Musisi Meepago Suarakan Tangis Duka Pengungsi Nduga dan Intan Jaya Lewat Lagu

Jayapura, nirmeke.com – Duka para warga yang mengungi karena konflik bersenjata di Kabupaten Nduga dan Intan Jaya kembali mengilhami para musisi di Papua untuk berkarya.

Setelah Nelson Belau dan Oni Dendegau membuat lagu tentang para pengungsi Intan Jaya, kini Melison Mellow Dogopia dan Jhon Yohanes Mote mencipta lagu yang tajam bertanya, di mana keadilan bagi para warga Nduga dan Intan Jaya.

“Di atas negeriku sendiri, Nduga berdarah.

Di atas negriku sendiri, Intan Jaya berdarah.

Keadilan dibungkam, seakan Negara tidak ada hukum.

Ndugama, Intan Jaya, butuh keadilan, bukan pembunuhan.”

Itulah bait lirik lagu ciptaan Melison Mellow Dogopia alias Mellow dan Jhon Yohanes Mote alias Mote Jhon yang diberi judul “Nduga Intan Jaya Ingin Bebas”. Mellow berkisah, lagu itu lahir karenai ia dan Mote gelisah melihat negara yang seakan tidak peduli dengan nasib ribuan warga sipil yang mengungsi dari Nduga dan Intan Jaya.

“Kebebasan berekspresi bagi orang Papua itu belum sepenuhnya terpenuhi. Karena, masih ada pengungsian dalam jumlah yang besar, dan Negara tidak hadir dalam kondisi masyarakat demikian. Hukum pun tidak memihak kepada warga Papua,” kata Dogopia saat diwawancarai Jubi melalui panggilan telepon pada Kamis (22/4/2021).

Dogopia menuturkan ia dan Mote juga gelisah melihat tidak adanya kepastian hukum bagi orang asli Papua. “Kami menuliskan lagu tentang warga Nduga dan Intan Jaya yang mengalami penderitaan. Kami merasa sedih. Kami rindu untuk mereka juga menikmati perdamaian. Negara Indonesia ini negara hukum, tetapi seakan-akan hukum di Papua itu tidak berlaku lagi,” katanya.

Dogopia yang lahir di Waghete, ibu kota Kabupaten Deiyai, Papua, pada  14 Mei 1996 mengatakan sejak Indonesia menguasai Papua pada 1963, sudah terlalu banyak terjadi pembunuhan di luar hukum terhadap orang Papua. “Anehnya, pelanggar hukum tidak pernah dihukum. [Akhirnya] konflik terus berlarut hingga kini. Kita bisa lihat  potret pelanggaran di Nduga dan Intan Jaya yang masih  terbelenggu dan larut dalam  konflik, kekerasan, pembunuhan,” katanya.

Dogopia mengatakan lagu yang ia ciptakan bersama Mote ingin mengetuk hati pemerintah Indonesia untuk peduli terhadap nasib para warga sipil Nduga dan Intan Jaya yang mengungsi. “Kami ingin mengetuk hati pemerintah Indonesia, dan perpanjangan tangannya di Papua, untuk melihat nasib orang Papua yang menderita [karena] berbagai kepentingan segelintir orang,” katanya.

Menurutnya, para seniman dari Wilayah Adat Meepago menanti pemerintah untuk berani mengambil solusi jangka pendek maupun solusi jangka panjang atas konflik Papua. “Untuk solusi jangka pendek, pemerintah harus turun tangan tangani warga Nduga dan Intan Jaya, untuk mengembalikan warganya ke kampung halaman masing-masing. Untuk solusi jangka panjang, jika pemerintah Indonesia tidak mampu menyelesaikan persoalan itu, serahkan persoalan itu ke Perserikatan Bangsa-bangsa [atau PBB], agar mereka selesaikan konflik berkepanjangan itu,” kata Dogopia.

Mote Jhon mengatakan lagu “Nduga Intan Jaya Ingin Bebas” yang telah diunggah ke akun Youtube Komunitas Nogei Deiyai (KND) pada Senin (19/4/2021) itu merupakan kepedulian dirinya dan Dogopia terhadap para pengungsi dari Nduga dan Intan Jaya. “Kami termotivasi membuat lagu karena ribuan warga sipi di Intan Jaya dan Ndugama yang mengungsi itu,” katanya.

Lelaki kelahiran Waghete pada 23 Desember 2021 itu  mengatakan sebelumnya ia dan Dogopia juga pernah menciptakan lagu tentang konflik di Kampung Banti, Kabupaten Mimika, Papua. “Kami publikasi lagu tersebut dengan judul ‘KB Papua’,  tahun 2020. Kami berencana untuk membangun bagian ketiga, untuk Ndugama dan Intan Jaya,” kata Mote. (*)

Menurutnya, para seniman dari Wilayah Adat Meepago menanti pemerintah untuk berani mengambil solusi jangka pendek maupun solusi jangka panjang atas konflik Papua. “Untuk solusi jangka pendek, pemerintah harus turun tangan tangani warga Nduga dan Intan Jaya, untuk mengembalikan warganya ke kampung halaman masing-masing. Untuk solusi jangka panjang, jika pemerintah Indonesia tidak mampu menyelesaikan persoalan itu, serahkan persoalan itu ke Perserikatan Bangsa-bangsa [atau PBB], agar mereka selesaikan konflik berkepanjangan itu,” kata Dogopia.

Mote Jhon mengatakan lagu “Nduga Intan Jaya Ingin Bebas” yang telah diunggah ke akun Youtube Komunitas Nogei Deiyai (KND) pada Senin (19/4/2021) itu merupakan kepedulian dirinya dan Dogopia terhadap para pengungsi dari Nduga dan Intan Jaya. “Kami termotivasi membuat lagu karena ribuan warga sipi di Intan Jaya dan Ndugama yang mengungsi itu,” katanya.

Lelaki kelahiran Waghete pada 23 Desember 2021 itu  mengatakan sebelumnya ia dan Dogopia juga pernah menciptakan lagu tentang konflik di Kampung Banti, Kabupaten Mimika, Papua. “Kami publikasi lagu tersebut dengan judul ‘KB Papua’,  tahun 2020. Kami berencana untuk membangun bagian ketiga, untuk Ndugama dan Intan Jaya,” kata Mote. (*)

Sumber: Jubi

Tinggalkan Balasan