Terkendala Finansial, Mahasiswa Tolikara di Jayapura Belum Buat Kegiatan Penerimaan

Jayapura, nirmeke.com – Guna menunjang Kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru HMPT, Koordinator Departemen Kerohanian bersama Pengurus inti HMPT telah mengundang para senior, mahasiswa/I, pelajar dan orang tua asal kabupaten Tolikara lalu mengadakan Ibadah Perdana di Gereja GIDI Jemaat Efesus pada Minggu sore.

“Wadah ini sangatlah penting untuk mencetak SDM Kabupaten Tolikara, kami mempunyai beberapa program yakni: Penerimaan Mahasiswa/Pelajar Baru, Natal, Hut HMPT dan lainnya, namun tidak ada perhatian satupun dari Pemerintah kabupaten Tolikara Hingga saat ini,” kata Akis, R. Wenda ketua HMPT dalam sambutannya, Minggu, (3/10/2021).

Ia mengatakan dengan adanya situasi Covid-19 dan PON XX seperti ini sangat sulit untuk mencari dana melalui kerja fisik bahkan non fisik, jalan satu-satunya kami akan mengadakan ibadah-ibadah perdana di setiap korwil yakni, korwil Sentani, Waena, Abe, dan Keerom agar kegiatan penerimaan bisa terlaksana dalam waktu dekat.

“Dirinya juga berharap kepada Pemda bahwa, wadah kami baru kasih aktif dari kefakuman sdan moment-moment seperti ini sangat penting sehingga Pemda jangan biarkan kami sebagai jatim piatu, tetapi harus pertikan kami, Karena kami tidak mau wadah ini terjadi kefakuman lagi,” tuturnya.

Koordinator Departemen Kerohanian Vigor Yikwa, mengatakan, banyak program-program kami yang tidak berjalan, karena kami tidak punya donatur, seakan-akan kami tidak punya orang tua (Pemda).

“Kami berpesan kepada mewakili Pemda yang hadir dalam ibadah ini, agar membangun komunikasi kepada Pemda/Dinas terkait supaya ada perhatian dan hak-hak kami bisa disalurkan dalam waktu dekat,” tutur Vigor.

Lanjut Vigor, walaupun Pemda tidak perhatikan kami, namun kami punya Tuhan maka, dalam situasi apapun kami akan terus berjuang demi daerah kami Tolikara.

Mewakili senior Tibenius Yigibalom, mengatakan, program-program seperti ini sangat penting sehingga, ade-ade harus berperan aktif dalam kegiatan seperti ini. Walaupun Pemda tidak perhatikan kita, saya pikir kita-kita saja yang bergerak, yang penting kita punya Tuhan.

“Utamakan Tuhan adalah kunci sebuah keberhasilan maka selagi menuntut ilmu, ade-ade harus di dalam Tuhan, jika di luar Tuhan, maka kita tidak akan apa-apa,” kata Tibe, dalam sambutannya.

Sementara itu, Mewakili orang tua EV. Aten, Y. Kogoya, meminta apapun situasi dan kondisi yang terjadi kita tetap semangat dan terus dekat di dalam Tuhan.

“Pergunakanlah uang yang telah dikirim oleh orang Tua itu dengan sebaik mungkin karena demi untuk mendapatkan seribu Rupiah, orang Tua kita dari pagi naik gunung-turun lembah lalu duduk di pasar, tahan panas, hujan dan tahan lapar,” tutur Aten. (*)

Reporter: Kossay Kogoya
Editor: Aguz Pabika

Tinggalkan Balasan