Anak Muda Papua Ajak Lestarikan Bahasa Daerah

Jayapura, nirmeke.com – Kolaborasi movement #SaPuBudayaSaPuWarisan dibuat oleh anak-anak muda Papua yang berkomitmen bersama menyuarahkan kepada orang Papua untuk melestarikan dan kembali ke bahasa daerah masing-masing.

Kegiatan kolaborasi tersebut diisi para musisi muda Papua dengan lagu daerah, videomaker, fotographer, komunitas kopi, Papua stand up comedi Jayapura dan cafe anak Papua yang berlangsungdi Sund Shine Safe & Libery Waena, Sabtu (5/9/2020).

Julio Faot, selaku inisiator kegiatan tersebut mengatakan kegiatan yang dilakukan anak-anak Papua ini merupakan kebersamaan generasi milenial untuk sama-sama memikirkan kita punya tanah Papua melalui bahasa, budaya dan musik.

“Karena generasi sekarang sudah mulai mengalami kemerosotan dari sisi kebudayaan, sebab tidak ada iven-ivent besar sehingga tidak ada kebersamaan dan wordshop yang merangkul anak-anak muda untuk mencintai bahasa, budaya dan musiknya,” kata Julio.

Ia menambahkan pihaknya berkumpul karena kegelisahan anak-anak Papua untuk mau buat movement sebagai bentuk gerakan anak-anak muda dengan tagar #SaPuBudayaSaPuWarisan. Dengan demikian dapat mengajak semua anak-anak muda, orang tua sama-sama untuk memberikan harapan bahwa semua punya budaya masih ada dan belum terlambat untuk dilestarikan.

“Kita bersatu dari perbedaan gendre musik, perbedaan bidang apapun, tapi melihat budaya dan warisan itu bersama-sama sangat penting agar tidak hilang karena pengaruh dari luar (modernisasi),” katanya.

Ia mengatakan, bahwa selama ini ada kerinduan anak-anak Papua, baik di bandara, toko swalayan, pelabuhan hotel-hotel untuk mewajibkan memutar lagu-lagu daerah Papua yang harus diatur dalam regulasi dari pemerintah yang diatur dalam Perda.

“Kenapa di Bali, Jawa, Menado dan seterusnya bisa memutar lagu daerah mereka, kenapa tidak di Papua. Padahal kita punya keistimewaan Otsus tapi tidak ada aturan-aturan wajid seperti itu, sehingga perlu disahkan oleh DRP Papua Papua,” harapnya.

Ia mengatakan, kesempatan itu dihadiri sekitar 200 anak-anak Papua untuk melihat anak-anak Papua berkolaborasi, guna mengajak semua orang Papua melestarikan budaya dan warisan masing-masing yang ada di Papua.

John Gobai, Anggota DRP Papua yang hadir pada kegiatan tersebut mengapresiasi gerakan anak-anak muda Papua yang mana ingin melestarikan budaya dan warisan orang Papua dari pergeseran budaya luar.

“Saya senang dan bangga. Tinggal bagaimana pemerintah mengakomodir semangat yang ada ini dengan mendukung bersama-sama mendorong revisi Raperda khusus Papua tentang perlindungan dan pembinaan kebudayaan asli Papua. Besar harapan bisa disahkan dan dapat mengakomodir semua gerakan anak-anak muda saat ini, demi penyelamatan bahasa, budaya dan warisan Papua,” harap Gobai.

Sumber: Suara Papua

 

Tinggalkan Balasan