kepentingan Bisnis Aparat Keamanan?

Karena sesuai dengan Pasal 13 UU Nomor 9 tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum, pada dasarnya aktivitas unjuk rasa atau demonstrasi tidak perlu mendapatkan izin kepolisian, namun partisipan unjuk rasa cukup menyampaikan surat pemberitahuan tertulis kepada kepolisian. Setelah kepolisian menerima surat pemberitahuan, kepolisian wajib untuk segera memberikan surat tanda terima pemberitahuan.

Sesuai mandat undang-undang tersebut, kepolisian tidak memiliki kewenangan untuk mengijinkan atau tidak hak penyampaian pendapat di muka umum, namun berwenang dan bertanggungjawab memberikan perlindungan keamanan terhadap peserta penyampaian pendapat di muka umum dan menyelenggarakan pengamanan untuk menjamin keamanan dan ketertiban umum sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Baca Juga:  Seharusnya Wio Silimo Menjadi Nama Ibukota Di Wamena

Jadi, memang TNI/Polri sudah menyalahgunakan kewenangan dengan membubarkan, menembak, apalagi menahan rakyat Papua. Tetapi karena tujuan mereka adalah menciptakan situasi konflik kekerasan untuk proyeknya, maka mereka akan bertindak layaknya anjing kelaparan yang berebut tulang dari proyek konflik di Papua. Kalau kelakuannya anjing, maka rakyat haruslah menjadi singa.

Rakyat Papua harus majukan gerakan perlawanan damai. Pemekaran dan Otsus di Tanah Papua jelas-jelas milik kepentingan bisnis oligarki Jakarta. Tujuannya untuk pendudukan kapitalis, migran pendatang dan militer. Kita tidak boleh diam ketika mereka berpesta diatas darah dan puing kehancuran bangsa kita. Tetapi, rakyat harus konsisten mengajar TNI/Polri tentang damai dan demokrasi dengan perlawanan tanpa kekerasan.

*Juru Bicara Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Pusat

Related

You Might Also Like

Sejarah Misi Katolik di Kampung Yogonima

Memikirkan Jalan “Lepas” dari Cengkeraman Oligarki

Komnas HAM dan Komnas Perempuan RI Abaikan Pengungsi Maybrat

Jayawijaya Jadi Kota Ninja, Banyak Orang Bawah Pedang Panjang Mirip Samurai

Persigubin FC Sukses Juara Liga IV, Siap Melangkah ke Liga III Nasional

TAGGED:Papua MerdekaTPNPB

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link
Previous Article Diduga Ada Kejangalan, Polisi Diminta Hadirkan 4 Saksi Beri Keterangan Di Hadapan Keluarga
Next Article Selain Backup Perjudian, AKP Rustam Diduga Jual Senjata ke OPM
1 Comment 1 Comment
  • boaswakur@gmail.com says:
    March 4, 2023 at 08:33

    Negara bungkam Ruang Demokrasi bagi warga Papua sehingga Ank2 usia produktif akan angkat senjata Lawan Negara,
    Ini hanya sebagian warga yang blm mengenang pendidikan sampai SMA, Tahun berikut pasti orang sarjana akan angkat senjata sehingga negara kerepotan menghadapi mereka ini prediksi sy terimakasih

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Iklan dari Nirmeke.com
Ad image

Berita Hangat

Wapres Gibran Kunjungi Pasar Potikelek Wamena, Mama-Mama Papua Sampaikan Aspirasi Modal hingga Keamanan
Ekonomi & Bisnis Infrastruktur
3 days ago
Simbol Sakral Bukan Kostum Politik
Artikel Catatan Aktivis Papua
4 days ago
GPMR-I Tuntut Bupati Intan Jaya Temui Massa Aksi, Soroti Krisis Kemanusiaan dan Darurat Militer
Polhukam Siaran Pers Tanah Papua
5 days ago
Relawan Rampai Nusantara Papua Minta Wapres Gibran Buka Kembali Penerbangan Internasional Bandara Biak
Infrastruktur Tanah Papua
5 days ago
Baca juga
HeadlinePolhukam

Harta Benda Milik Masyarakat Sipil di Kwiyawage Dijarah Militer Indonesia Ketika Melakukan Pencarian Pilot Susi Air

3 years ago
HeadlineTanah Papua

Saksi Ahli: Teror Bom Terhadap Victor Mambor Adalah Tindak Pidana

2 years ago
Editorial

Pasifik Selatan: Kelemahan, Peluang dan Tantangan ke Depan

2 years ago
HeadlineTanah Papua

Ini Agenda Umat Katolik di Kampung Yogonima Sambut Tahun Baru 2024

2 years ago
EditorialTanah Papua

Senator Paul Finsen Mayor: Sosok Menonjol dalam Perjuangan Hak-Hak Masyarakat Papua

10 months ago
EditorialTanah Papua

MRP DIPERSIMPANGAN JALAN (Kasus pada Pilkada 2024)

1 year ago
HeadlineKesehatan

KPA Jayawijaya: Kasus ODHA di Jayawijaya Mencapai 8.386 Jiwa

3 years ago
HeadlineInfrastruktur

Wenda Janji Kawal Anggaran Dana Desa Provinsi Pegunungan Papua

1 year ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?