Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • Kabupaten Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Berbagi Kasih Dengan anak-anak Pengungsi Banjir Bandang Sentani 
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • Kabupaten Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Berbagi Kasih Dengan anak-anak Pengungsi Banjir Bandang Sentani 

Berbagi Kasih Dengan anak-anak Pengungsi Banjir Bandang Sentani 

Vekson Aliknoe
Last updated: March 23, 2021 20:25
By
Vekson Aliknoe
5 years ago
Share
3 Min Read
SHARE

Jayapura, nirmeke.com – Para Pengungsi banjir bandang Sentani yang masih bertahan di tenda pengungsian di kunjungi dari kelompok kemanusiaan dari kawan-kawan RHP. Dua tahun pengungsi banjir bandang Sentani hingga saat ini masih bertahan di tenda pengungsian menjadi perhatian komunitas guna membantu pengungsi.

Iklan Nirmeke

Hal tersebut dikatakan Grace Boikaway selaku koordinator mewakili teman-temannya saat memberikan bantuan kepada para pengungsi. Senin, (22/3/2021).

“Sebelumnya kami berfikir pengungsi sudah tidak ada tapi setelah di cek dan dengar kalau ada informasi pengungsi masih tetap ada, dan di perkumpulan kami kumpulkan barang-barang keperluan anak-anak secara suka rela, baik buku tulis, buku menggambar, bolpoin, klir warna, dan yang lain untuk diberikan kepada mereka,” katanya.

Dia mengatakan, walau jumlahnya sedikit namun dapat membantu kebutuhan dari anak-anak di pengungsian kampung Toladan Sentani.

“Kiranya sedikit yang kami bawa ini dapat membantu kekurangan dari adik-adik yang sedang sekolah, karena mereka ini ada yang ke sekolah menggunakan seragam dengan lambang sekolah lain, ada yang pake sendal, masih banyak kekurangan-kekurangan mereka,” jelasnya.

Selain itu kata Grace selaku koordinator, ia berharap juga pemerintah dapat melihat kekurangan pengungsi ini.

“Anak-anak ini sebagai generasi sehingga mereka ini perlu di bekali dengan baik, dengan situasi pendidikan saat ini merek banyak alami kendala, apalagi sekolah semua online dan kondisi orang tua mereka sebagaian besar petani,” kata Boikaway.

Selain itu pengungsi ini tidak dapat kembali ke Lokasi lama mereka karena rumah tempat tinggal mereka rusak parah.

“Saya juga dengar keluahan mereka soal tanah yang di rekomendasikan ini belum terbayar, saya bilang kita berdoa biar Tuhan buka jalan, karena semua itu Tuhan punya tanggung jawab, mulai dari penyelesaian tanah hingga pembagunan rumah layak huni,” tutur Boikaway.

Sementara itu di tempat yang sama Yance Wenda, Sekertaris pengungsi Banjir Bandang Sentani Toladan, menyampaikan terima kasih atas kunjungan kelompok kemanusiaan dari KKR (kawan-kawan RHP).

“Kami sangat berterima kasih atas kunjung Yan di lakukan, anak-anak di Lokasi ini memang mereka alami kendala seragam, buku dan kebutuhan alat tulis lainnya,” Yance.

Yance juga menjelaskan bahwa masih banyak kendala yang ia hadapi sejak ada di pengungsian.

“Kami di lokasi ini ada 22 KK (kepala keluarga), dan ada anak PPA, paud, SD, SMP dan SMA, dimana sejak banjir bandang itu dinas terkait memang datang ambil minta data dan saya data semua sepatu dan nomor mereka namun sampai saat ini tidak kunjung datang,” katanya.(*)

Reporter : 
Editor : Aguz Pabika

Related

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link
Previous Article Raker Komunitas Mamipo Jayapura Resmi Digelar, Ini Pesan Mulait
Next Article Mulait: Jauhi Miras, Orang Tua Berharap Bawah Pulang Ijasah Bukan Jenasah
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Iklan dari Nirmeke.com
Ad image

Berita Hangat

Wapres Gibran Kunjungi Pasar Potikelek Wamena, Mama-Mama Papua Sampaikan Aspirasi Modal hingga Keamanan
Ekonomi & Bisnis Infrastruktur
1 day ago
Simbol Sakral Bukan Kostum Politik
Artikel Catatan Aktivis Papua
1 day ago
GPMR-I Tuntut Bupati Intan Jaya Temui Massa Aksi, Soroti Krisis Kemanusiaan dan Darurat Militer
Polhukam Siaran Pers Tanah Papua
2 days ago
Relawan Rampai Nusantara Papua Minta Wapres Gibran Buka Kembali Penerbangan Internasional Bandara Biak
Infrastruktur Tanah Papua
2 days ago
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?