Miliki Koperasi di Boven Digoel, Pendulang Emas Ilegal Korowai Muncul Lagi

Salah satu pendulang emas ilegal non Papua yang di kirim dari Tanah Merah Boven Digoel ke Danowage – Jubi/ Jimmy Weya

Jayapura, nirmeke.comTerulang lagi, usaha gelap dulang ilegal di Korowai terus berlanjut. Selasa 14 Januari 2020, seorang pendulang emas ilegal di antar mengunakan helikopter  dari Tanah Merah Boven Digoel tiba di landasan bandara Danowage dengan perlengkapan lengkap mendulang.

Laporan tersebut diterima redaksi, oleh Jimmy Weya, salah satu penginjil di Danowage, Korowai yang aktif melayani dan memerangi pendulang ilegal yang masuk di pedalaman Korowai sejak tahun 2017 silam.

Jimmy Weya, mengatakan pendulang emas yang di antar mengunakan helikpter berlogo Pemerintah kabupaten Mimika dengan nama Heli Asian OneAIR PK-LTA tersebut mendarat di lapter Danowage membawa satu orang pendulang emas dan perlengkapan dulang. Jumat, (17/1/2020).
“saat kami hadang dan tanya, menurut penambang emas, mereka buka koperasi di Tanah Merah dan urus surat atau kartu dulang emas di tanah setelah itu diijinkan untuk lakukan dulang,” katanya.
Identitas pendulang yang punya kartu kuning pendulang emas milik koperasi yang ada di tanah merah, Boven Digoel – Jubi/ Jimmy Weya

Lanjutnya, operasi tambang emas baru buka secara ilegal di kepala kali Daeram Korowai batu tanpa sepengetahuan masyarakat setempat. Mereka yang ingin mendulang diharuskan memiliki kartu dulang emas.

“semua barang drop lewat bandara Danowage dari Tanah Merah dan lanjut di muat dengan helikopter ke lokasi tambang emas. Saya kurang tahu apakah atas perijinan dari pemerintah kabupaten atau provinsi? Dan kami akan cek kebenaran tersebut,” kata Jimmy.
.
Ia menambahkan, sebagai bukti kami juga mengambil keterangan dan bentuk foto dan video serta identitas pendulang ilegal tersebut, sekaligus kartu dulang emas atau usaha jual barang di lokasi tambang.

Pesawat milik Pemerintah kabupaten Mimika yang mengangkut pendulang emas ke Korowai – Jubi/ Jimmy Weya
provinsi atau tidak kami belum mengetahui secara intern. Ada video dan foto sekaligus kartu dulang emas atau usaha jual barang di lokasi tambang.
Sementara itu, Yan Akobiarek, Aktivis Kemanusiaan Kopkedat Papua, menambahkan, informasi yang beredar tanggal 14 Januari tersebut satu dari sekian banyak praktek dulang emas ilegal yang terjadi di Korowai.
“itu yang ketahuan, belum mereka yang datang sembunyi dan di droping langsung ke tempat pendulangan mengunakan helikopter,” katanya.
Ia menjelaskan, kejadian ini bukan pertama kali dan akan terus terjadi bila yang ikut bermain disitu para pejabat Papua juga. Dan komitmen pemerintah serta pihak keamanan soal pengamanan pendulang emas ilegal hanya tinggal cerita dan tidak ada komitmen untuk investigasi dan menjerat oknum di balik pencurian tersebut. (*)

Editor : Aguz Pabika

Tinggalkan Balasan