PMKRI Minta Pemerintah Tak Diskriminatif Pada Pengungsi Nduga

Jayapura, nirmeke.comInsiden Kerusuhan pada 23 September 2019 lalu, masyarakat Jayawijaya yang dapat memilih mengungsi menyelamatkan diri di ke Jayapura dan daerah sekitar lainnya respon kepedulian pemerintah terhadap masyarakat pengungsi sangat luar biasa dan cepat dibanding masyarakat pengungsi dari Nduga.

Hal tersebut disampaikan Wakol Yelipele, ketua Presidium Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) santo Efrem Cabang Jayapura kepada nirmeke.com. Kamis, (10/10/2019).

Wakol mengatakan, karena menanggapi dan memberikan respon bantuan secara cepat saat insiden di Wamena (para Pengungsi), tetapi ketika masyarakat Nduga pengungsian pemerintah tidak memberikan respon bantuan terhadap masyarakat Nduga yang mengungsi pada hal ini masalah kemanusiaan yang sama harus diperhatikan oleh pemerintah.

“Maka saya merasa bahwa pemerintah  tidak ada pemerataan, kesejahteraan terhadap masyarakat yang mengungsi. Saya merasa bahwa pemerintah adalah wakil Tuhan yang dapat dipercayakan oleh masyarakat kecil untuk menjaga, melindungi, dan mensejahterakan terhadap masyarakat tanpa perbedaan karena manusia adalah ciptaan Tuhan yang memiliki hak yang sama,” kata Yelipele.

Oleh sebab itu, kata Wakol, PMKRI berharap pemerintah segera mengevaluasi dan kedepan agar memberikan respon tanpa perbedaan diantara sesama manusia.

Sementara itu Anias Lengka asal Wamena, berdomisili di kota Jayapura menegaskan kenapa kita buat diskriminasi dalam pemberian bantuan yang hanya berfokus bantuan kepada korban pengungsi Wamena yang mengunakan pesawat, sementara pengungsi masyarakat Nduga yang berjalan kaki, bermalam dihutan dilupakan, apakah kita lupa atau pura – pura buta, atau memang kita suda dirasuki diskriminasi yang mendalam sehingga kita sangat tidak berhikmat dalam bertindak dan berpikir.

“kami melihat pemerintah pusat dan pemerintah daerah salah dalam menangani warga pengungsi dari Wamena dan warga masyarakat dari Nduga yang sudah masuk 10 bulan hingga kini tidak ada bantuan, tindakan seperti ini harus di ubah dengan menyamarakatan semua masyarakat tanpa pandang bulu dalam memberikan bantuan,” kata Anias. (*)

Editor     : Agus Pabika

Sumber   : Jubi.co.id 

Tinggalkan Balasan