Profil Lesley Wengembo, Pelukis Termuda PNG

Lesley Wengembo

Lesley Wengembo lahir pada 04 Januari 1997, Rumah Sakit Umum Goroka. Dia dibesarkan di pinggiran Port Moresby, Morata. Dia berasal dari Pangia, Dataran Tinggi Selatan dan Bundi, Provinsi Madang dan merupakan anak bungsu kedua dari empat bersaudara.

Lesley mulai menggambar pada usia awal lima tahun dan dipengaruhi oleh ayahnya meskipun dia bukan seorang seniman tetapi dia menggambar gambar-gambar menarik yang mulai kecintaan Lesley pada seni. Dia mulai melukis pada 2012 ketika dia mengikuti ibunya ke pasar kerajinan bulanan di Moresby National Art Theatre. Di sana, ia melihat karya almarhum Martin Morobubuna dan dipengaruhi oleh karyanya.

Lesley mulai belajar melukis dengan menonton video YouTube dan melihat karya-karya master tua. Dia bertemu Jeffry Feeger dan Tony Wesley Evennet pada 2015 yang membawanya ke studio mereka di Renbo Estate dan mendorong Lesley untuk mengejar seni secara profesional. Lesley memuji Feeger & Evennet sebagai pemberi pengaruh terbesar dalam karir seninya.

Karya-karya Lesley sebagian besar berupa potret dan lanscape menggunakan cat minyak di atas kanvas. Dia suka melukis wajah dan merasa itu menghubungkannya dengan budayanya dan identitas Papua Nugini.

Lesley didedikasikan untuk imannya, mengutamakan tuhan dalam segala hal. Dia memahami bahwa memiliki karunia merupakan tanggung jawab besar, dan dengan tanggung jawab haruslah muncul kerendahan hati dan prinsip untuk berkomitmen terhadap karunia itu. Seni untuk Lesley adalah segalanya.

Lesley sedang belajar seni rupa di Sydney, Australia. Dia ingin mendapatkan lebih banyak pengetahuan tentang seni dunia untuk dibawa kembali ke negaranya. Dia bermimpi bahwa suatu hari dia akan menciptakan gerakan seni yang signifikansi internasional.

“Melukis setiap bagian seperti membuat jurnal negara yang indah. Setiap lukisan adalah pesan bagi generasi masa depan untuk melihat dan merasa bangga dengan identitas mereka.” – Lesley Wengembo. (*)

 

Beberapa pekerjaan Lesley lainnya:

 

 

Editor : Apwakha

Sumber : http://www.grassskirtproject.org

 

Tinggalkan Balasan