Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • Kabupaten Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: JDP: Biarkan Masyarakat 7 Wilayah Adat Putuskan Penting Tidaknya Otsus Lagi
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • Kabupaten Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > JDP: Biarkan Masyarakat 7 Wilayah Adat Putuskan Penting Tidaknya Otsus Lagi

JDP: Biarkan Masyarakat 7 Wilayah Adat Putuskan Penting Tidaknya Otsus Lagi

admin
Last updated: July 8, 2020 12:29
By
admin
Byadmin
Follow:
6 years ago
Share
2 Min Read
SHARE

Jayapura, nirmeke.com – Dengan akan berakhirnya Otonomi Khusus (Otsus) tahun 2021, Majelis Rakyat Papua (MRP) diharapkan mengakomodir 7 wilayah adat di Papua membicarakan penting tidaknya Otsus lagi untuk yang berikut.

Iklan Nirmeke

Hal tersebut dikatakan tokoh Agama Katolik dan Ketua Jaringan Damai Papua (JDP), Pastor John Bonai, Pr kepada suarapapua.com ketika menghadiri kegiatan reses II bersama anggota Pokja Agama MRP di goa Maria Buper Waena, beberapa waktu lalu. Selasa, (30/6/2020).

Sebagai ketua koordinator Jaringan Papua Damai (JDP) memberi masukan kepada Majelis Rakyat Papua (MRP) untuk melibatkan 7 wilayah adat di Papua dari Lapago, Meepago, Saireri, Domberai, Bomberai, Animha dan Mamta untuk mendengar langsung apa yang mereka inginkan setelah Otsus berakhir.

“Bagusnya MRP kesana lalu bicara soal penting tidaknya Otsus. Jadi bukan orang pintar yang bicara tapi biarlah masyarakat kita yang berbicara karena Otsus itu betul berdampak ke bawah atau tidak? Bagusnya tanya langsung ke masyarakat di wilayah adat masing-masing,” kata Pastor Bunai.

Selama ini yang merasakan kehadiran Otsus itu masyarakat, bukan elit politik sehingga dengan kehadiran MRP di 7 wilayah adat tersebut dapat mendengar dan menjawab kerinduan pergumulan masyarakat Papua selama ini.

Iche Morip, Aktivis Perempuan Papua mengatakan Mewakili Perempuan Papua yang ada di tanah Papua dengan tegas mengatakan Otsus telah cacat dan gagal. Otsus tidak menjamin keselamatan orang Papua. Kita masih berjuang melawan ketidakadilan di Tanah Papua, Perjuangan kita adalah perjuangan damai untuk Menentukan Nasib Sendiri melalui mekanisme Referendum.

“Rakyat Papua sudah menyatakan bahwa Otsus tidak memberikan manfaat untuk orang Papua dan orang Papua minta Otsus di kembalikan lalu Merdeka. Karena, Indonesia dan orang Papua tahu Otonomi Khusus tidak menyelesaikan masalah justru sebaliknya. Maka Berikan ruang seluas-luasnya agar rakyat Papua menentukan Nasibnya sendiri melalui Referendum,” tuturnya.

Bila pemerintah pusat dan para elit politik Papua terus mendorong dan memutuskan melanjutkan Otsus berarti pemerintah Pusat tidak dengan sungguh-sungguh memberikan kewenangan kepada pemerintah provinsi Papua. Faktanya Esensi dari Otonomi Khusus itu tidak dikawal dan dilaksanakan dengan baik dan jujur sehingga ada krisis kepercayaan kepada pemerintah pusat.(*)

 

Sumber: Suara Papua

 

Related

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link
Previous Article Soal Otsus, Aktivis Perempuan: Tanyakan Rakyat Papua Mau Apa?
Next Article Menjelang Pemilu, Dewan Adat Pegubin Minta Media Netral Dalam Pemberitaan
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Iklan dari Nirmeke.com
Ad image

Berita Hangat

Wapres Gibran Kunjungi Pasar Potikelek Wamena, Mama-Mama Papua Sampaikan Aspirasi Modal hingga Keamanan
Ekonomi & Bisnis Infrastruktur
1 day ago
Simbol Sakral Bukan Kostum Politik
Artikel Catatan Aktivis Papua
1 day ago
GPMR-I Tuntut Bupati Intan Jaya Temui Massa Aksi, Soroti Krisis Kemanusiaan dan Darurat Militer
Polhukam Siaran Pers Tanah Papua
2 days ago
Relawan Rampai Nusantara Papua Minta Wapres Gibran Buka Kembali Penerbangan Internasional Bandara Biak
Infrastruktur Tanah Papua
2 days ago
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?