Ambrosius Mulait Terpilih Sebagai Sekjen AMPTPI periode 2020-2023

Jayapura, nirmeke.com –ย  Ambrosius Mulait terpilih sebagai Sekjen dan Stones Wonda wakil Sekjen Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua Se-Indonesia (AMPTPI) periode 2020-2023, pada Kongres ke-IV AMPTPI di Jayapura di hadiri oleh 27 DPC dan tiga DPW.

Ketua terpilih Ambrosius Mulait menyampaikan terimakasih kepada 27 DPC dan tiga DPW serta pendiri, senioritas AMPTPI yang mana telah mempercayakan dirinya untuk memimpin organisasi AMPTPI tig tahun berjalan ini.

“Langkah kerja kami kedepan akan lakukan rekonsiliasi kepada setiap mahasiswa Papua dan OKP untuk bekerja sama dan memberikan resolusi solusi terbaik untuk menyelesaikan berbagai persoalan di Papua mulai dari pelanggaran HAM, kebebasan berekspresi, serta bagaimana menghadapi UU Omnibus Low itu sendiri,” ujar Mulait.

Dalam Resolusi tersebut AMPTPI tegas menolak Otsus, juga menolak UU Omnibus Low serta beberapa resolusi lainnya.

“Untuk menjangkau semua dalam kerja kami, dibutuhkan komitmen bersama dari mahasiswa, akademisi, dan rakyat Papua untuk bekerjasama karena kami punya tanggung jawab bersama untuk menyelesaikan semua persoalan yang ada di tanah Papua,” tuturnya.

Yanuarius Lagowan, ketua Demisioner Sekjen AMPTPI mengatakan Kongres ini merupakan ajang terbesar di tingkatan organisasi AMPTPI dan ini juga forum tempat pengambilan keputusan dalam rangka reorganisasi hingga dalam kegiatan ini dapat menghasilkan putusan-putusan yang dapat membawa warna baru dalam organisasi AMPTPI kedepan dengan kinerja yang baru.

“Kami berharap kepengurusan yang baru dapat berjalan dengan baik dan dapat mengambil sikap serta keputusan tentang masalah-masalah ekonomi, sosial, budaya yang terjadi di tanah Papua lebih khusus di wilayah pegunungan tengah Papua,” ujarnya.

Dirinya juga menambahkan kebijakan-kebijakan yang dilahirkan dalam AMPTPI diharapkan dapat menyentuh masyarakat agar mereka mendapatkan kehidupan yang layak sebagai manusia sejati di tanah Papua.

“Kami juga berharap pengurus baru dapat melakukan konsolidasi organisasi secara baik sehingga hal-hal yang tertunda dalam kepengurusan kami bisa diperbaiki sehingga api dalam honai tetap menyala dan jangan sampai bara dalam honai ini padam,” harapnya. (*)

 

 

Tinggalkan Balasan