Bertemu DPR Papua, HIPMAJA Tegaskan Tolak Pembangunan Pabrik Semen Di Wamena

Jayapura, nirmeke.com Sejumlah elemen mahasiswa dan masyarakat dari Kabupaten Jayawijaya di kota studi Kota Jayapura secara tegas menolak rencana pembangunan pabrik semen di Wamena.

Penolakan itu, disampaikan sejumlah elemen mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Jayawijaya dalam audiensi dengan Ketua DPR Papua, Jhony Banua Rouw, SE didampingi Ketua Komisi IV DPR Papua, Herlin Beatrix Monim, Ketua Komisi II DPR Papua, Mega Mansye F Nikijuluw, Sekretaris Komisi III DPR Papua, Tan Wie Long, Anggota Komisi V DPR Papua dan Anggota Komisi II DPR Papua, Danton Giban di Ruang Banggar DPR Papua, Senin, 29 Juni 2020.

“Kami mahasiswa dan pelajar Jayawijaya di Kota Studi Jayapura dengan tegas menolak rencana pembangunan pabrik semen di Kabupaten Jayawijaya. Jika tuntutan kami tidak digubris, kami akan melakukan penolakan dengan demontrasi di seluruh kota studi di Indonesia,” tegas Ketua Himpunan Mahasiswa Jayawijaya, Elias Wonda ketika membacakan pernyataan sikap dalam audiensi itu.

Sebab, kata Elius Wonda, berbagai elemen di Kabupaten Jayawijaya telah menolak rencana pembangunan pabrik semen di Kabupaten Jayawijaya.

Penolakan itu, lanjutnya, dengan pertimbangan bahwa bahan baku semen sebagian dari jenis bebatuan yang tergolong merupakan sumber daya alam yang tidak bisa terbarukan, tentu eksplorasi yang terus menerus akan mengganggu keseimbangan lingkungan.

Selain itu, proses produksi semen tentu menghasilkan gas karbondioksida dalam jumlah banyak, sehingga mempengaruhi kondisi atmosfir sehingga mempercepat pemanasan global.

“Produksi semen juga menimbulkan dampak polusi udara, sehingga mengakibatkan penyakit gangguan pernafasan dan belum tersedianya SDM Jayawijaya yang mampu mengelola atau bekerja sebagai karyawan atau teknis lainnya, sehingga kami menolak rencana pembangunan pabrik semen itu,” pungkasnya.

Usai audiensi, Ketua DPR Papua, Jhony Banua Rouw, SE mengapresiasi mahasiswa dan pelajar asal Jayawijaya yang ada di Jayapura menyampaikan aspirasi itu.

“Ya, mereka datang melakukan audiensi dengan kami untuk menyampaikan aspirasi, mereka tidak menggunakan pola lama dengan demo, mereka datang minta audiensi dan menyerahkan aspirasi. Dan, kami dialog dengan baik. Tentu kami apresiasi ini,” kata Jhony Banua.

Menurutnya, jika mereka menyampaikan aspirasi terkait pembangunan pabrik semen di Jayawijaya, yang awalnya memang disampaikan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam pertemuan dengan Komisi IV DPR Papua beberapa waktu lalu.

“Ya, alasan mereka menurut kami sangat masuk akal. Yang pertama, akan mengganggu lingkungan, kesehatan masyarakat dan merubah pola hidup masyarakat di Jayawijaya,” ujarnya.

Terhadap aspirasi itu, Jhony Banua Rouw menambahkan jika pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi itu dengan memanggil Dinas ESDM Papua.

“Kami akan undang dinas terkait mungkin dalam minggu depan. Kami akan tanya alasan utama pendirian pabrik semen itu,” imbuhnya.

 

Sumber: papuaterkini.com

 

Tinggalkan Balasan