Pemkot Diminta Keluarkan Perda Soal Penataan Wisata Pantai Holtekamp

Jayapura, nirmeke.com  – Pemerintah kota Jayapura diminta mengeluarkan satu aturan tentang pengelolaan wilayah pesisir pantai Holtekamp dan lainya agar tidak dilakukannya pembangunan di setiap bibir pantai yang merusak alam setempat.

Hal tersebut dikatakan Wali Wonda. Sebagai  Warga Kota Jayapura ia mengkritik dan memberikan masukan kepada Pemerintah kota Jayapura terkait pembangunan di sepanjang jalan Jembatan merah sampai Holtekam.

Menurutnya, jalan dan tempat wisata itu pemerintah harus menjaga dengan kondisi alam sekitarnya, jangan mengeluarkan izin bangun kios, toko, hotel dan lainya karena dampaknya merusa keaarian alam di wilayah itu

“Tidak layak jika ada izin di keluarkan izin bangunan di sepanjang pantai panjang Holtekamp, jembatan merah sampai ke Holtekamp, sebab ruas jalan antara laut dan pantai sangat sempit, bagaimana izinkan manusia masuk leluasa membangun rumah, ruko di situ secara sembarang ini harus di tata,” ujarnya.

Bahkan ia menyangkan hingga  ada penimbunana laut di daerah itu, yang seharaunya tidak perlu di lakukan.

“Jika kelapa dan semua kayu tumbuhan yang menahan laut itu semuanya di terbang, dibakar, habis maka tidak lama lagi laut akan masuk habiskan penduduk sekitar,” katanya.

Untuk itu ia berharap, Wali kota Jayapura segera keluarkan surat larangan atas semua pembangunan sepanjang jalan jembatan merah sampai ke holtekam.

“Kita sama-sama jaga pantai ini agar pantai ini di lindungi hanya untuk berwisata saja, jangan aneh – aneh, pemerintah harus buat Master planing yang bagus bagi pantai ini sehingga masyarakat yang ada disana kita lindungi, buat mereka punya pendapatan disana,” katanya..

Kalau pantainya bagus pasti pengunjung juga banyak dampaknya masyarakat mendapatkan sumber pencaharian, di samping itu kan PAD kota juga bisa terbantu dari hasil itu.

“Luas Tanah  tabi ini  luasnya lima kali lipat Jakarta, wisata jangan gabung-gabungkan dengan bangunan lainya, bangunan lain cari dan bangun di tempat lain, jangan bikin kotor kota ini, sebab Jayapura adalah tolak ukur Provinsi Papua,” katanya.

Menurut Wonda, yang sekarang berada di poling teratas calon ketua umum partai politik Gerindra Provinsi Papua setelah Ones Pahabol ini benar benar sesali cara dan sikap yang di ambil wali kota kota Jayapura terhadap tempat wisata sepanjang jalan jembatan merah sampai holtekam ini.

“Besar harapan saya wali kota Jayapura segera mencabut semua izin yang telah di keluarkan atas izin usaha di sekitaran laut jembatan merah sampai holtekam dan lindungi pantai dan buat tempat wisata yang di sukai manca Negara di kota Jayapura,” ujarnya. (*)

Tinggalkan Balasan