Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • Kabupaten Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Sakit Hati Perempuan Ndugama Melihat Pengungsi Nduga di Diskriminasi Oleh Pemerintah
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • Kabupaten Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Sakit Hati Perempuan Ndugama Melihat Pengungsi Nduga di Diskriminasi Oleh Pemerintah

Sakit Hati Perempuan Ndugama Melihat Pengungsi Nduga di Diskriminasi Oleh Pemerintah

Vekson Aliknoe
Last updated: October 13, 2019 23:20
By
Vekson Aliknoe
6 years ago
Share
4 Min Read
SHARE

Jayapura, nirmeke.com – Melihat kondisi beberapa waktu terakhir soal perhatian pemerintah Pusat hingga pemerintah daerah menanggapi kondisi masyarakat yang tengah kena musibah antara masyarakat non Papua yang mengungsi dari Wamena ke Jayapura atau ke daerah lainnya pasca insiden tanggal 23 September 2019 lalu, dengan masyarakat OAP (Nduga) ke Wamena dan beberapa kabupaten tetangga lainnya sangat diskriminatif sekali.

Iklan Nirmeke

Hal tersebut dikatakan Resina Lokbere perempuan asli Ndugama ketika melihat pemerintah lebih mengutamakan warga non Papua di banding warga asli Papua yang di kelas duakan di negara Bineka Tunggal Ika ini. Kamis, (10/10/2019).

Ia menjelaskan, jika kita melihatnya dari akar persoalan atau mengapa konflik bisa terjadi seharusnya kita sudah tahu. Lalu dalam hal menanggapi kasus ini oleh seluruh pihak terutama dari sisi pemerintahan ada perbedaan besar saat penanganan.

“saya secara pribadi melihatnya ada perbedaan yang sangat besar, dimana dua kasus ini ditanggapi dengan atau lebih pasnya perlakuan pemerintah kepada kedua kelompok ini. Kasus Nduga sudah terjadi dari 1 Desember 2018, dan sejak itu masyarakat semua tinggalkan kampung halaman dan mengungsi kemana-mana sampai di hutan pun mereka ada sebab rumah mereka jadi tempat Operasi Militer,” katanya.

Dirinya sebagai anak asli Ndugama, sangat sedih melihat situasi beberapa hari terakhir. Ia melihat tidak hanya dari Pemerintah namun dari berbagai media bicarakan soal masyarakat non Papua yang mengungsi ke Jayapura, dan mengundang banyak perhatian. Sementara kondisi masyarakat Ndugama hampir-hampir tak didengar, padahal sudah mau satu tahun Kondisi mereka seperti ini.

“Ribuan generasi putus pendidikan, dan kondisi kesehatan mereka yang tak terjamin, kerugian dalam ekonomi, siapa yang tahu bagi mereka yang telah mati di hutan sana setelah beberapa bulan bertahan hidup tanpa makan, minum?  Entahlah, hanya Tuhan yang jadi saksi antara penderitaan umat dengan –Nya,” cerita Resina mengenang keluarganya yang ikut mengungsi keluar dari Nduga.

Sangat Disayangkan, Jika Masih Ada Perbedaan!

Menurut dia, seharusnya pemerintah harus menanggapi situasi begini dengan tidak membedakan si A dan si B, karena mereka adalah sama-sama rakyat, tidak menganggap satu kasus lebih penting daripada yang lainnya. Secara tidak langsung pemerintah lah yang sedang membangun tembok-tembok pemisah antar satu dengan yang lainnya. Semua yang mendapatkan masalah adalah korban mereka sama-sama manusia maka perlakukanlah mereka dengan sama, jangan Ada perbedaan antara mereka!

“Pemerintah jangan melihat masalah Nduga dan Wamena dari sisi politik saja, namun Lihatlah dari sisi kemanusiaan. Mereka rakyat anda, mereka membutuhkan tindakan anda bukan hanya janji di atas janji di panggung,” tegas perempuan Ndugama ini.

Sementara itu Anggota komisi bidang pemerintahan, politik, hukum  dan HAM DPR Papua, Laurenzus Kadepa menilai ada perbedaan dalam penanganan pengungsi dari dua kasus yang terjadi yakni Nduga dan Wamena.

Menurutnya, warga di kota Wamena yang menjadi korban dievakuasi atau diungsikan dengan serangkaian fasilitas. Mulai dari mendapatkan bantuan bahan makanan hingga mencukupi kebutuhan selama mengungsi, bertolak belakang dengan warga Nduga yang mengungsi dari beberapa kampung ke Wamena dan kabupaten lain dengan berjalan kaki berhari-hari.

Iklan Otomatis

“bantuan bahan makanan untuk pengungsi Nduga dipersulit. Sangat beda dengan pengungsi Wamena. Dimana mereka diantar dengan pesawat, diberikan tempat penampungan dan kebutuhan bahan makanan,” katanya.

Melihat dinamika yang terjadi di Papua belakangan ini, para pemangku kepentingan di Papua hingga pemerintah pusat harus segera memikirkan solusi mengakhiri situasi ini. (*)

 


Editor      : Agus Pabika

Sumber   : Jubi.co.id

Related

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link
Previous Article PMKRI Minta Pemerintah Tak Diskriminatif Pada Pengungsi Nduga
Next Article Peduli Nduga, Pemkab Manokwari Gelar Aksi 5 Menit
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Iklan dari Nirmeke.com
Ad image

Berita Hangat

Pemkab Yahukimo Gelar Natal Bersama dan Syukuran HUT ke-23, Uskup Minta Hentikan Kekerasan di Papua
Tanah Papua
3 days ago
Anggota DPR RI Arianto Kogoya Hadiri Seminar Nasional BEM Uncen, Tekankan Pentingnya Pendidikan Inklusif di Papua
Pendidikan Tanah Papua
3 days ago
KNPB Wilayah Nabire Soroti Rentetan Pelanggaran HAM di Papua pada Peringatan Hari HAM Sedunia
Polhukam Tanah Papua
3 days ago
Pemuda Baptis West Papua Gelar Hening Cipta dan Seminar HAM pada Peringatan HUT ke-20
Tanah Papua
4 days ago
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?