Lilin Kemanusiaan Alumni Uncen Se-Dunia Untuk Kedamaian Tanah Papua

Jayapura, nirmeke.com – Sebagai bentuk keprihatinan, Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Cendrawasih (KAMI) Uncen melakukan pemasangan ratusan lilin kemanusiaan sebagai bentuk duka cita mendalam atas gugurnya para korban kekerasan di seantero tanah Papua di Ndugama, Maybrat, Intan Jaya, Puncak dan yang terakhir almarhum Gabriella Meilani di Pegunungan Bintang.

Befa Yigibalom, ketua umum Alumni melalui pers releasenya mengatakan reproduksi tindakan kekerasan telah melahirkan berbagai tindak kekerasan baru yang tak berujung dari waktu ke waktu di Tanah Papua.

“Korban korban kekerasan struktural maupun vertikal telah meninggalkan luka kemanusiaan yang mendalam disekitar kita,” tuturnya.

Lanjutnya, kasus Kekerasan di Ndugama, Intan Jaya, Puncak, Maybrat dan Kabupaten Pegunungan Bintang telah menyadarkan semua kita bahwa berbagai kekerasan tidak akan pernah menjadi solusi dalam berbagai konflik kepentingan di Papua.

“Yang masih segar dalam ingatan kita dimana Peristiwa penyerangan dan pembunuhan tenaga Kesehatan di Puskesmas Distrik Kiwirok Kabupaten Pegunungan Bintang Papua oleh Pihak tertentu pada tanggal 13 September 2021 telah mendorong Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Cenderawasih (PP KAMI UNCEN) menyampaikan sikap keprihatinan dari Kampus Uncen Abepura dengan melakukan pemasangan ratusan lilin kemanusiaan,” tuturnya.

Dirinya mewakili alumni, menyampaikan duka cita yang sangat mendalam atas gugurnya para korban kekerasan di Seantero Tanah Papua di Ndugama, Maybrat Intan Jaya, Puncak, dan yang terakhir Almarhum Gabriella Meilani, semoga Almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta Seluruh Keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

“Alumni Uncen mengecam keras atas Tindakan dan penyerangan yang dilakukan oleh pihak pihak tertentu terhadap Fasilitas Kesehatan serta tenaga Kesehatan yang dianiaya, dilecehkan dan dibunuh secara tidak manusiawi karena merupakan Pelanggaran HAM dan Pelanggaran Hukum Tuhan,” tegasnya.

Alumni juga meminta kepada Presiden Joko Widodo agar segera membentuk Tim Pencari Fakta yang Independen dalam mengungkap berbagai kasus kekerasan yang terjadi di Tanah Papua akhir-akhir ini dan diproses hingga ke Pengadilan.

Dr. Pieter Ell, Sekjen KAMI Uncen meminta kepada seluruh Alumni Uncen yang saat ini bertugas di wilayah potensi konflik untuk selalu waspada dan berkoordinasi dengan pimpinan daerah setempat dalam menjalankan tugas.

“Meminta Presiden Joko Widodo agar memberikan jaminan keamanan nyata kepada semua warga negara Indonesia di Tanah Papua yang berpotensi timbulnya konflik kekerasan struktural maupun horizontal tanpa syarat,” harapnya. (*)

Tinggalkan Balasan