Roda Pemerintahan Tidak Berjalan Maksimal, Mahasiswa Tolikara Kritisi Pemkab

Jayapura, nirmeke.com – Mahasiswa kabupaten Tolikara kota studi se Sulawesi meminta pemerintah kabupaten Tolikara harus bekerja dengan hati dengan motto Nawi Arigi membawa kemajuan SDM dalam bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, infrastruktur jalan dan jembatan.

Ayamaru Yanengga, perwakilan mahasiswa Tolikara melalui pers releasenya mengatakan pimpinan yang dipilih oleh masyarakat Tolikara harus punya rasa memiliki dan ingin membuat yang terbaik untuk Tolikara.

“Moto kabupaten Nawi Arigi harus didukung oleh segenap pemerintah dan DPRD dan harus mencintai, berbuat baik untuk masyarakat Tolikara siapapun dia. Seorang pemimpin adalah lahir dari rakyat maka, harus mampu menyentuh hati rakyat,” ujarnya.

Lanjutnya, implementasi Nawi Arigi kepada rakyatnya tidak harus merujuk pada jati diri dalam konteks stabilitas kemajuan pembangunan daerah di bidang ekonomi, politik, budaya dan sumber daya alam (SDA) yang ada disana.

“SDA sebagai penopang kapasitas yang kuat harus dibarengi dengan SDM yang maju agar bisa mengambil peran penting dalam hal kemajuan baik birokrasi, legislative, pemerintahan, dan swasta jangka panjang maupun jangka pendek,” ujarnya.

Dan mahasiwa/I dalam regulasi menyiapkan mutu (SDM) yang berkualitas, unggul, dan
intelektual yang menjamin kesehatan dan kebutuhan hidup masyarakat agar produktif dalam menimba ilmu tanpa sibuk mengurus kebutuhan makan minum.

“Mahasiswa Tolikara dengan tegas meminta kepada kepala daerah (bupati) dan seluruh anggota DPRD terpilih untuk kembali ke daerah untuk jalankan roda pemerintahan di Tolikara karena selama ini aktivitas pemerintahan berjalan di kota Jayapura,” tuturnya.

Lanjutnya, pelayanan pemerintahan saat ini tidak berjalan maksimal terhadap masyarakat, baik di pelayanan pendidikan, kesehatan, serta bantuan kemanusiaan lainnya seperti bantuan Covid-19 yang tidak tepat sasaran kepada masyarakat sesuai anjuran presiden Joko Widodo.

“Kami mahasiswa selama ini melihat pemerintah kabupaten Tolikara baik bupati dan DPRD tiap tahun selalu lakukan sidang Paripurna di hotel-hotel Jayapura hanya buang-buang APBD sehingga harus kembali ke daerah,” tegasnya.

Mahasiswa juga berharap DPRD dan seluruh SKPD Tolikara yang menetap di Jayapura semua kembali ke daerah (Tolikara) dengan harapan pelayanan dipusatkan di kabupaten Tolikara.

Ditempat terpisah Sonny Wanimbo ketua DPRD Tolikara Definitif meminta kepada pemerintah kabupaten Tolikara (bupati) untuk segera melantik pejabat definitif DPRD agar dapat menjalankan roda pemerintahan di kabupaten Tolikara.

“Masyarakat saat ini sangat menantikan sentuhan dari DPRD yang mereka pilih, hampir 8 bulan pelayanan belum berjalan karena kami belum di lantik dan harapan kami bupati dalam waktu dekat ini bisa mengeluarkan jadwal pelantikan secepatnya,” harapnya. (*)

 

Tinggalkan Balasan